Natural, Informative And Educative

Natural, Informative And Educative
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 75, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MARHABAN YA MUHARRAM. SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU ISLAM 1442 H" Mohon maaf lahir batin

Kamis, 06 September 2012

Mendikbud Ganti Kurikulum, Bikauuus waattt??? KTSP tidak Relevan Lagi

Share

Kebiasaan me­nggonti-ganti kurikulum pen­didikan kembali terjadi. Ke­men­terian Pendidikan dan K­e­bu­da­yaan (Kemendikbud) men­jad­wal­kan akan menarik kurikulum tingkat satuan pen­didikan (KTSP) tahun depan. Ku­rikulum tinggalan kabinet lama ini dinilai sudah usang.

 Ditemui usai meresmikan sayembara pemilihan pendidikan dan tenaga kependidikan (PTK) ber­prestasi dan berdedikasi ting­kat nasional di Jakarta kemarin (4/9), Mendikbud M Nuh menu­tur­kan, kurikulum yang baru ini paling lama harus sudah dijalankan 2014. “Syukur-syukur tahun de­pan (2013, red) sudah selesai di­bahas sekaligus bisa dijalankan,” ka­tanya.

Mantan rektor ITS itu me­nga­takan, penggantian kurikulum dari KTSP ke kurikulum yang baru itu bukan berarti ada yang salah dengan KTSP. Nuh mengatakan, pergantian ini bukan berarti KTSP jelek. Dia tetap menegaskan jika KTSP itu baik. “Tentu baik pada masanya. Dan sudah tidak relevan dengan masa kini, zaman sudah berubah,” paparnya.

Nuh menjelaskan, jika KTSP ya­ng sudah berumur lebih dari sa­tu dasawarsa itu memang layak di­ganti. Pasalnya, dari pan­da­ngan­nya arus perubahan zaman sudah cepat. Di antara bentuk perubahan zaman yang cepat dan menyalip KTSP adalah lingkungan belajar siswa.

Pada saat KTSP disusun dulu, Nuh mengatakan, sumber belajar para siswa hanya dari guru. Tetapi untuk saat ini, banyak sekali media yang berkembang dan bisa menjadi sumber belajar. Di an­ta­ranya adalah jaringan internet yang mulai menjamur.

Mantan Menkominfo itu juga mengatakan, kurikulum yang baru nanti harus bisa memberi semacam ciri khas pada sebuah pembelajaran.
 “Ciri khas yang saya maksud adalah, kuatnya budaya ilmu pengetahuan dalam pem­be­lajaran,” ucapnya. Ciri khas ini diharapkan bisa mengimbangi mobilitas ilmu, barang, dan manusia yang saat ini semakin cepat.

Untuk urusan nama sendiri, Nuh masih belum me­nyiap­kannya. Dia mengatakan, yang penting adalah isi kurikulum itu dituntaskan dulu. Baru ke­mu­dian membahas soal nama atau istilah yang baru.

Nuh menambahkan, kuri­kulum yang baru ini tidak akan melepaskan program pe­ngem­bangan guru. Dia mengatakan, percuma kurikulum bagus tetapi kemampuan gurunya tidak diti­ng­katkan. Salah satu upaya menggenjot peningkatan kua­litas guru ini adalah dengan ujian kompetensi guru (UKG).

Di bagian lain, Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakat Bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Ke­men­dikbud Muhajir menjelaskan, penciptaan kurikulum baru harus mengakomodasi nuansa keindonesiaan. Dia mengatakan, saat ini kondisi kebahasaan Indonesia di sekolah-sekolah perlu ditingkatkan.

“Posisi bahasa Indonesia saat ini kalah bergengsi diban­ding bahasa Inggris,” ucap Mu­hajir dalam forum keberagaman bahasa kemarin. Kondisi ini muncul karena dengan me­nguasi bahasa Inggris bisa me­ng­hasilkan uang lebih banyak, dibandingkan hanya menguasai bahasa Indonesia. Tetapi jika tidak dibentengi, Muhajir kha­watir semangat nasionalisme bisa pudar.

Dana Abadi Pendidikan Rp 10 T

Di sisi lain, skema baru dalam dunia pendidikan di Indonesia akan mulai bergulir. Ini terkait dengan keberadaan Lem­baga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan.

Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo mengatakan, saat ini pemerintah sudah menyiapkan dana hingga Rp 10,61 triliun dalam bentuk dana abadi pen­didikan (DAP) yang akan dike­lola oleh LPDP. “Dana ini akan digunakan untuk mem­berikan beasiswa pada jenjang per­gu­ruan tinggi, baik S-1, S-2, dan S-3,” ujarnya saat rapat dengan Komisi XI DPR, kemarin (4/9).

Inisiatif untuk membentuk lembaga pengelola DAP se­be­narnya sudah ada sejak 2009 lalu. Tujuannya untuk meleng­ka­pi program beasiswa yang sudah dijalankan oleh Ke­men­terian Pendidikan dan Ke­bu­da­yaan (Kemendikbud) serta Ke­men­terian Agama (Ke­menag).

Karena itu, dana pun sudah mulai dialokasikan pada 2010 sebesar Rp 1 triliun, pada 2011 sebesar Rp 2,6 triliun, dan pada tahun ini pemerintah tinggal menunggu persetujuan DPR untuk alokasi dana sebe­sar Rp 7 triliun, sehingga total dana mencapai Rp 10,6 triliun.

Eko mengatakan, dana itu disebut dana abadi karena dana pokoknya tidak akan berkurang. Sebab, dana ter­sebut akan diinvestasikan ke instrumen investasi rendah risiko seperti deposito maupun surat berharga negara (SBN). “Hasil investasi itulah yang digunakan untuk membiayai beasiswa. Kalau dana aslinya tidak diutak-atik,” katanya.

Seberapa besar hasil inves­tasinya? Rupanya sangat be­sar. Eko mengatakan, hasil investasi yang pengelolaannya dititipkan pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) tersebut pada 2011 mencapai Rp 75,15 miliar. Tahun ini, hasil in­vestasi periode Januari-Agus­tus saja sudah mencapai Rp 134,53 miliar, sehingga total hasil investasi sudah mencapai Rp 209,69 miliar. “Dana inilah yang akan kami salurkan un­tuk beasiswa,” ucapnya.

Menurut Eko, saat ini pi­haknya tinggal menunggu per­se­tujuan dari tiga menteri se­laku dewan pengawas, yakni Menteri Keuangan, Menteri Agama, dan Menteri Pen­di­dikan dan Kebudayaan. Jika persetujuan didapat, maka LPDP akan langsung mem­buka aplikasi pendaftaran beasiswa secara online, se­hing­ga bisa diakses oleh pub­lik.

“Tahun ini, target kami mem­berikan beasiswa untuk 3.346 orang dan tahun depan naik menjadi 13.934 orang,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Aziz me­nga­takan, DPR berharap agar beasiswa tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi juga bisa dinikmati oleh mas­ya­ra­kat umum. “Selain itu, untuk orang yang sudah mampu secara finansial, misalnya anak orang kaya, jangan diberikan beasiswa, tapi semacam pin­jaman, sehingga nanti mereka harus kembalikan setelah be­kerja,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Eko menyatakan, beasiswa LPDP memang bisa di­man­faatkan oleh siapa saja, baik PN­S maupun masyarakat umum. Syaratnya, tentu saja ber­prestasi dan bersedia untuk kembali ke Indonesia usai me­nyelesaikan pendidikannya.

“Untuk tahap awal, bea­sis­wa memang khusus S-2 dan S-3 di luar negeri. Ini supaya tidak tumpang tindih, karena kalau beasiswa S-1 sudah ban­yak diberikan oleh Kemen­dik­bud dan Kemenag. Tapi, ke depan, kalau koordinasi sudah lebih rapi, kami juga akan mem­berikan beasiswa untuk S-1,” ujarnya.

Adapun terkait pinjaman untuk pendidikan atau student loan, kini LPDP tengah mem­pe­lajari mekanisme pem­be­rian pinjaman kepada ma­ha­siswa yang sudah dilakukan oleh lem­baga lain di banyak negara. “Jadi, modelnya pin­jaman lunak, me­reka me­ngembalikan pinjaman dalam jangka panjang setelah be­kerja,” ucapnya. (wan/owi/jpnn)

Berita Ini di ambil dari Harian Padang Ekpres terbitan Rabu/05-09-2012.

Senin, 27 Agustus 2012

Berprestasi dengan Kecerdasan Kinestetik

Share

Kesuksesan seorang siswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik belaka. Namun ada prestasi lain yang bisa menjadi aspek penilaian kesuksesan. Apalagi jika dirujuk pada teori Gardner yang menyatakan bahwa kecerdasan itu tidak bersifat tunggal, melainkan majemuk. Jadi banyak ranah kecerdasan yang dimiliki setiap orang. Setidak-tidaknya orang itu kuat pada salah satu dari beberapa ranah kecerdasan, yaitu; verbal (bahasa), logika, spasial,  kinestetik,  musikal, interpersonal, intrapersonal dan spiritual.

Seorang atlet biasanya memiliki kecerdasan kinestetik, dan Dzaky Fadhlurrahman adalah anak yang tergolong unggul dalam kecerdasan ini. Bentuk kecerdasan ini memungkinkan terjadinya hubungan antara pikiran dan tubuh yang diperlukan untuk berhasil dalam aktivitas, seperti; menari, melakukan pantomim, berolahraga, seni bela diri dan memainkan drama.

Dzaky Fadhlurrahman adalah peraih medali emas dalam ajang Olimpiade Olahraga Nasional Siswa (O2SN) pada cabang pencak silat tunggal putra untuk tingkat SMP. Prestasi belajar siswa SMPN 239 Lenteng Agung yang akrab dipanggil Zaki ini memang tidak begitu mencuat. Meski demikian ia tidak pernah tinggal kelas. Dari kecil Zaki memang bercita-cita menjadi seorang atlet pencak silat.

Putra dari pasangan Suyoto dan Wartini ini sudah dua kali meraih medali emas untuk cabang olahraga Silat. Pada O2SN tahun 2008, Zaki menyumbangkan perolehan medali emas bagi provinsi DKI Jakarta untuk cabang pencak silat tingkat SD. Dalam O2SN di Palembang ini ia kembali mendulang kesuksesan. Pengalaman juara di tingkat SD tidak lantas membuatnya lebih mudah mengungguli para pesilat lainnya. Sebab persaingan semakin ketat.  Dilihat dari catatan waktu 3.00 menit dan poin 458 yang dibuatnya pada pertandingan final itu sama persis dengan perolehan I komang Andra Putra yang memperoleh juara kedua. Beruntung Zaki unggul beberapa point dalam nilai kejujuran.

Capaian terebut adalah hasil kerja keras dan kesungguhan Zaki.

“Saya itu latihan setiap hari dengan keras dan sungguh-sungguh. Terus juga berkat dukungan dan doa orang tua saya bisa menang,” ujarnya (13/7) di GOR Universitas IBA Palembang.

Dzaky Fadhlurrahman bertekad untuk terus maju dan menorehkan prestasi dalam even-even yang lebih besar.

“Saya ingin jadi atlet yang sukses dalam kejuaraan besar seperti Sea Games,” tandasnya.

Jumat, 17 Agustus 2012

MERDEKA. MAU?

Share

Siapa yang memerdekakan negeri ini?
Bung Karno-kah? Bung Hatta? Atau bung yang lainnya ?

Atau para pejuang yang bertempur hidup mati melawan penjajah?
Atau siapa?

Siapa membuat merdeka negeri yang konon katanya tongkat bisa jadi tanaman?

Pertanyaannya jadi bukan siapa, tapi benarkah kita merdeka?
Manusia sudah diberikan kemerdekaan oleh Alloh SWT semenjak diturunkannya para Nabi dan Rosul. Manusia terbebas dari belenggu penjajahan iblis dan setan yang menyesatkan manusia menyuruh mereka menghamba kepada patung yang apalah itu namanya.

Kita sudah diberikan kemerdekaan di bawah naungan Islam, peduli apakah manusia itu  muslim atau yang bukan. DI bawah naungan Islam, masyarakat suatu negeri betul-betul  merasakan indahnya merdeka.
Jadi sekarang, coba lihat ketika teks proklamasi dibacakan kita mengklaim telah merdeka.

Tapi belum satu dasawarsa berlalu, ketika sistem demokrasi terpimpin sampai era para  begundal pemuja Karl Marx yang bernama PKI diberi kekuasaan kita kembali terjajah.
Lalu berakhirnya kekuasaan Orla, lahirlah Orba. Optimisme untuk perbaikan nasib mencuat.
32 tahun, orba berkuasa kemerdekaan hanya direalisasikan berdasarkan pembangunan fisik yang kopong, kita kembali terjajah.

Era orba berakhir dengan penuh kontroversi, lalu muncul era reformasi yang masih diklaim  eksis sampai sekarang. Harapan perbaikan kembali lahir. Tapi yang terjadi?
Masih Terjajah! Ketika Freeport, Natuna, Cepu dan blok-blok sumberdaya alam lainnya  diberikan wewenang kepada orang asing yang dan orang-orang yang tidak amanah. Rendahnya  kemampuan hidup masyarakat, krisis moral di kalangan masyarakat diperparah dengan fitnah  isu-isu ideologis. Korupsi merajalela, rakyat kecil makin nelangsa…

Kita masih terjajah!
Bukan Amerika yang mengambil alih sistem ekonomi kita, bukan Cina yang menguasai pasar kita, bukan pula Israel yang diam-diam menjalin hubungan gelap  dengan pengusaha kelas kakap negeri ini. Bukan hanya salah mereka..

Kita Punya Pilihan… Seperti Alloh SWT memberikan pilihan hidup kepada Hambanya, umat Islam sebagai mayoritas punya kekuatan untuk menentukan pilihan, ya. Kita punya pilihan  meninggalkan kekacauan ini dan hijrah kepada Islam secara kaffah. Seperti zaman dahulu, zaman dimana tidak perlu ada Undang-Undang pembagian zona maksiat dan zona alim  seperti sekarang terjadi.

Yeah..Pilihan itu ada di tangan kita, di tangan lo di tangan gue. Di tangan kita semua!
Jika kita betul-betul mau merdeka seutuhnya, sudah saatnya merealisasikan perbuatan dan  tindakan menuju kehidupan Islam yang membuat semuanya lebih baik.

Kamis, 16 Agustus 2012

Hasil Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Angkatan 4, 5, dan 6 Tahun 2012

Share

Hasil Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Angkatan 4, 5, dan 6 serta penetapan Penerima Sertifikat Pendidik Langsung (PSPL) dapat dilihat pada tautan di bawah ini:

1. Angkatan 4
2. Angkatan 5
3. Angkatan 6
4. PSPL

Bagi peserta yang dinyatakan “L” (Lulus), dan “MP” (Memenuhi Persyaratan), silahkan menunggu panggilan untuk penyerahan sertifikat.

Bagi peserta yang dinyatakan “M” (Mengulang), Ujian Ulang I akan dilaksanakan tanggal 2 September 2012.

Ujian dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB di BAAK Universitas Negeri Padang. Selengkapnya akan diumumkan pada pengumuman berikutnya.

Peserta yang dinyatakan “K” (Klarifikasi) harus melengkapi bahan sesuai dengan yang diminta pada pengumuman klarifikasi sebelum ini, atau klik disini

Demikian pengumuman ini.

Rabu, 15 Agustus 2012

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Universitas Negeri Padang Tahun 2012

Share

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 221 Tahun 2012 dan Hasil Rapat koordinasi Penerimaan CPNS Tahun 2012 tanggal 9 sampai dengan 11 Juli 2012, Universitas Negeri Padang akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil sejumlah 20 (dua puluh) orang. Rincian formasi silahkan klik tautan ini

  1. Pendaftaran
  2. Penerimaan pendaftaran secara online di laman http://cpns.kemdikbud.go.id mulai tanggal 15 s.d 27 Agustus 2012.
  3. Persyaratan Tambahan
  4. Persyaratan umum silahkan lihat di laman http://cpns.kemdikbud.go.id
  5. Pelaksanaan Ujian
  6. Ujian dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 September 2012 pukul 07.30 WIB di Universitas Negeri Padang.
  7. Pengumuman Hasil Ujian
  8. Pengumuman kelulusan Ujian Kompetensi Dasar tanggal 18 September 2012

Informasi detil silahkan unduh tautan berikut ini :
[   ]Pengumuman Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Universitas Negeri Padang Tahun 2012

Selasa, 14 Agustus 2012

Kabupaten/Kota Dianggap Tak Becus Urus Tunjangan Guru

Share



JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, salah satu alasan yang menjadi pemicu dilimpahkannya kewenangan pengurusan guru di Indonesia dari kabupaten/kota ke propinsi adalah terlambatnya penyaluran tunjangan guru. Menurutnya, jika hal ini semakin lama dibiarkan, maka dikhawatirkan akan menjadi persoalan serius.

"Jadi kalau nanti ditarik ke propinsi, segala macam tunjangan guru tidak lagi ditransfer ke kabupaten/kota. Tetapi, langsung ke propinsi kemudian  guru-guru. Ini juga yang menjadi pertimbangan untuk mengalihkan urusan guru ke propinsi," ungkap Nuh di Jakarta, Senin (6/8).

Nuh menyesalkan, hingga saat ini penyaluran tunjangan-tunjangan guru di daerah masih terus terlambat. Padahal, lanjut Nuh,  uang sudah dikirim sejak awal tiap  triwulan (3 bulan sekali) ke rekening pemerintah kabupaten/kota. "Namun, tetap saja ada yang terlambat dan tetap terjadi sampai hari ini," serunya.

Oleh karena itu, mantan Menkominfo ini mengungkapkan, hal tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi yang sedang dilakukan untuk mencari format mengenai penyaluran tunjangan di tahun 2013 mendatang. Dikatakan, kasus ini sama dengan kasus penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2011.

"Setelah dilakukan penataan, sekarang sudah lebih baik. Maka itu, sekarang konsentrasi saya ke penyaluran tunjangan atau kesejahteraan guru dulu," imbuhnya.(Cha/jpnn)
 
Share: http://www.jpnn.com/read/2012/08/06/136032/Kabupaten/Kota-Dianggap-Tak-Becus-Urus-Tunjangan-Guru

DATA NILAI HASIL UKG 2012

Share

Informasi hasil UKG Online untuk jenjang PAUD/TK/SD/SMP/SMA/SMK dapat dilihat melaui website yang resmi disediakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebuadayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud.

Untuk melihat nilai data UKG Online dimaksud, silakan klik di sini

Kamis, 26 Juli 2012

Persiapan Minim, PGRI Sesalkan UKG

Share

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyesalkan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa (UKG). Persiapan pelaksanaan UKG dirasakan sangat minim.

"Sebenarnya banyak kegiatan barus dari Kemdikbud. Hanya saja, tidak disiapkan dan dilakukan dengan baik, jadi hasilnya belum tentu bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistiyo, dalam menanggapi berbagai penolakan UKG di Jakarta, Kamis (26/7).

Sulistyo mengatakan, UKG ini dilakukan dengan persiapan yang belum maksimal. Ini dapat dilihat dari lemahnya pengembangan instrumen, desain kegiatannya, penguatan landasan yuridisnya, konseptual teoritiknya, dan antisipasi mal praktek di lapangan.

"Sebenarnya niat kegiatan itu baik. Maka PGRI mendukungnya. Tapi kami tetap meminta agar  UKG tidak dikaitkan dengan sertifikasi, terlebih dengan penerimaan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Menteri memenuhinya," ujarnya.

Selama ini, lanjut Sulistyo, PGRI mengkritisi bahwa pembinaan guru sangat jelek, bahkan hampir bisa disebut tak ada pembinaan guru yang memadai. Banyak guru di Indonesia yang tidak pernah mengikuti diklat, terlebih guru swasta dan honorer, apalagi  Diklat menjadi barang aneh.

Oleh karena itu, ketika pemerintah akan melakukan diklat secara bertahap dan tepat sasaran, PGRI memberikan dukungan untuk menghimpun data kompetensi guru melalui uji kompetensi guru (UKG). "Kami sudah  mengingatkannya agar UKG ini bukan untuk menyiksa guru, untuk menghukum guru, untuk membuat guru stress. Sejak Indonesia merdeka belum pernah melakukan UKG dan tak mempunyai peta  kompetensi guru. Wajarlah itu harus dilakukannya dengan baik," tuturnya.

Maka itu Sulistyo mengharapkan agar UKG yang digelar mampu merekam kompetensi guru dengan benar, informasi dan data yang terhimpun sungguh-sungguh sesuai kenyataan. "Jangan informasi parsial tetapi untuk membuat keputusan penting. Selain itu juga jangan mengandung informasi manipulatif, karena ini tentunya untuk  dasar menentukan kebijakan," ucapnya.
 
Sumber: JPNN

Rabu, 25 Juli 2012

Jelang ujian, website uji kompetensi guru Kemdikbud tidak dapat diakses

Share

Website yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud) untuk uji kompetensi guru (UKG) saat ini tidak dapat diakses. Dari pantauan IDnc.info, website yang beralamat ukg.kemdikbud.go.id ini tidak dapat dibuka dari kemarin siang hingga malam. 

Website yang menyediakan contoh soal UKG untuk para guru dan kepala sekolah yang akan melaksanakan ujian pada tanggal 30 Juli 2012 tidak menunjukan tanda-tanda online. Ujian rencananya akan dilaksanakan secara bergelombang sesuai dengan ketersediaan perangkat dimasing-masing wilayah lokasi ujian.

Website yang menggunakan sub-domain ukg dari website resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini diinformasikan menyediakan pedoman-pedoman bahasan materi yang akan diujikan pada ujian kompetensi untuk para guru diseluruh Indonesia. Website tersebut juga menyediakan contoh atau kisi-kisi soal untuk memberikan kemudahan untuk para guru dalam menghadapi ujian, informasi mengenai format soal adalah 30% soal pedagogik dan 70% soal profesional.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan “Semua guru diharapkan untuk mengikuti ujian untuk melihat potensi yang ada pada setiap guru”. Karena kemampuan guru, kata Musliar, juga ikut mempengaruhi kemampuan anak didiknya, misalnya nilai kelulusan ujian nasional.

“Tak akan pengaruhi tunjangan profesi,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim. Jika ada yang tidak lolos ujian sertifikasi, maka akan diadakan pelatihan oleh Kemdikbud, tegasnya.

Banyaknya website yang juga memberikan informasi mengenai contoh soal ujian kompetensi ini membuat para guru sulit menentukan informasi yang valid dikarenakan website resmi dari Kemdikbud tidak beroperasi. Saya juga sudah berulang kali melakukan test melalui koneksi dibeberapa negara, hasilnya banyak menunjukan “connect() timed out!”. Semoga hal ini dapat segera teratasi sehingga para bapak dan ibu guru dapat mempersiapkan diri menjelang ujian kompetensi ini.

Jumat, 13 Juli 2012

Hasil Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Angkatan 1, 2, dan 3 Kuota Tahun 2012 Rayon 106 UNP

Share

Universitas Negeri Padang telah ditunjuk sebagai pelaksana Sertifikasi Guru Dalam Jabatan sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 057/0/2007. Sesuai dengan kuota, pada tahun 2012 Universitas Negeri Padang telah melaksanakan Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) untuk guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK se-Sumatera Barat.  

Hasil Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 06 UNP Padang tahun 2012 telah diumumkan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Negeri Padang, dan Daftar Nama Peserta yang dinyatakan LULUS dan MENGULANG masing-masing Angkatan 1, 2, dan 3 Kuota Tahun 2012 Rayon 106 UNP, dapat dilihat pada tautan di bawah ini:

1. Angkatan 1
2. Angkatan 2
3. Angkatan 3

Peserta yang dinyatakan Lulus (L), menunggu informasi penyerahan sertifikat. Peserta yang dinyatakan Mengulang (M) dapat mengikuti Ujian Ulang I (Pertama) pada tanggal 29 Juli 2012, informasi waktu dan tempat ujian akan diinformasikan pada pengumuman berikutnya.

Demikianlah informasi Hasil Sertifikasi Guru tahun 2012 di lingkungan Kemdiknas Rayon 06 UNP Padang. Terima kasih.

Demikian pengumuman ini.
TTD.
PSG Rayon 106 UNP.