Natural, Informative And Educative

Natural, Informative And Educative
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 75, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MARHABAN YA MUHARRAM. SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU ISLAM 1442 H" Mohon maaf lahir batin

Jumat, 09 November 2012

Honorer Setelah 2005, Tidak Memiliki Kesempatan Diangkat CPNS

Share

Permasalahan guru honorer masih menjadi pilihan pokok bahasan utama Kunjungan Kerja (Kunker) para wakil rakyat daerah ke Badan Kepegawian Negara. Seperti halnya segenap pimpinan dan anggota Komisi DPRD Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Kamis (8/11) juga berkonsultasi tentang permasalahan guru honorer dan tindak lanjut pengangkatan tenaga honorer di daerahnya. Kunker tersebut diterima oleh Kepala Bagian Humas Tumpak Hutabarat di Ruang Mawar, Gd. I Lt. 1 kantor pusat BKN Jakarta.
Kepala Bagian Humas Tumpak Hutabarat (kanan) dan Pimpinan DPRD Kab. Tobasa memimpin Audiensi konsultasi BKN-DPD Kab. Tobasa.
Terkait permasalahan guru honorer daerah dan pengangkatan tenaga honorer, Tumpak Hutabarat menerangkan bahwa tenaga honorer K1 akan disiapkan formasi tahun ini. Sementara  untuk semua tenaga honorer yang baru aktif bekerja setelah tahun 2005, Tumpak Hutabarat menegaskan  bahwa sesuai regulasi pemerintah mereka tidak memiliki kesempatan untuk diangkat menjadi CPNS.

Audiensi konsultasi BKN-DPD Kab. Tobasa.
Selain berkonsultasi tentang tenaga honorer, DPRD Kab Tobasa juga berkonsultasi tentang permasalahan kepegawaian lainnya seperti proses pengadaaan CPNSD pasca-moratorium, BUP PNS, pengangkatan dalam jabatan struktural hingga pemberhentian sebagai PNS. 
Sumber:http://www.bkn.go.id

Kamis, 08 November 2012

Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri China

Share

“Uthlubul ‘ilma walaw bishshiin”, tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Terlepas dari shahih tidaknya hadits ini, para Ulama banyak menyitirnya dalam khutbah-khutbah alasannya secara maknawi kalimat Tuntulah Ilmu sampai ke Negeri Cina adalah baik. Masih dapat kuingat waktu itu Guruku mengatakan, “Cina itu hanya kiasan untuk mengingatkan umat tentang pentingnya menuntut ilmu walau sampai ke tempat yang jauh,  sampai ke negeri-negeri seberang.
Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu ‘Atikah Al Bashri, dari Anas bin Malik. Mayoritas ulama pakar hadits menilai bahwa hadits ini adalah hadits dho’if (lemah) dilihat dari banyak jalan.
Ada juga ulama yang menilai hadits di atas adalah palsu, alasannya karena pada jaman rasulullah SAW, bangsa Arab belum mengenal negeri Cina. Alasan ini mungkin kurang tepat, karena Cina adalah sebuah negeri tua yg sudah lama masyhur. Berikut ini sedikit kutipan sejarah awal mulanya bangsa Arab dan Islam masuk daratan Cina,
“Pada masa kepemimpinan Nabi Muhammad saw di jazirah Arab (antara 610-632 M), Cina dipandang sebagai wilayah dengan peradaban yang amat maju pada saat itu. Ekspedisi Islam yang “resmi” ke Cina dimulai pada masa pemerintahan khalifah Utsman ibn Affan, pemimpin ummat yang ketiga, sekitar 12 tahun setelah Nabi wafat (+/- 640 M). Setelah menaklukkan Bizantium dan Persia, pada tahun 650 M, khalifah Utsman mengirim ekspedisi ke Cina, dipimpin oleh Saad ibn Abi Waqqash, untuk menyampaikan ajakan kepada kaisar Cina agar memeluk agama Islam. Sebenarnya sebelum itu sudah cukup banyak pedagang-pedagang Arab yg mengunjungi Cina dalam rangka perjalanan bisnis, baik melalui darat maupun laut (jalur tersebut, terutama yang melalui darat kemudian dikenal dengan nama “jalur sutera”), sambil memperkenalkan ajaran Islam. Dinasti Tang mempunyai record untuk mengabadikan momen bersejarah tentang terjadinya kontak antara dua kultur ini. Bagi Muslim di Cina, kejadian ini dipandang sebagai momen kelahiran Islam di Cina. Untuk memperlihatkan kekagumannya pada Islam, dalam “History of Islam in China”, kaisar Yung Wei memerintahkan dibangunnya masjid pertama di Cina. Masjid kota Kanton yg didirikan sejak 14 abad yang lalu dan masih berdiri hingga saat ini. Salah satu kawasan pemukiman Muslim yang pertama kali berdiri di Cina ada di kota pelabuhan ini”.
Kalau memang hadits ini hadits itu palsu, maudhu’, dha’if, dll. Alasannya bukan karena negeri Cinanya, hadits itu palsu adalah karena perawinya yg tidak tsiqah, jadi boleh saya punya pendapat lain, “Cina” yang dimaksud dari hadits ini adalah negeri Cina itu sendiri.
Ada pertanyaan besar yang perlu dijawab, mengapa harus ke Cina? Kenapa tidak ke Yahudi, bukankah Al-qur’an mengatakan bahwa bangsa Yahudi diberi kepintaran oleh Allah SWT. Kenapa kita tidak diminta   Rasulullah SAW belajar saja dengan orang pintar?
Bangsa Cina adalah bangsa yang unggul perababannya dibanding Arab sebelum Islam, mungkin Rasulullah SAW telah mengetahuinya, wallahu’alam bish shawabb, dan waktu telah membuktikannya. Apa jadinya bangsa Arab jika saja Rasulullah SAW tidak diturunkan ditengah-tengah mereka? Bangsa ini tetap akan menjadi bangsa Jahiliyyah yang dianggap “sampah’ dan keberadaan tidak dianggap oleh dua Negara super -ower  Persia dan Romawi, walaupun negeri Arab berada diantara wilayah keduanya.
Sejarah mencatat bahwa Bangsa Cina adalah bangsa yang tidak pernah takluk atau berhasil dikuasai oleh Islam, baik secara Jihad maupun secara Dakwah. Posisi kekaisaran Cina dan  kekhalifahan Islam adalah mitra sejajar, mereka bukanlah negeri kafir dzimmi yang wajib menyetor jizyah ke baitul mal. Pada masa kejayaan Islam dibawah Kekhilafahan Abbasyah dengan Khalifah Harun ar Rasyid ditandai dengan mesranya hubungan dagang keduanya lewat jalur sutera yang terkenal itu.
Berikut adalah bangsa-bangsa yang telah ditaklukkan Islam baik secara Jihad maupun Dakwah;
1. Bangsa Yahudi, pada masa Rasululllah SAW benteng Yahudi di Khaibar berhasil dihancurkan dan 600 jiwa penduduk yahudi dipenggal kepalanya akibat membangkang atas penjanjian Madinah yang telah disepakati. Kemudian pada masa Khalifah Umar bin Khathab Ra, Kota suci Yerusalem berhasil direbut oleh panglima Khalid bin Walid, dan Bangsa Yahudi dipaksa angkat kaki dari tanah yang dijanjikan (promise land) karena tidak mau beriman kepada Allah SWT.
2. Bangsa Romawi / Eropa adalah bangsa yang tidak pernah menang saat berkonfrontasi dengan kekuatan Islam. Pasukan Khalid bin Walid berhasil menghancurkan benteng Romawi di Bizantium (ibukota Romawi timur), merebut wilayah Kota Damaskus dan Kota Yerusalem dari tangan Romawi. Pada masa Kekhalifahan Umayyah, Spanyol dan semenanjung Andalusia berhasil dikuasai, dan berdirilah pusat peradaban islam pertama di benua Eropa, Cordoba. Kemudian delapan Abad setelah wafatnya Rasulullah SAW, Eropa harus merelakan benteng peradaban terakhirnya direbut oleh pasukan Turki Utsmani. Khalifah Muhammad “al-Fatih” Murad mempecundangi Eropa untuk kesekian kalinya setelah Kota Constantinople berhasil direbut, hingga masuklah kekuasaan Khalifahan Turki Utsmani kedalam benua Eropa dengan menguasai kawasan Balkan hingga hampir mencapai Kota Roma, Italia.
3. Persia, ditaklukkan oleh Salman al Farisi dengan beberapa ribu tentara muslim, dan beliau Ra menjadi Gubernur muslim Persia pertama. Negeri Persia yang kuat hingga Bangsa Romawi dengan kekuatan satu juta pasukan lebih, walau mereka berperang berabad-abad lamanya sekalipun tidak sanggup untuk mengalahkannya, tetapi pada akhirnya kedua negeri adikuasa dan adidaya itu hancur bersamaan oleh serangan pasukan Arab yang telah berislam. Negeri yang dipandang sebelah mata, berubah menjadi Bangsa yang kuat setelah cahaya islam merasuk ke sanubari mereka.
4. Afrika, Penaklukkan pertama dipimpin oleh Sahabat Amr bin Ash Ra. di utara Afrika, kemudian dilanjutkan dengan dakwah secara damai keluruh penjuru benua Afrika.
5. Bangsa India berhasil dikuasai oleh Islam setelah pasukan Mongol berhasil meluluh-lantakkan negeri Hindustan itu. Setelah kematian Jengish Khan, negeri taklukkan Mongol dibagi dua, barat dan timur. Timur (Cina) dikuasai cucu Jengish Khan bernama Khubilai Khan kemudian ia mendirikan dinasty Yuan dan tahta wilayah barat (India sampai ke Maghrib) jatuh ke tangan Takudar Muhammad Khan, kaisar Mongol yang telah memeluk Islam. Inilah sejarah bagaimana India bisa ditaklukkan oleh Islam tanpa perang, sampai sekarang marga Khan di India selalu identik dengan Islam.
6. Mongol, Ibnu Taimiyyah beberapa kali memimpin pasukan muslim mengalahkan pasukan Mongol demi mempertahankan benteng Damaskus. Bangsa Mongol kalah menyakitkan di Mesir dan Damaskus
7. Melayu, Islam masuk ke Asia Tenggara pada abad ke-VII melalui perdagangan dan perkawinan. Asimilasi dengan penduduk berlangsung cepat hingga membawa perubahan sosial di masyarakat Nusantara, banyak perkampungan Islam di pesisir Sumatera, Jawa dan Semenanjung Melayu. Karena bertambahnya jumlah penduduk Asia Tenggara yang memeluk Islam, pada Abad ke XIII kerajaan Islam terbentuk. Kerajaan Samudera Pasai (1267 M) dan Kerajaan Malaka (1276 M), inilah pijakan awal Islam menguasai daerah Melayu dan Nusantara secara sosial politik tanpa perang.
8. Suku Bangsa di Amerika, Dr Ivan van Sertima mengemukakan Tesisnya berjudul “They come before Columbus.” They disini mengacu pada Islam, artinya saat columbus pertama kali menginjakkan kaki di Benua Amerika, ia menemui ada beberapa suku Indian yang telah memeluk Islam. Kemudian dimulailah pembantaian massal dan genosida biadab kepada suku-suku di Amerika oleh bangsa Eropa.
Dari garis besar bangsa-bangsa didunia, hanya Cina dan bangsa timur lain seperti Jepang dan Korea yang belum pernah dikuasai oleh Islam. Ini jelas menunjukkan bahwa Cina yang dimaksud oleh Nabi SAW bukan sekedar kiasan untuk menuntut ilmu walau sampai ke tempat yang jauh sekalipun.
Cina adalah bangsa yang mempunyai sejarah panjang akan tradisi keilmuan dan sastra yang luar biasa. Cina adalah negeri berpenduduk terbesar sejagad raya, ras Cina maupun keturunannya tersebar seluruh belahan bumi ini. Barang-barang murah selalu buatan Cina. Bahasa Mandarin adalah pemilik kosakata terbanyak di dunia dan bahasa kedua yang sering dipakai umat manusia. Barang yang murah berasal dari Cina. Dan sejarah niaga dari masa before christ (BC) sampai ke masa after dei (AD), dari jaman batu hingga ke perunggu dan mulai jalur sutera (silk route) hingga ke jalur laut (maritime route),  bangsa Cina selalu mengambil peran sentral dalam percaturan dunia.
Merujuk pada pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah. Beliau rahimahullah pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi, saya rasa pendapat beliau patut dipertimbangkan dan tidak ditelan mentah-mentah.
Beliau menerangkan dalam fatwanya, “Seandainya hadits ini shohih, maka ini tidak menunjukkan kemuliaan negeri China dan juga tidak menunjukkan kemuliaan masyarakat China. Karena maksud dari ‘Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China’ –seandainya hadits ini shohih- adalah cuma sekedar motivasi untuk menuntut ilmu agama walaupun sangat jauh tempatnya. Karena menuntut ilmu agama sangat urgen sekali. Kebaikan di dunia dan akhirat bisa diperoleh dengan mengilmui agama ini dan mengamalkannya”
Menuntut ilmu Agama itu wajib hukumnya dan sangat urgen sekali, kerena itu adalah bekal kita ke akherat, tetapi apa salahnya jika kita belajar pula essensi dari ilmu duniawi sampai ke Negeri Cina. Lihatlah apa jadinya bangsa Arab Saudi yang kesannya sombong dengan merendahkan bangsa lain sehingga tidak mau belajar kepadanya, pakaian mereka beli dari Cina, eletronik dan telekomunikasi mereka beli dari Cina, bahkan sampai peniti sekalipun harus diimport dari Cina.  Coba bayangkan  seandainya Cina mengembargo negeri itu dibidang tekstil, apakah bisa disebut mulia suatu masyarakat jika telanjang tidak berpakaian?
Segala macam ilmu yang ada didunia ini adalah ilmu Allah SWT. Dan tidak ada hal yang baru di dunia ini, semuanya telah diajarkan oleh-Nya kepada Nabi Adam As. maka dari itu pelajarilah. Imam Hasan al-Banna mengatakan, “Semua hikmah dan keutamaan di dunia ini milik kaum muslimin, jika semua itu ada pada orang-orang kafir maka tugas kita adalah mengambilnya kembali.”
“Menuntut ilmu hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim”. (HR.Muslim).
Wallahu’allam bish shawab.

PENULIS: ADISAPUTRA NAZHAR
Sumber:  http://filsafat.kompasiana.com/2012/05/17/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china/

Jadwal Penyerahan Sertifikat Sertifikasi Guru Kemendikbud Kuota 2012 Rayon 106 UNP Padang TAHAP I

Share

Jadwal Penyerahan Sertifikat Sertifikasi Guru Kemendikbud Kuota 2012 dibagi berdasarkan Kabupaten/Kota dan Provinsi. Untuk penyerahan tahap pertama sebagai berikut :

1. Senin / 12 November 2012 untuk Kabupaten Agam, dan Kota Pariaman.
2. Selasa / 13 November 2012 untuk Kabupaten Solok, dan Kabupaten Pasaman.
3. Rabu / 14 November 2012 untuk Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok Selatan.
4. Jum’at / 16 November 2012 untuk Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Pasaman Barat.
5. Senin / 19 November 2012 untuk Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Nanggroe Aceh    
   Darussalam, dan Kabupaten Mentawai.

Untuk daerah selain yang disebutkan di atas, akan diserahkan pada jadwal yang akan diumumkan pada pengumuman berikutnya.

Ketentuan pengambilan sertifikat :

1. Jadwal pengambilan sesuai dengan yang disebutkan di atas pada pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB dilanjutkan pukul 13.30 WIB – 17. 00 WIB
2. Tempat pengambilan sertifikat : Kantor Sekretariat Sertifikasi Guru Rayon 106 UNP di belakang Mesjid Al-Azhar UNP.
3. Dapat diwakilkan kepada salah seorang (sesama) peserta tahun 2012 dengan membawa :
a. Surat kuasa pengambilan sertifikat, bermaterai Rp 6000 yang diketahui oleh kepala sekolah dibubuhi cap/stempel sekolah (surat ditulis di atas kertas kop sekolah)
b. Membawa tanda pengenal PLPG (kokarde), lembaran A1, dan ijazah terakhir, serta kartu identitas (KTP/SIM).


Demikian pengumuman ini.
TTD.
PSG 106 UNP.

Minggu, 04 November 2012

ANEH TAPI NYATA

Share

Sejak otonomi daerah, hal-hal aneh dalam pengangkatan PNS sebagai pejabat struktural tidak asing lagi. PNS harus bisa menerima kebijakan pengambil keputusan yang melanggar aturan. Banyak alasan yang dibuat untuk melegalkan di luar ketentuan.
Seperti yang dikemukakan Elman Saragih dalam dialog di Metro TV, sesuai PP 100 tahun 2000, pejabat yang diangkat/promosikan dalam jabatan struktural, salah satunya prestasi PNS yang bersangkutan selama dua tahun terakhir.
Dalam menilai prestasi PNS inilah yang, tidak jelas standar dan ukurannya. Kadangkala tidak bisa mendekati pengambil keputusan, maka yang bersangkutan tidak dapat jabatan.
Bahkan dengan bisikan tim sukses pemenang pemilihan kepala daerah yang bersangkutan bisa mendapatkan jabatan yang diincar, atau bisa juga dicopot dari jabatannya.
Beragam perlakuan telah terjadi terhadap karir PNS sejak otonomi daerah. Walaupun sudah ada aturan yang mengatur, namun alasan yang lebih tinggi di suatu daerah adalah penempatan pejabat adalah hak kepala daerah.
Apa maunya kepala daerah, itulah yang disepakati oleh Baperjakat (badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan). Sehingga pembinaan karir PNS tidak ada lagi. Tidak sama dengan karir di lingkungan militer.
Bahkan di daerah-daerah, karir PNS amburadul, karena tidak jelasnya apa yang harus dilakukan PNS untuk karirnya. Yang banyak dilakukan PNS adalah pendekatan kepada pengambil keputusan. Jika pintar-pintar mengambil muka, maka jabatan akan tetap dimiliki.
Tidak ada aturan yang jelas ukuran penempatan jabatan struktural tersebut. Apa yang harus dijadikan penilaian hasil kinerjanya?
Kejadian-kejadian aneh, tapi nyata banyak sekali kita jumpai.
Antara lain penempatan yang tidak sesuai backround dan latar belakang pendidikan/pengalamannya. Pangkat pimpinan lebih rendah dari bawahannya, sehingga peraturan tentang DUK (Daftar Urut Kepangkatan) tidak lagi dipedomani. Padahal itu ada peraturannya. Itulah kenyataannya sekarang.
Jika penempatan berdasarkan pendekatan tersebut, sesuai bidang dan kompetensinya, maka tidaklah menjadi masalah. Tapi sangat disayangkan kompetensinya dan kinerjanya tidak sesuai, namun karena termasuk tim sukses maupun keluarga pengambil keputusan, maka jabatan empuk tetap menjadi miliknya. Aneh tapi nyata.
Jika kita amati di berbagai daerah (provinsi, kabupaten dan kota), kebijakan kepala daerah yang sering mengutak atik karir PNS, untuk pemilihan kedua kalinya, gagal mempertahankan kursi kepala daerahnya.
Sebab, PNS dan masyarakat akan melihat dengan nyata apakah kebijakan dan keputusan kepala daerah itu sudah tepat dari berbagai aturan, terutama pembinaan karir PNS.
Ada prinsip yang perlu kita sadari, satu orang saja PNS dimusuhi, maka akan berdampak negatif kepada kepala daerah. Sebab, satu orang PNS tersebut mempunyai keluaga, anak, kakak, adik, orang tua, paman, tetangga, kaum, anggota organisasinya dan masyarakat lainnya. Itu baru satu PNS yang dihukum dengan alasan pembinaan maupun alasan kebutuhan organisasi.
Padahal secara kasat mata orang dan PNS lainnya dapat melihat bahwa alasan itu tidak benar. Hanya alasan yang dibuat-buat.
Tapi jika memberikan sanksi kepada PNS yang benar terbukti dan jelas ukuran kesalahan yang dilakukannya, maka sejumlah orang akan memuji kepala daerah.
Jabatan memang amanah, namun memberikan amanah kepada orang-orang yang tidak sesuai kepropesioanalannya, adalah tindakan yang melanggar aturan, seperti PP 100 tahun 2000 tersebut. Itu di dunia, sementara di akhirat nanti juga akan dimnta pertanggungjawaban pengambil keputusan tersebut. Kenapa anda menempatkan dia di sana, apakah penilaian kinerja sudah sesuai? Apa dasar pertimbangannya?
Setiap keputusan yang diambil, pasti nanti akan dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Mengetahui tersebut. Jadilah pemimpin yang baik di dunia dan diredha oleh Allah SWT. Jangan menjadi pemimpin yang egois, mentang-mentang memegang kekuasaan, semua aturan dilanggar dan semua yang tidak pandai mendekat disikat. Semoga anda menjadi pemimpin yang baik. Minimal menjadi pemimpin diri sendiri.**
Tulian ini di sadur dari: Harian Umum Singgalang 03-11-2012. Kolom Opini, Penulis  SYOFYAN KUDAN.

Guru Nakal Tidak Bisa Langsung Dipolisikan

Share

Para guru bakal mendapatkan kado istimewa saat perayaan hari guru nasional (HGN) ke-67 akhir November mendatang. Diantara yang paling menonjol adalah, keputusan bersama Kapolri dengan PGRI bahwa guru nakal tidak bisa langsung dipolisikan.

Perilaku "istimewa" bagi para guru ini bakal menghapus kasus-kasus kriminalisasi guru yang akhir-akhir ini marak. Pengurus Besar (PB) PGRI selama ini mencatat banyak guru dilaporkan ke polisi hanya karena perkara sepele. Misalnya menjewer atau menabok siswanya yang nakal. Bahkan menegur siswa dengan nada sedikit kencang juga bisa berujung laporan ke polisi.

Ketua Umum PB PGRI Sulistyo di Jakarta Selasa (30/10) menuturkan, keputusan bersama atau MoU pihaknya dengan jajaran kepolisian sudah masuk tahap finalisasi. "Finalisasi akhir keluar pada 15 November nanti oleh Bareskrim Mabes Polri," katanya kepada JPNN (padang-today grup).

Sulistyo menuturkan hak "istimewa" guru ini merupakan konsekuensi diberlakukannya kode etik guru pada 1 Januari tahun depan. Kode etik ini nantinya harus dijalankan semua guru yang tergabung dalam organisasi profesi guru. Sampai saat ini, organisasi profesi guru yang ada di Indonesia masih PGRI saja.

Menurut pria yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Jawa Tengah itu, perlakuan aturan khusus untuk pelanggaran profesi tertentu juga sudah diterapkan untuk profesi-profesi lain. Seperti dokter dan wartawan.

Sulistyo menjelaskan setelah kode etik ini diterbitkan seluruh pelanggaran profesi guru akan diproses oleh Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI). Dia menyebutkan bahwa saat ini DKGI sudah dibentuk di tingkat pusat, provinsi, bahkan seluruh kabupaten dan kota.

Pada teknis pelaksanaannya nanti, jika ada perselisihan antara masyarakat dengan guru terkait kode etik profesi guru, maka harus dilaporkan ke DKGI kabupaten atau kota. Selanjutnya DKGI ini menjalankan proses penegakan kode etik hingga tahap persidangan. "SOP (standard operational procedure) persidangannya sudah kita siapkan," tutur Sulistyo.

Hasil dari persidangan ini bisa berujung pada pemberian sanksi administrasi, kepegawaian, dan hukum pidana. Di masing-masing sanksi tadi ada kategori ringan, sedang, hingga berat.

Nah, jika putusan sidang di DKGI ini menjatuhkan vonis sanksi hukum pidana, baru diserahkan ke pihak kepolisian. Guru juga memiliki hak banding atas putusan ini. Banding dilayangkan ke DKGI tingkat provinsi hingga DKGI pusat. Ketika ada guru yang diproses polisi, juga masih berhak mendapatkan bantuan hukum dari PGRI.

Perlakuan spesial bagi guru tadi memiliki pengecualian. Jika kesalahan yang dibuat guru bukan dalam konteks profesi guru, seperti narkoba, pembunuhan, hingga teroris, polisi bisa langsung memperoses tanpa melewati DKGI.

Meskipun begitu, Sulistyo mengatakan proses BAP-nya wajib dilakukan di gadeng guru milik PGRI. Upaya ini penting untuk menjaga mental guru supaya tidak stress. Bagi Sulistyo, guru yang stress bisa berdampak fatal bagi siswa. "Kalau stress-nya ringan bisa saja dia malah bernyanyi-nyanyi ketika mengajar matematika. Tapi kalah stress-nya sudah berat, lain lagi," papar Sulsityo.

Dengan adanya DKGI dan lembaga bantuan hukum untuk guru, Sulistyo mengakui jika biaya operasional PGRI bakal meningkat. Untuk itu memang benar ada rencana menaikkan iuran anggota PGRI. "Kami tetap berusaha mandiri (tidak meminta APBN atau APBD, red)."

Opsi yang muncul saat ini iuran rutin anggota PGRI mulai tahun depan sebesar Rp 10 ribu per orang per bulan untuk guru yang sudah sertifikasi. Sedangkan bagi guru yang belum bersertifikasi, iuran ditetapkan Rp 5.000 per orang per bulan. Jika skema ini berjalan, PB PGRI yang berkedudukan di Jakarta bisa mengantongi hasil iuran Rp 3 miliar lebih per tahun. (*)
Berita ini disadur dari;  Harian Pagi Padang Ekspres

Kamis, 01 November 2012

1 Januari 2014 Terapkan Kontrak Kerja bagi PNS

Share

Yogyakarta Humas BKN,  Semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa kecuali mulai 1 Januari 2014 akan diterapkan kontrak kerja pegawai. Kontrak kerja yang dibuat untuk tiap tahun ini merupakan kesepakatan antara pegawai dan atasan langsungnya. Kontrak atau perjanjian kerja ini merupakan implementasi dari peraturan pemerintah (PP) nomor 46 tahun 2011. Untuk mempersiapkan hal terkait Kantor Regional (kanreg) V BKN Jakarta menggelar rapat koordinasi (Rakor) kepegawaian tentang Sasaran Kerja Pegawai bagi intansi se-wilayah kerja kanreg V BKN Jakarta pada Senin–Rabu (29-31/10)  di Grand Quality Hotel Jl Adisucipto No 48 Yogyakarta. Rakor ini dibuka oleh Kepala BKN yang diwakili oleh Deputi INKA Yulina SN dan diikuti oleh 93 peserta dari BKD Provinsi dan BKD kabupaten Kota dari Provinsi Lampung, Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Kalimantan Barat.


Deputi INKA Yulina SN (tengah) membuka acara Rakor didampingi Kakanreg I BKN Yogya Edy Wahyono SP (kiri) dan Kakanreg V BKN Jakarta Hasyim Hadi Saputro
Turut hadir dalam acara Rakor tersebut dan menjadi narasumber sesuai bidang masing masing  antara lain kepala Kanreg V BKN Hasyim Hadi Saputro, Kepala Kanreg I BKN Jogyakarta Edy Wahyono SP, pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan kanreg V BKN Jakarta.

Suhenda, Kepala Seksi Bimtek Kepegawaian I Kanreg V BKN Jakarta, (berdiri) sedang memandu penyusunan SKP
Dalam arahan saat membuka secara resmi Rakor ini Yulina mengatakan bahwa untuk mempercepat program Reformasi Birokrasi  ditekankan secara khusus peningkatan profesionalisme PNS. Profeionalisme PNS dimulai dari proses rekrutmen menggunakan metode Computer Assissted Test (CAT) . Kanreg BKN harus sudah siap dengan station CAT ini pada tahun 2013, sehingga pelaksanaan test bagi honorer K 2  dapat dilaksanakan dengan baik. Yulina juga mengapresiasi Kanreg V BKN Jakarta yang telah 100 persen melakukan pemetaan  nama jabatan struktural bagi instansi daerah  yang menjadi wilayah kerjanya. Dalam kesempatan tersebut Yulina juga memberikan apresiasi kepada Kanreg I BKN Jogya yang selesai melakukan rekonsiliasi data bagi pegawai yang ada di wilayah kerjanya.

Para peserta antusias melakukan Praktek Penyusunan SKP
Dalam rakor ini kepada seluruh peserta  dibagikan secara gratis softcopy materi untuk  melakukan  penyusunan dan penilaian sasaran kerja pegawai. Para peserta Rakor  antusias mengikuti bimbingan para nara sumber pada saat praktek melakukan penyusunan dan penilaian sasaran kerja pegawai. Peserta menyadari bahwa  pada akhirnya mereka semua mau tidak mau harus melakukan hal ini bahkan punya kewajiban untuk  mengajarkan kepada pengelola kepegawaian di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di daerahnya masing- masing. (Petrus)
Info ini di Sadur dari: http://www.bkn.go.id

Jumat, 19 Oktober 2012

Waspada, Teknologi & Pornografi Membentuk "Generasi XXX"

Share

Sebuah film dokumenter menyorot fenomena menakutkan. Tentang bagaimana teknologi dan pornografi mempengaruhi identitas seksual perempuan, termasuk gadis-gadis muda. Membentuk sebuah generasi XXX, yang mempertontonkan hal privat sebagai konsumsi publik.

Topik dalam dokumenter berjudul, "Sexy Baby: A Documentary About Sexiness and The Cyber Age" mungkin tabu dan membuat orang risih. Namun ini adalah fenomena faktual yang harus diantisipasi orangtua, juga masyarakat. Salah satunya, dengan cara mengkampanyekan internet sehat.

Adalah duo pembuat film, mantan jurnalis Miami Herald, Ronna Gradus dan Jil Bauer yang menguak fakta bahwa generasi saat ini mendapatkan pendidikan seks justru dari situs porno. Didukung fasilitas Facebook, ponsel cerdas, dan akses instan ke internet.

Kita semua dibombardir setiap hari oleh banyaknya informasi, juga budaya baru yang tersusupi seks -- dari lirik lagu rap, industri fashion, sampai pornografi. Cukup dengan menggerakkan jari.

Dokumenter tersebut mengangkat kisah tiga perempuan. Pertama, seorang gadis muda asal Manhattan, New York Winnifred. Ia meniru penyanyi idolanya, Lady Gaga, mengenakan stoking jala dan bagian dada setengah telanjang, dengan pose menggoda. Bersama rekannya Olivia, ia mengunggah foto itu di Facebook.

Alasan mereka, "semua gadis ingin tampil seksi, seperti Megan Fox," kata Olivia pada ABC News. Namun hanya butuh waktu sebentar bagi mereka untuk menyesalinya, setelah menyadari foto tersebar luas di dunia maya. "Aku merasa kotor," kata Olivia.

Sementara Winnifred, dalam dokumenter, mengaku di usianya yang belia, ia belum pernah dan tak tertarik melihat porno.

Soal foto profil seksi, ia mengatakan, "profil Facebook tidak menunjukkan siapa sesungguhnya dirimu, lebih ke seperti apa yang kau inginkan," kata dia. "Internet bisa menjadi perangkap. Kau memulai sebuah alter ego yang harus dipertahankan, harus diusahakan menjadi nyata."

Mengenai kasus Winnifred, para pembuat film kepada Mail Online menjelaskan, gadis muda itu mewakili generasi masa depan yang kebingungan. "Baru-baru ini ia mengaku khawatir teman-teman prianya mendapatkan kesan pertamanya tentang seks melalui video porno.

Kisah kedua adalah tentang Laura, guru taman kanak-kanak berusia 22 tahun dari Alexandria, Virginia. Ia menabung mati-matian selama dua tahun agar bisa mengoperasi vaginanya. Agar merasa seksi seperti bintang porno.

"Laura menemukan ada standar kecantikan baru yang datang langsung dari pornografi. Pacarnya membanding-bandingkannya dengan bintang porno yang ia lihat di internet," demikian penjelasan pembuat dokumenter.

Perempuan ketiga adalah Nichole, 34, mantan penari telanjang di Clearwater, Florida yang ingin memiliki bayi dari suami yang ia temui di bisnis porno.

Menurut duo pembuat film, Gradus dan Bauer, ironisnya Nichole berperan sebagai "kompas moral". Ia menyalahkan mainstream yang disusupi dengan hiburan seronok di era digital. Bahkan ia yakin ini sudah kelewatan. "Pornografi itu untuk orang dewasa, bukan pembelajaran seks untuk anak-anak," kata Nichole.

Dua pembuat film memperingatkan, pornografi telah bermetamorfosa, bukan lagi berbentuk video. Ia menyusup di papan iklan, komik, banyak hal. Terutama internet. "Tapi ini bukan film dokumenter tentang pornografi. Tapi tentang pergeseran seismik baru - fakta bahwa segala sesuatu ada di ujung jari kita, kapan pun." Melalui internet. "Bahkan tersedia untuk siapa pun, segala usia."

Dan untuk kasus tiga perempuan tersebut, pornografi di internet mempengaruhi persepsi tentang seksi dan seksualitas.  Yang dangkal.  (Sumber: Daily Mail, ABC News)

Jumat, 12 Oktober 2012

MENGHAPUS B. INGGRIS: Mendikbud-Wamendikbud Belum Sepakat

Share

Wacana pengapusan mata pejalaran Bahasa Inggris dari kuri­ku­lum Sekolah Dasar (SD) ter­nya­ta masih simpang siur. Men­dikbud dan Wa­men­dik­bud tampaknya belum men­ca­pai kata sepakat terkait wacana tersebut. Mendikbud Muham­mad Nuh mene­gas­kan hingga saat ini, wacana tersebut masih dalam pem­ba­hasan dan belum ada ke­putusan final.

”Jadi, apa yang ber­kem­bang di publik itu belum ada keputusan. Jadi, belum di­pu­tuskan nanti kurikulum SD itu seperti apa,” jelas Nuh di­te­mui di Gedung Kemendikbud, ke­marin (11/10).

Nuh menuturkan, ada se­jum­lah tahapan untuk me­ne­tapkan suatu kurikulum. Pi­hak­nya terlebih dahulu akan melakukan uji publik sebelum menetapkan kurikulum SD yang baru. ”Kita mencari formula yang terbaik. Kalau su­dah ketemu formulanya, ha­rus dilaporkan dulu ke Wa­pres karena soal kurikulum di ba­wah Wapres,” urainya.

Selanjutnya, kata Nuh, pihaknya akan menggelar ra­pat dengan menteri-men­teri terkait untuk menetapkan draft kurikulum. Draft ter­sebut lantas diujikan ke pub­lik. ”Dari uji publik itu kan ada masukan, nanti masukan-masukan itu kita godok lagi. Setelah itu baru kita tetapkan,” jelasnya.

Meski begitu, mantan Rek­tor ITS itu tidak mem­bantah jika ada kemungkinan mata pelajaran Bahasa Ing­gris akan dihapus dari kuri­ku­lum SD.

Sebelumnya, Wakil Men­dik­bud Musliar Kasim me­nga­takan, Bahasa Inggris akan ditiadakan dari kuri­ku­lum wajib siswa SD. Pe­ng­ha­pu­san tersebut akan diber­la­kukan pemerintah pada tahun ajaran 2013-2014. Alasannya, kebe­ra­da­an mata pelajaran tersebut membuat siswa tidak fokus mendalami kemam­puan Baha­sa Indonesianya.

Musliar menyebut aturan itu nantinya mesti diikuti se­mua sekolah. Namun, jika ada sekolah yang menjadikan Ba­ha­sa Inggris sebagai mata pe­lajaran tambahan, hal terse­but akan jadi per­tim­bangan. ”Un­tuk sekolah in­ter­nasional, Kemendikbud be­lum me­la­kukan kajian,” kata­nya.

Sementara itu, kurikulum untuk siswa SD rencananya akan dipadatkan menjadi ha­nya enam mata pelajaran. Yakni Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Ke­sehatan.

Kamis, 06 September 2012

Mendikbud Ganti Kurikulum, Bikauuus waattt??? KTSP tidak Relevan Lagi

Share

Kebiasaan me­nggonti-ganti kurikulum pen­didikan kembali terjadi. Ke­men­terian Pendidikan dan K­e­bu­da­yaan (Kemendikbud) men­jad­wal­kan akan menarik kurikulum tingkat satuan pen­didikan (KTSP) tahun depan. Ku­rikulum tinggalan kabinet lama ini dinilai sudah usang.

 Ditemui usai meresmikan sayembara pemilihan pendidikan dan tenaga kependidikan (PTK) ber­prestasi dan berdedikasi ting­kat nasional di Jakarta kemarin (4/9), Mendikbud M Nuh menu­tur­kan, kurikulum yang baru ini paling lama harus sudah dijalankan 2014. “Syukur-syukur tahun de­pan (2013, red) sudah selesai di­bahas sekaligus bisa dijalankan,” ka­tanya.

Mantan rektor ITS itu me­nga­takan, penggantian kurikulum dari KTSP ke kurikulum yang baru itu bukan berarti ada yang salah dengan KTSP. Nuh mengatakan, pergantian ini bukan berarti KTSP jelek. Dia tetap menegaskan jika KTSP itu baik. “Tentu baik pada masanya. Dan sudah tidak relevan dengan masa kini, zaman sudah berubah,” paparnya.

Nuh menjelaskan, jika KTSP ya­ng sudah berumur lebih dari sa­tu dasawarsa itu memang layak di­ganti. Pasalnya, dari pan­da­ngan­nya arus perubahan zaman sudah cepat. Di antara bentuk perubahan zaman yang cepat dan menyalip KTSP adalah lingkungan belajar siswa.

Pada saat KTSP disusun dulu, Nuh mengatakan, sumber belajar para siswa hanya dari guru. Tetapi untuk saat ini, banyak sekali media yang berkembang dan bisa menjadi sumber belajar. Di an­ta­ranya adalah jaringan internet yang mulai menjamur.

Mantan Menkominfo itu juga mengatakan, kurikulum yang baru nanti harus bisa memberi semacam ciri khas pada sebuah pembelajaran.
 “Ciri khas yang saya maksud adalah, kuatnya budaya ilmu pengetahuan dalam pem­be­lajaran,” ucapnya. Ciri khas ini diharapkan bisa mengimbangi mobilitas ilmu, barang, dan manusia yang saat ini semakin cepat.

Untuk urusan nama sendiri, Nuh masih belum me­nyiap­kannya. Dia mengatakan, yang penting adalah isi kurikulum itu dituntaskan dulu. Baru ke­mu­dian membahas soal nama atau istilah yang baru.

Nuh menambahkan, kuri­kulum yang baru ini tidak akan melepaskan program pe­ngem­bangan guru. Dia mengatakan, percuma kurikulum bagus tetapi kemampuan gurunya tidak diti­ng­katkan. Salah satu upaya menggenjot peningkatan kua­litas guru ini adalah dengan ujian kompetensi guru (UKG).

Di bagian lain, Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakat Bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Ke­men­dikbud Muhajir menjelaskan, penciptaan kurikulum baru harus mengakomodasi nuansa keindonesiaan. Dia mengatakan, saat ini kondisi kebahasaan Indonesia di sekolah-sekolah perlu ditingkatkan.

“Posisi bahasa Indonesia saat ini kalah bergengsi diban­ding bahasa Inggris,” ucap Mu­hajir dalam forum keberagaman bahasa kemarin. Kondisi ini muncul karena dengan me­nguasi bahasa Inggris bisa me­ng­hasilkan uang lebih banyak, dibandingkan hanya menguasai bahasa Indonesia. Tetapi jika tidak dibentengi, Muhajir kha­watir semangat nasionalisme bisa pudar.

Dana Abadi Pendidikan Rp 10 T

Di sisi lain, skema baru dalam dunia pendidikan di Indonesia akan mulai bergulir. Ini terkait dengan keberadaan Lem­baga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan.

Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo mengatakan, saat ini pemerintah sudah menyiapkan dana hingga Rp 10,61 triliun dalam bentuk dana abadi pen­didikan (DAP) yang akan dike­lola oleh LPDP. “Dana ini akan digunakan untuk mem­berikan beasiswa pada jenjang per­gu­ruan tinggi, baik S-1, S-2, dan S-3,” ujarnya saat rapat dengan Komisi XI DPR, kemarin (4/9).

Inisiatif untuk membentuk lembaga pengelola DAP se­be­narnya sudah ada sejak 2009 lalu. Tujuannya untuk meleng­ka­pi program beasiswa yang sudah dijalankan oleh Ke­men­terian Pendidikan dan Ke­bu­da­yaan (Kemendikbud) serta Ke­men­terian Agama (Ke­menag).

Karena itu, dana pun sudah mulai dialokasikan pada 2010 sebesar Rp 1 triliun, pada 2011 sebesar Rp 2,6 triliun, dan pada tahun ini pemerintah tinggal menunggu persetujuan DPR untuk alokasi dana sebe­sar Rp 7 triliun, sehingga total dana mencapai Rp 10,6 triliun.

Eko mengatakan, dana itu disebut dana abadi karena dana pokoknya tidak akan berkurang. Sebab, dana ter­sebut akan diinvestasikan ke instrumen investasi rendah risiko seperti deposito maupun surat berharga negara (SBN). “Hasil investasi itulah yang digunakan untuk membiayai beasiswa. Kalau dana aslinya tidak diutak-atik,” katanya.

Seberapa besar hasil inves­tasinya? Rupanya sangat be­sar. Eko mengatakan, hasil investasi yang pengelolaannya dititipkan pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) tersebut pada 2011 mencapai Rp 75,15 miliar. Tahun ini, hasil in­vestasi periode Januari-Agus­tus saja sudah mencapai Rp 134,53 miliar, sehingga total hasil investasi sudah mencapai Rp 209,69 miliar. “Dana inilah yang akan kami salurkan un­tuk beasiswa,” ucapnya.

Menurut Eko, saat ini pi­haknya tinggal menunggu per­se­tujuan dari tiga menteri se­laku dewan pengawas, yakni Menteri Keuangan, Menteri Agama, dan Menteri Pen­di­dikan dan Kebudayaan. Jika persetujuan didapat, maka LPDP akan langsung mem­buka aplikasi pendaftaran beasiswa secara online, se­hing­ga bisa diakses oleh pub­lik.

“Tahun ini, target kami mem­berikan beasiswa untuk 3.346 orang dan tahun depan naik menjadi 13.934 orang,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Aziz me­nga­takan, DPR berharap agar beasiswa tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi juga bisa dinikmati oleh mas­ya­ra­kat umum. “Selain itu, untuk orang yang sudah mampu secara finansial, misalnya anak orang kaya, jangan diberikan beasiswa, tapi semacam pin­jaman, sehingga nanti mereka harus kembalikan setelah be­kerja,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Eko menyatakan, beasiswa LPDP memang bisa di­man­faatkan oleh siapa saja, baik PN­S maupun masyarakat umum. Syaratnya, tentu saja ber­prestasi dan bersedia untuk kembali ke Indonesia usai me­nyelesaikan pendidikannya.

“Untuk tahap awal, bea­sis­wa memang khusus S-2 dan S-3 di luar negeri. Ini supaya tidak tumpang tindih, karena kalau beasiswa S-1 sudah ban­yak diberikan oleh Kemen­dik­bud dan Kemenag. Tapi, ke depan, kalau koordinasi sudah lebih rapi, kami juga akan mem­berikan beasiswa untuk S-1,” ujarnya.

Adapun terkait pinjaman untuk pendidikan atau student loan, kini LPDP tengah mem­pe­lajari mekanisme pem­be­rian pinjaman kepada ma­ha­siswa yang sudah dilakukan oleh lem­baga lain di banyak negara. “Jadi, modelnya pin­jaman lunak, me­reka me­ngembalikan pinjaman dalam jangka panjang setelah be­kerja,” ucapnya. (wan/owi/jpnn)

Berita Ini di ambil dari Harian Padang Ekpres terbitan Rabu/05-09-2012.

Senin, 27 Agustus 2012

Berprestasi dengan Kecerdasan Kinestetik

Share

Kesuksesan seorang siswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik belaka. Namun ada prestasi lain yang bisa menjadi aspek penilaian kesuksesan. Apalagi jika dirujuk pada teori Gardner yang menyatakan bahwa kecerdasan itu tidak bersifat tunggal, melainkan majemuk. Jadi banyak ranah kecerdasan yang dimiliki setiap orang. Setidak-tidaknya orang itu kuat pada salah satu dari beberapa ranah kecerdasan, yaitu; verbal (bahasa), logika, spasial,  kinestetik,  musikal, interpersonal, intrapersonal dan spiritual.

Seorang atlet biasanya memiliki kecerdasan kinestetik, dan Dzaky Fadhlurrahman adalah anak yang tergolong unggul dalam kecerdasan ini. Bentuk kecerdasan ini memungkinkan terjadinya hubungan antara pikiran dan tubuh yang diperlukan untuk berhasil dalam aktivitas, seperti; menari, melakukan pantomim, berolahraga, seni bela diri dan memainkan drama.

Dzaky Fadhlurrahman adalah peraih medali emas dalam ajang Olimpiade Olahraga Nasional Siswa (O2SN) pada cabang pencak silat tunggal putra untuk tingkat SMP. Prestasi belajar siswa SMPN 239 Lenteng Agung yang akrab dipanggil Zaki ini memang tidak begitu mencuat. Meski demikian ia tidak pernah tinggal kelas. Dari kecil Zaki memang bercita-cita menjadi seorang atlet pencak silat.

Putra dari pasangan Suyoto dan Wartini ini sudah dua kali meraih medali emas untuk cabang olahraga Silat. Pada O2SN tahun 2008, Zaki menyumbangkan perolehan medali emas bagi provinsi DKI Jakarta untuk cabang pencak silat tingkat SD. Dalam O2SN di Palembang ini ia kembali mendulang kesuksesan. Pengalaman juara di tingkat SD tidak lantas membuatnya lebih mudah mengungguli para pesilat lainnya. Sebab persaingan semakin ketat.  Dilihat dari catatan waktu 3.00 menit dan poin 458 yang dibuatnya pada pertandingan final itu sama persis dengan perolehan I komang Andra Putra yang memperoleh juara kedua. Beruntung Zaki unggul beberapa point dalam nilai kejujuran.

Capaian terebut adalah hasil kerja keras dan kesungguhan Zaki.

“Saya itu latihan setiap hari dengan keras dan sungguh-sungguh. Terus juga berkat dukungan dan doa orang tua saya bisa menang,” ujarnya (13/7) di GOR Universitas IBA Palembang.

Dzaky Fadhlurrahman bertekad untuk terus maju dan menorehkan prestasi dalam even-even yang lebih besar.

“Saya ingin jadi atlet yang sukses dalam kejuaraan besar seperti Sea Games,” tandasnya.