Natural, Informative And Educative

Natural, Informative And Educative
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 75, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MARHABAN YA MUHARRAM. SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU ISLAM 1442 H" Mohon maaf lahir batin

Kamis, 26 Juli 2012

Persiapan Minim, PGRI Sesalkan UKG

Share

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyesalkan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa (UKG). Persiapan pelaksanaan UKG dirasakan sangat minim.

"Sebenarnya banyak kegiatan barus dari Kemdikbud. Hanya saja, tidak disiapkan dan dilakukan dengan baik, jadi hasilnya belum tentu bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistiyo, dalam menanggapi berbagai penolakan UKG di Jakarta, Kamis (26/7).

Sulistyo mengatakan, UKG ini dilakukan dengan persiapan yang belum maksimal. Ini dapat dilihat dari lemahnya pengembangan instrumen, desain kegiatannya, penguatan landasan yuridisnya, konseptual teoritiknya, dan antisipasi mal praktek di lapangan.

"Sebenarnya niat kegiatan itu baik. Maka PGRI mendukungnya. Tapi kami tetap meminta agar  UKG tidak dikaitkan dengan sertifikasi, terlebih dengan penerimaan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Menteri memenuhinya," ujarnya.

Selama ini, lanjut Sulistyo, PGRI mengkritisi bahwa pembinaan guru sangat jelek, bahkan hampir bisa disebut tak ada pembinaan guru yang memadai. Banyak guru di Indonesia yang tidak pernah mengikuti diklat, terlebih guru swasta dan honorer, apalagi  Diklat menjadi barang aneh.

Oleh karena itu, ketika pemerintah akan melakukan diklat secara bertahap dan tepat sasaran, PGRI memberikan dukungan untuk menghimpun data kompetensi guru melalui uji kompetensi guru (UKG). "Kami sudah  mengingatkannya agar UKG ini bukan untuk menyiksa guru, untuk menghukum guru, untuk membuat guru stress. Sejak Indonesia merdeka belum pernah melakukan UKG dan tak mempunyai peta  kompetensi guru. Wajarlah itu harus dilakukannya dengan baik," tuturnya.

Maka itu Sulistyo mengharapkan agar UKG yang digelar mampu merekam kompetensi guru dengan benar, informasi dan data yang terhimpun sungguh-sungguh sesuai kenyataan. "Jangan informasi parsial tetapi untuk membuat keputusan penting. Selain itu juga jangan mengandung informasi manipulatif, karena ini tentunya untuk  dasar menentukan kebijakan," ucapnya.
 
Sumber: JPNN

Rabu, 25 Juli 2012

Jelang ujian, website uji kompetensi guru Kemdikbud tidak dapat diakses

Share

Website yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud) untuk uji kompetensi guru (UKG) saat ini tidak dapat diakses. Dari pantauan IDnc.info, website yang beralamat ukg.kemdikbud.go.id ini tidak dapat dibuka dari kemarin siang hingga malam. 

Website yang menyediakan contoh soal UKG untuk para guru dan kepala sekolah yang akan melaksanakan ujian pada tanggal 30 Juli 2012 tidak menunjukan tanda-tanda online. Ujian rencananya akan dilaksanakan secara bergelombang sesuai dengan ketersediaan perangkat dimasing-masing wilayah lokasi ujian.

Website yang menggunakan sub-domain ukg dari website resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini diinformasikan menyediakan pedoman-pedoman bahasan materi yang akan diujikan pada ujian kompetensi untuk para guru diseluruh Indonesia. Website tersebut juga menyediakan contoh atau kisi-kisi soal untuk memberikan kemudahan untuk para guru dalam menghadapi ujian, informasi mengenai format soal adalah 30% soal pedagogik dan 70% soal profesional.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan “Semua guru diharapkan untuk mengikuti ujian untuk melihat potensi yang ada pada setiap guru”. Karena kemampuan guru, kata Musliar, juga ikut mempengaruhi kemampuan anak didiknya, misalnya nilai kelulusan ujian nasional.

“Tak akan pengaruhi tunjangan profesi,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim. Jika ada yang tidak lolos ujian sertifikasi, maka akan diadakan pelatihan oleh Kemdikbud, tegasnya.

Banyaknya website yang juga memberikan informasi mengenai contoh soal ujian kompetensi ini membuat para guru sulit menentukan informasi yang valid dikarenakan website resmi dari Kemdikbud tidak beroperasi. Saya juga sudah berulang kali melakukan test melalui koneksi dibeberapa negara, hasilnya banyak menunjukan “connect() timed out!”. Semoga hal ini dapat segera teratasi sehingga para bapak dan ibu guru dapat mempersiapkan diri menjelang ujian kompetensi ini.

Jumat, 13 Juli 2012

Hasil Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Angkatan 1, 2, dan 3 Kuota Tahun 2012 Rayon 106 UNP

Share

Universitas Negeri Padang telah ditunjuk sebagai pelaksana Sertifikasi Guru Dalam Jabatan sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 057/0/2007. Sesuai dengan kuota, pada tahun 2012 Universitas Negeri Padang telah melaksanakan Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) untuk guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK se-Sumatera Barat.  

Hasil Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 06 UNP Padang tahun 2012 telah diumumkan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Negeri Padang, dan Daftar Nama Peserta yang dinyatakan LULUS dan MENGULANG masing-masing Angkatan 1, 2, dan 3 Kuota Tahun 2012 Rayon 106 UNP, dapat dilihat pada tautan di bawah ini:

1. Angkatan 1
2. Angkatan 2
3. Angkatan 3

Peserta yang dinyatakan Lulus (L), menunggu informasi penyerahan sertifikat. Peserta yang dinyatakan Mengulang (M) dapat mengikuti Ujian Ulang I (Pertama) pada tanggal 29 Juli 2012, informasi waktu dan tempat ujian akan diinformasikan pada pengumuman berikutnya.

Demikianlah informasi Hasil Sertifikasi Guru tahun 2012 di lingkungan Kemdiknas Rayon 06 UNP Padang. Terima kasih.

Demikian pengumuman ini.
TTD.
PSG Rayon 106 UNP.

Sabtu, 07 Juli 2012

OLAHRAGA DAN PELAJARAN KEHIDUPAN

Share

     Olahraga dapat mengajarkan pelajaran anak-anak kehidupan, seperti tekad dan sportivitas, dan membantu mereka mengembangkan kepercayaan diri. Pilih olahraga yang menawarkan anak Anda pengalaman positif. Seorang anak mungkin ingin mencoba beberapa olahraga untuk melihat mana yang paling disukainya.


1. Sepak bola

Bola adalah olahraga yang populer di seluruh dunia dan menawarkan sejumlah manfaat untuk anak-anak dan bagi pemain pemula. Anak-anak dapat mengalami menjadi bagian dari sebuah tim dan belajar tentang persaingan. Mereka dapat menemukan keahlian mereka dalam berbagai posisi di lapangan sepak bola. Sepak bola dapat membantu anak-anak memperbaiki kondisi fisik mereka, saat berjalan dan bentuk footwork yang diperlukan. Sepak bola juga merupakan game tentang ketahanan, peningkatan kualitas yang menguntungkan bagi anak baik di dalam maupun di luar lapangan. Orangtua mungkin dengan senang hati mendaftarkan anak mereka dalam olahraga yang tidak terlalu menggunakan kontak fisik lebih banyak dibandingkan dengan sepak bola.

2. Tenis

Tenis adalah olahraga bagi anak-anak agar dapat bermain baik secara individu maupun dalam sebuah tim. Seorang anak dapat berlatih single dengan hanya satu orang lain, atau belajar komunikasi dengan bermain ganda. Tenis mengembangkan koordinasi tangan-mata, keseimbangan, kekuatan dan kebugaran. Banyak kota saat ini telah menyediakan fasilitas umum di mana anak-anak bisa berlatih. Tenis adalah olahraga yang dapat dimainkan sepanjang hidup manusia, dibandingkan olah raga yang diajarkan di sekolah

3. Renang

Berlatih renang di kolam merupakan hal penting bagi anak-anak. Belajar cara berenang dapat membantu menjaga anak-anak aman di kolam renang atau pantai. Hal ini juga bisa menjadi olahraga menyenangkan bagi anak-anak. Banyak sekolah atau pusat olahraga memiliki tim renang. Anak-anak dapat bertemu teman melalui berenang dan manfaat dari menjadi anggota tim. Kolam membangun kekuatan dan daya tahan, dan meningkatkan kesehatan jantung. Seperti tenis, anak-anak dapat terlibat dalam aktivitas berenang seumur hidup.

3. Baseball

Baseball adalah olahraga klasik Amerika dan satu anak-anak bisa bermain dari usia muda hingga ke berbagai tingkat pemula. Seorang anak dapat mulai dengan bermain di tim t-bola dan maju ke tingkat pelatih-pitch sebelum bermain baseball kompetitif. Baseball dapat membantu anak-anak dengan koordinasi mata-tangan, serta membangun kekuatan dan kebugaran. Bagi anak-anak perempuan bisa beralih ke permainan softball, meskipun banyak sekarang laki-laki bermain softball.

4. Bola basket

Basket membantu anak-anak belajar bagaimana bermain di sebuah tim. Mereka bisa mengembangkan kekuatan dan kelincahan, serta meningkatkan kebugaran. Basket membutuhkan banyak kerja sama tim, sehingga anak-anak bisa belajar komunikasi dan kerjasama. Terlepas dari cuaca, anak-anak bisa bermain basket dalam ruangan dan sepanjang tahun. Seorang anak dapat berlatih basket sendiri atau dengan sejumlah orang.

Pada postingan yang akan datang saya akan mencoba menulis tentang olahraga berkuda dan memanah, karena nabi Muhammad SAW dalam Hadist menyuruh kita umat muslim untuk mengajarkan anak anak berkuda, memanah dan berenang. apa manfaatnya tunggu postingan selanjutnya...

Cari apa yang cocok bagi anak anda, selamat mencoba...

FIFA Menyetujui Penerapan Teknologi Garis Gawang

Share

 Gol siluman kembali menggoyang pentas sepakbola dunia. Pertandingan EURO 2012 antara Inggris vs Ukraina menjadi contoh terakhir perlunya sebuah teknologi untuk mengontrol bola masuk ke gawang atau tidak.
Setelah melewati sembilan bulan pengujian di Inggris, Jerman, Hungaria dan Italia. Pada pertemuan khusus di Zurich hari Kamis waktu setempat, International Football Association Board (IFAB) memutuskan untk memperkenalkan Goal-Line Technology / teknologi garis gawang
.

Dan Sekjen FIFA, Jerome Valcke telah bahwa penggunaan teknologi garis gawang dalam pertandingan resmi sudah mendapat persetujuan.

Dari delapan perusahaan yang ambil bagian dalam tes pertama, hanya dua sistem yang berhasil menyelesaikan proses. Yaitu "Hawk Eye" dan "GoalRef". Dan keduanya sekarang bisa mengajukan permohonana untuk menjadi pemegang lisensi "FIFA Goal-Line Technology".

IFAB sudah memberikan persetujuan untuk teknologi garis gawang ini, dan akan digunakan pertama kali pada pertandingan Piala Dunia Antar Klub 2012 di Jepang bulan Desember nanti.

Sistem ini di instal di Stadion yang di perkirakan memakan biaya antara 120.000 - 150.000 Euro, kemudian di lakukan pemeriksaan untuk memastikan fungsinya. Dan hasil tes harus diterima oleh klub penyelenggara kompetisi atau operator stadion sebelum sistem dapat di operasikan.

Menurut IFAB, teknologi garis gawang hanya di gunakan untuk mendapat informasi apakah bola sudah melewati garis gawang atau tidak. Tidak ada informasi lain yang bisa didapat untuk membantu keputusan wasit.

Jika bola sudah melewati garis gawang, teknologi ini akan secara otomatis mengirimkan pesan kepada official pertandingan hanya dalam hitungan detik. Pesan tersebut akan ditampilkan di jam tangan wasit serta timnya.

Namun wasit bisa saja mengabaikan informasi yang timbul di jam tangannya tersebut selama pertandingan, selama si wasit yakin peralatan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Dengan begitu, keputusan tetap di tangan wasit, dan teknologi garis gawang hanya berposisi sebagai asisten pemberi informasi yang bisa saja diabaikan oleh wasit yang tetap menjadi penguasa penuh dalam satu perandingan.

Sumber, Baca Selengkapnya: http://www.zonaterbaik.com/2012/07/fifa-menyetujui-penerapan-teknologi.html#ixzz1zuBpwIA3

Selasa, 26 Juni 2012

Guru Bersertifikasi Bakal Diuji Ulang (Juli 2012)

Share

    Mungkin kabar ini kurang mengenakkan juga buat para guru yang sudah tersertifikasi yang otomatis mendapat tunjangan profesi , Test ulang akan dilakukan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk mengetahui peningkatan kualitas seorang guru profesional . sebanyak 1.020.000 guru itu akan dites ulang sebagai konsekuensi dari peningkatan kualitas mengajarnya setelah mendapat pendapatan tambahan dari tunjangan profesi.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Tes ulang yang akan digelar ini berbeda dengan uji  kompetensi awal  (UKA). Dalam uji kompetensi guru berjuang untuk mendapatkan kursi pelatihan dan mendapat sertifikasi. Sedangkan di tes ulangan ini Kemdikbud hanya akan mengevaluasi penguasan materi ajar dan pedagogisnya.Dan PGRI pun mendukung test ulang ini… Kelihatannya memang seperti menghamburkan uang, walau tujuannya baik ini juga bisa mempengaruhi  kinerja guru .

Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Ujian diadakan secara online dengan soal akan dibuat secara acak melalui komputer namun hasil ujiannya dapat diketahui langsung setelah ujian berakhir. bagi daerah yang fasilitasnya belum memenuhi masih memakai sistem offline.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Ingat beberapa waktu (2 bulan yang lalu) ketika Ujian  Kompetensi Awal  (UKA) dilakukan untuk para guru sebelum masuk PLPG ? Hasil mereka dibawah standart tapi tetap lulus juga…. apalagi yang sudah mendapat sertifikasi (kalau 2-4 tahun lalu kan mereka sudah memiliki usia diatas 45 tahun) disuruh ujian bisa meriang dan nggak bisa tidur…. Kualitas guru mau ditingkatkan, tapi cara nya harus dicari yang terbaik.

Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Kalau kita lihat temen-temen guru yang telah bersertifikasi enak ya…sering dapat tunjangan yang mungkin besarnya memang lebih bagi kantong seorang guru. Nah itulah yang membuat banyak orang menjadi iri..  hehehe, maka menanggapi keluahan, usulan dan apa sajalah dari banyak orang tersebut, Pemerintah akan mengadakan Uji Kompetensi Ulang untuk Guru yang Bersertifikasi.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Maka bagi anda yang telah bersertifikasi serta telah menikmati tunjangannya bersiap-siaplah agar tunjangan yang telah dinikmati ini nantinya terhenti karena anda tidak Lulus Uji Ulang Kompetensi Guru Bersertifikasi tersebut. Anda dapat melihat-lihat lagi arrtikel tentang Uji Kompetnsi Awal UKA Serta Sertifikasi Guru disini. Khabarya Jadwal Uji Kompetensi Ulang ini akan dilaksanakan Juli mendatang, siapkah anda?
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Anda dapat melihat kutipan berita tentang uji ulang kompetensi guru bersertifikasi berikut ini:
Sebanyak 1.020 ribu guru bersertifikasi akan di tes ulang guna meningkatkan kualitas dan kompetensi mengajar.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Hal tersebut dikemukakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud, Syawal Gultom di Jakarta, Rabu (30/5). Menurut Syawal tes ulang dilakukan sebagai konsekuensi dari peningkatan kualitas mengajar setelah mendapat pendapatan tambahan dari tunjangan profesi dari pemerintah.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
“Melalui tes ulang ini kami akan mendapatkan pemetaan kompetensi para guru kita, apakah kualitas mereka akan meningkat atau tidak.Bagi yang tidak lulus tes kami akan adakan pembinaan,” ungkap Syawal Gultom.
Namun ia buru buru menegaskan bahwa tes ulang yang akan digelar tahun ini berbeda dengan uji kompetensi awal (UKA). Pada UKA, guru mengikuti tes uji berjuang mendapatkan kursi pelatihan dan sertifikasi. Sedangkan pada tes ulangan untuk mengevaluasi materi ajar dan pedagogisnya.

Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Adapun bentuk ujian tes ulang akan dilakukan secara online dan offline. Sistem ujian online ,soal dibuat secara acak melalui komputerdan hasil ujiannya dapat diketahui langsung setelah ujian berakhir.
Sedangkan bagi daerah yang belum memiliki fasilitas komputer atau internet ujian akan dilakukann secara tertulis.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Menyinggung belum cairnya dana sertifikasi guru di daerah pada triwulan kedua tahun ini, Syawal menegaskan pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya pada direktorat terkait. Dan direktorat tersebut melalui bendahara negara telah mentransfer dana sertifikasi ke dinas pendidikan daerah masing masing.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
“Jadi masalahnya sekarang ada pada sistem pencairan pada dinas pendidikan daerah setempat, saya dapat kabar mereka yang telat karena masih melakukan verifikasi ulang ,”ujarnya.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Syawal berharap agar seluruh dinas pendidikan daerah segera mencairkan dalam waktu dekat agar para guru dapat menggunakana dana tersebut untuk kepentingan kesejahteraan mereka.
Sumber:
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/

Senin, 04 Juni 2012

INSPIRASI: SEPENGGAL KISAH DARI LAPANGAN TENNIS

Share

        Meski awalnya hanya ikut-ikutan, namun cinta Hari ’Powel’ Kustono pada  tenis lapangan begitu besar. Hidup dan matinya dipersembahkan untuk olahraga yang menggunakan raket dan bola karet ini.

Di komunitas pecinta olahraga tenis Kota Malang, nama Hari Kustono mungkin tak begitu akrab. Namun jika Anda menyebut nama Powel, mereka pasti langsung mengangukkan kepala sebagai tanda sangat familiar dengan nama itu. Ya, Powel merupakan penggila tenis. Di usia yang sudah melewati setengah abad, cintanya pada tenis tak luntur sedikit pun.

Powel mengenal tenis saat masih duduk di bangku SD. Saat itu, kakaknya yang bernama Rubai yang lebih dulu berkecimpung dengan olahraga tampel bola itu. Melihat kakaknya sangat menikmati permainan tenis, ia pun ketularan. Namun jangan bayangkan Powel langsung bergabung menjadi atlet. Ia mengawali langkahnya di dunia tenis mulai dari pengumpul bola.

”Saya berasal dari keluarga kurang mampu. Kebetulan rumah saya ada di daerah Bareng yang dekat dengan lapangan tenis, sehingga keluarga saya akrab dengan olahraga ini. Saya sendiri awalnya hanya menjadi caddy (pengumpul bola). Mau langsung main tentu tidak bisa. Harga raket mahal sekali sehingga saya tidak mampu membelinya,” beber Powel pada Familia Malang Post.

Ide Powel menjadi caddy di lapangan tenis Gajayana ternyata sangat cemerlang. Saat latihan tenis sedang break, ia bisa meminjam raket pemain untuk digunakan latihan. Tetapi oleh pemilik raket tersebut, Powel tidak diizinkan menggunakan secara maksimal agar tidak rusak. Paling-paling hanya boleh melakukan service.

Karena tidak bisa berlatih maksimal, sesekali Powel menggunakan tamplek yang terbuat dari kayu agar bisa menampol bola dengan kekuatan penuh. Cara ini cukup mengobati nafsu Powel bermain tenis.
Upah menjadi caddy sebesar Rp 10/jam dengan tekun dikumpulkan oleh Powel. Dengan tabungan itu pulalah, Powel akhirnya bisa membeli raket sendiri. Saat duduk di bangku kelas 5 SD, Powel mampu menunjukkan prestasinya dengan menjadi juara pertama kompetisi antar anak-anak.
”Sejak saat itu saya terus menekuni tenis. Ketika SMA, saya sempat diajak bermain tenis di Bali dan disekolahkan di sana. Namun setelah lulus SMA, saya kembali lagi ke Malang. Ke lapangan tenis Gajayana tempat saya mengenal tenis kali pertama,” ungkap Powel.
Karena sudah tidak memiliki tanggungan belajar di sekolah, intensitas Powel di lapangan tenis pun jadi semakin tinggi. Hampir setiap hari ia selalu berada di lapangan tenis. Pagi, siang, dan sore, selalu dihabiskannya di lapangan tenis yang hanya berjarak beberapa meter dari kediamannya itu.

Saat itu, Powel cukup sering menemani bapak-bapak pejabat bermain tenis. Entah sebagai caddy atau sebagai lawan main. Karena sering berinteraksi dengan pejabat, suatu kali Powel pun disuruh untuk mendaftar menjadi PNS. Hanya sekali mendaftarkan diri, ternyata Powel langsung diterima.
“Kali pertama bekerja sebagai PNS, saya sudah ditempatkan di lapangan tenis Gajayana. Orang-orang pemerintahan sepertinya sudah sangat hapal dengan kesukaan saya, jadi mereka menempatkan saya di bagian ini,” katanya.

Setelah menjadi PNS yang ditempatkan di lapangan tenis, intensitas Powel di lapangan pun semakin tinggi. Ia datang ke lapangan tidak hanya untuk bermain, tetapi juga melakukan segala aktivitas. Bahkan selama 10 tahun pertama menjadi pengawas lapangan tenis Gajayana, ia selalu tidur malam di lapangan.
”Kebetulan saya diserahi tugas menjaga 24 jam. Dari pada kepikiran di rumah, ya sudah, saya tidur malam sekalian di lapangan,” aku Powel. (nda/sir/han)

Tak Paksakan Anak Ikuti Jejak
Kecintaan Powel terhadap olahraga tenis ternyata menular kepada anak-anaknya. Tidak hanya satu atau dua anak saja yang ketularan hobi sang ayah, tetapi semua anak yang berjumlah tujuh orang.
Powel mengaku, ia memang sengaja menulari ketujuh anaknya dengan olahraga kesukaannya ini. Saat mereka kecil, Powel sudah mengajak mereka ke lapangan tenis. Entah sekadar jalan-jalan, duduk manis di bench atau ikut mengumpulkan bola ketika sang ayah bertanding.
“Saya memang menggilai tenis, tetapi bukan berarti saya memaksa anak-anak untuk seperti saya. Saya hanya mengajak mereka ke lapangan. Dengan sendirinya mereka menyukai olahraga ini,” beber pria berkumis ini.

Sebagai ayah, Powel enggan memaksakan kehendaknya kepada anak-anak. Ia pernah mendapatkan pengalaman yang kurang mengenakkan saat memaksakan kehendak kepada salah satu anaknya, yakni pada anak ketiga yang bernama Sellina. Saat Sellina SMA, ia ingin masuk kelas bahasa. Namun Powel menginginkan sang anak masuk kelas IPA.

Karena bukan jurusan pilihannya, Sellina pun jadi ogah-ogahan sekolah. Gara-gara itu juga, Powel pun dipanggil oleh kepala sekolah. Saat dipertemukan dengan sang anak, barulah Powel menyadari bahwa segala sesuatu yang dipaksakan memang tidak menguntungkan bagi si anak itu sendiri.

Karena tidak pernah memaksakan kehendaknya, anak-anak Powel pun jadi mencintai tenis dengan sepenuh hati seperti dirinya. Dan karena bermain dari hati, anak-anak Powel banyak yang mampu berprestasi. Sebut saja Yanuar Widi yang pernah menyumbangkan emas untuk Kota Malang di ajang Porprov II/2009 lalu.
”Selain Yanuar, adik-adiknya juga beberapa kali ikut kejuaraan. Seperti Wido Oksar dan Ollan Fajar. Mereka menjadi penerus kakaknya di ajang junior,” terangnya.

Selain mengikuti jejak sebagai pemain, anak-anak Powel juga mengikuti langkahnya menjadi pelatih untuk pemain pemula. Dengan menjadi pelatih, mereka bisa mendapatkan penghasilan sendiri dan membiayai sekolah dengan keringat sendiri.
”Sejak awal saya memang sudah mengajari anak-anak untuk hidup mandiri. Saya bekali mereka dengan ilmu tenis, mereka akan berupaya untuk mencari penghasilan dari ilmu yang sudah didapat. Dan syukurlah, usaha yang mereka lakukan sudah membawa hasil,” paparnya.


Acungi Jempol untuk Istri

Tak hanya bisa sekolah dan mendapat pekerjaan karena tenis, Powel juga mendapatkan istri berkat olahraga yang ditekuninya sejak tahun 1970-an ini. Begitulah yang diakui oleh pria kelahiran Malang, 14 Maret 1960 itu.
”Orang yang menekuni olahraga tenis memiliki imej yang keren, terutama di depan lawan jenis.
Mungkin gara-gara melihat saya main tenis, istri saya jadi kepincut. Makanya mau sama saya,” ujarnya sembari terkekeh.

Terlepas benar atau tidak perkiraan Powel, namun ia mengaku istrinya, Wiwid Sudarti merupakan sosok perempuan hebat. Walaupun hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi Powel mengaku istrinya jauh lebih kuat dari dirinya yang setiap hari mencari nafkah. Apalagi, sang istri merawat dan membesarkan tujuh anak dengan tangannya sendiri.
“Saya akui, istri saya ini orang hebat dan kuat. Dengan anak sebanyak ini, ia tak pernah terlihat lelah menjalani perannya. Apalagi saat anak-anak masih kecil. Setiap malam dia selalu bangun untuk membuatkan susu. Tapi paginya dia bangun paling awal untuk menyiapkan segala sesuatu tanpa terlihat lelah,” beber Powel.

Istri Powel juga tidak keberatan jika Powel membagi hatinya untuk tenis dan menghabiskan lebih banyak waktu di lapangan tenis dari pada di rumah. Tak hanya itu saja pengorbanan yang dilakukan oleh istri Powel. Ia juga rela pengeluaran keluarga banyak dianggarkan untuk tenis.
”Saat membawa anak-anak mengikuti kejuaraan, banyak biaya yang harus dikeluarkan. Istri saya  tidak protes karena apa yang saya lakukan ini demi kebaikan anak-anak juga,” terang pria yang sempat ditugaskan di bagian satpol PP saat lapangan tenis Gajayana direnovasi. (nda/han)


Fokus Melatih Anak-anak
Hari-hari Powel di lapangan tenis saat ini lebih banyak disibukkan untuk melatih. Siswa didiknya bukan atlet-atlet yang mengejar prestasi melainkan adalah atlet pemula yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Powel mengaku, dirinya memang sengaja fokus untuk melatih anak SD karena kemampuannya belum sampai ke taraf pelatih atlet profesional.
”Saya sadar diri, meski sudah terjun di olahraga tenis sejak tahun 1970-an, tetapi ilmu saya masih terlalu dangkal. Saya lebih enjoy mengajar anak-anak yang ingin belajar tenis dari dasar daripada melatih atlet yang dipersiapkan untuk kejuaraan profesional,” ungkapnya jujur.

Meski demikian bukan berarti Powel tak pernah melatih atlet untuk kejuaraan. Di tahun 2011 ia pernah mendapat amanah untuk melatih tim tenis Kota Malang yang akan berlaga di Porprov III. Saat itu ia gagal mempertahankan medali emas untuk Kota Malang dan hanya bisa mempersembahkan medali perunggu.
”Saat itu saya akui memang gagal. Belajar dari pengalaman ini, saya lebih baik melatih anak-anak yang ingin belajar tenis dari dasar. Kalau untuk mempersiapkan diri menjelang kejuaraan, saya sarankan untuk mencari pelatih lain,” sambung suami Wiwid Sudarti ini.

Powel sendiri menjadi pelatih tenis sejak tahun 1995. Ia memutuskan untuk menjadi pelatih karena himpitan ekonomi. Jika hanya bergantung pada gaji pegawai golongan rendah, tentu saja penghasilannya tidak cukup. Apalagi anaknya sangat banyak.

Kali pertama menjadi pelatih, ia melatih di Kostrad Div II. Selain itu, Powel juga banyak diminta oleh sekolah untuk melatih kegiatan ekstrakurikuler olahraga tenis. Meski banyak order melatih namun saat itu Powel belum mengantongi lisensi kepelatihan. Powel baru mengantongi lisensi kepelatihan level 1 di tahun 2009. 

Selain sibuk melatih di sana-sini, Powel juga mendirikan klub tenis sendiri yang dinamai Yanuar Tennis Club. Di klub yang hanya melatih anak-anak kecil ini Powel dibantu oleh anak-anaknya seperti Yanuar dan Oksar.
Bersama teman-teman pelatih tenis lainnya yang ada di lapangan tenis Gajayana, Powel juga mendirikan Perkumpulan Pelatih Tenis Stadion Gajayana. Ia dipercaya menjadi sekretaris di perkumpulan tersebut.
Copy Paste dari: http://www.malang-post.com

Senin, 28 Mei 2012

Haruskah Guru berbahasa Inggris di Kelas? OLEH: NANANG BAGUS SUBEKTI

Share

           Sebagai seorang guru, saya berpikir pada diri saya sendiri ‘apakah perlu saya menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas’? Kira-kira 5 tahun yang lalu, saya diundang beberapa sekolah untuk melatih para guru untuk berbicara bahasa Inggris. Alasannya pun sangat sederhana, yaitu sekolah ingin menjadi sekolah RSBI atau menjadi model sebuah sekolah yang pengantar pembelajarannya dengan bahasa Inggris. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman dan pandangan saya tentang perlu tidaknya sekolah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pembelajaran.

Tidak cukup lama para guru mengikuti program pelatihan kemampuan berbahasa Inggris, kira-kira 2-3 bulan saja. Semua guru bidang studi terlibat dalam pelatihan tersebut, dari latihan berbicara bahasa Inggris sederhana sampai latihan mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris. Menurut saya, waktu pelatihan selama 2-3 bulan meskipun intensive tidaklah cukup untuk membuat para guru yang tidak berlatar belakang guru bahasa Inggris tersebut bisa dengan cepat menguasai bahasa Inggris. Logika ini saya ambil dari hasil pengamatan saya terhadap beberapa guru bahasa Inggris yang ternyata tidak percaya diri (PD) untuk menggunakan bahasa Inggris di depan kelas apalagi para guru yang notabene bukan berlatar belakang bahasa Inggris. Bahkan mahasiswa-mahasiswa Indonesia di luar negeri yang berlatar belakang bahasa Inggris pun masih berjuang keras ketika harus memberikan presentasi dalam bahasa Inggris.

Penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan KBM telah menjadi trend di beberapa sekolah termasuk perguruan tinggi. Sebagai orang tua siswa tentu saya bangga dengan kebijakan tersebut. Namun sebagai orang tua yang peduli dengan kualitas pemahaman anak terhadap materi yang dipelajari dan diajarkan saya menjadi kawatir anak-anak justru tidak memahami dengan baik materi yang diajarkan, karena berjuang keras untuk belajar bahasa Inggrisnya.Dari analogi saya tersebut bisa disimpulkan jika pembelajaran dengan bahasa pengantar bahasa Inggris akan menggeser hakekat tujuan pembelajaran utama, misalnya anak-anak dan guru tidak lagi fokus dengan isi atau kepadatan materi yang diajarkan namun akan fokus dengan penggunaan bahasa Inggrisnya. Walhasil, pembelajaran sebuah mata pelajaran apapun dimungkinkan akan bergeser menjadi belajar bahasa Inggris.

Perlu kiranya kita mengambil sikap jika saat ini yang kita perlukan adalah berpikir pada kualitas pembelajaran bukan lagi pada kualitas tampilan seperti apakah gurunya berbahasa Inggris?, apakah sekolah mewajibkan gurunya berbahasa Inggris?, apakah gurunya mengabsen kehadiran siswa?, apakah gurunya menggunakan media pembelajaran yang tersedia? dan apakah gurunya berpakaian rapi? Menurut saya, contoh-contoh yang saya sebutkan tersebut sudah seharusnya menjadi perangkat wajib yang harus dikerjakan guru. Sudah saatnya sekolah dan guru berpikir lebih maju dari sekedar urusan berkas dan formalitas dengan membawa kegiatan KBM menjadi lebih bermakna.

Salah satu teori belajar yang mengatakan jika suatu pembelajaran dikatakan berhasil jika siswa mampu mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut dan mengaplikasikannya dalam konteks yang baru adalah SOLO Taxonomy. Menurut  SOLO Taxonomy  yang dikenalkan oleh John Biggs (http://www.johnbiggs.com.au/solo_taxonomy.html) kemampuan siswa tidak cukup hanya menyebutkan poin-poin yang dipelajari, namun siswa harus mampu menghubungkan poin-poin tersebut dan mengembangkan poin-poin tersebut sampai pada tataran kemampun untuk menambahkan poin baru atau mengaplikasikannya pada konteks yang berbeda. Menurut John Biggs ada 4 tahapan untuk mengukur keberhasilan belajar: (1) Uni-Structural; (2) Multistructural; (3) Relational; dan (4) Extended abstract. Jadi sudah saatnya sekolah dan guru tidak lagi berkutetan dengan formalitas atau aspek penampilan luar, tetapi sudah saatnya untuk melihat bagaimana anak-anak memproses informasi atau materi yang diajarkan di kelas. Perlu kiranya untuk bertanya, apakah siswa-siswa benar-benar belajar ketika duduk manis di dalam kelas? Apakah pikiran-pikiran siswa benar-benar terfokus pada materi yang diajarkan? Apakah guru benar-benar membuat siswa berpikir?

Saya memiliki pemahaman jika KBM yang ramai dengan siswa senang belum tentu menjadi indikator utama guru berhasil dalam melakukan KBM. Apalah artinya murid senang, kelas riuh gembira tetapi muridnya tidak memahami materi yang dipelajari? Apalah artinya KBM kelihatan  trendy dan modern dengan menggunakan bahasa Inggris tetapi siswa tidak memahami materi yang dipelajari? Apalah artinya siswa duduk manis di dalam kelas tetapi isi kepalanya tidak fokus memikirkan isi materi pelajaran? Akhirnya KBM selesai dan bel berbunyi, siswa tidak mendapatkan sesuati bermakna dari materi atau isi pelajaran, kecuali hati senang. Analogi saya adalah kita senang karena perut kenyang, tetapi yang kita makan bukanlah makanan bergizi kecuali hanya nasi putih dan garam saja yang jauh dari empat sehat lima sempurna.

Nah, lepas dari kebijakan pemerintah tentang penggunaan bahasa seperti yang tercantum dalam Permen No 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah  maupun trend yang terjadi di masyarakat, menurut saya sangat perlu sekolah dan guru untuk memikirkan baik-baik ketika akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran sehingga tujuan utama belajar tidak mengalami pergeseran.

Akhir kata, penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar dalam KBM bukanlah sebuah indikator mutlak untuk menyebut sekolah atau kelas tersebut berkualitas baik. Apalah artinya menggunakan bahasa Inggris terus-menerus tetapi siswanya memiliki kemampuan pemahaman materi yang dangkal bukan yang mendalam (deep understanding). Namun penggunaan bahasa Inggris di dalam kelas, sangat cocok untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Justru akan serasa aneh jika mata pelajaran bahasa Inggris, gurunya tidak bisa berbahasa Inggris.


Silahkan membaca tulisan saya tentang kualitas dan guru dan hasil pembelajarannya http://subekti.com/2012/03/21/benarkan-guru-hebat-melahirkan-siswa-heb

Lady Gaga, Lady Gagal & Lady Gagak

Share

Istilah Lady Gagal muncul di tengah hiruk pikuk protes dan penolakan penyanyi Lady Gaga. Maksudnya, Lady Gaga batal konser.

Penyanyi yang bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu rencananya bakal konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, pada 3 Juni 2012. Awal Maret 2012, pihak penyelenggara membuka penjualan tiket. Sekitar 50 ribu tiket ludes, dibeli oleh para penggemarnya yang disebut little monster.

Bersamaan dengan penjualan tiket, suara protes terhadap Lady Gaga muncul. Beberapa organisasi masyarakat (ormas) menolak kedatangan penyanyai asal Amerika tersebut.

Lady Gaga dianggap pemuja setan dan vulgar. Dari cara berpakaiannya, penyanyi berjulukan Mother Monster itu kerap membawa simbol setan seperti memakai benda di kepala mirip tanduk.

Penggunaan 'tanduk' tersebut mengarah kepada salah satu simbol setan yakni Baphomet. Sosok Baphomet digambarkan sebagai setengah manusia, setengah kambing sosok atau kepala kambing.

Tidak hanya itu, beberapa lirik lagunya dianggap menghina Tuhan. Salah satu yang dikecam adalah lirik lagu berjudul Judas. Derasnya penolakan menjadi pertimbangan untuk pihak manajemen Lady Gaga. Pada Minggu 27 Mei 2012, pihak penyelenggara Big Daddy Entertainment mengumumkan konser yang bertajuk Born This Way Ball batal.

Pembatalan konser tersebut diminta langsung oleh manajemen Lady Gaga. Alasannya sangat beragam, salah satunya adalah terkait keamanan. Manajemen Lady Gaga tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan untuk Lady Gaga dan penonton, jika konser tersebut dipaksa untuk dilanjutkan. Lady Gagal.

Setelah pengumuman resmi kebatalan konser, muncul lagi istilah baru Lady Gagak. Istilah ini muncul di internal Front Pembela Islam (FPI), salah satu ormas yang menentang keras Lady Gaga.

Para anggota FPI menerima pesan singkat yang bercerita soal Lady Gagak pada Senin (28/5/2012). Isinya mengolok-olok Lady Gaga yang gagal konser. Berikut isi pesan tersebut:

Lady Ga Ga bertanya kepada manajernya: "Apa syarat saya tampil di Indonesia?" Manajernya menjawab: "Kamu mesti pakai kebaya dan kerudung serta pegang rebana nyanyi qosidahan"

Lady Ga Ga bertanya lagi: "Kalau saya tdk mau ?! Managernya menjawab : "Kamu mau ditangkap dan diikat lalu digunduli, semua rambut dan bulumu mau dicukur habis, lalu disiram OLI, shg kamu jadi Lady GAGAK sungguhan !!"

Lady Ga Ga pun membatalkan konsernya di Indonesia sambil berseru : "iih....sereeeeem..!!!"


Cukup, cukup sudah soal Lady Gaga yang gagal konser karena takut menjadi 'Lady Gagak'. Perhatian masyarakat terlalu tersedot ke penyanyi kontroversial tersebut.

Banyak persoalan lain yang juga penting untuk disorot seperti dangdut koplo di daerah-daerah yang tampil seronok. Penampilan penyanyinya tidak kalah seksi dan liriknya tidak kalah kontroversial.

Copypaste from: http://nasional.inilah.com

Senin, 16 April 2012

Daftar Nama Calon Peserta Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 106 Universitas Negeri Padang Kuota Tahun 2012

Share

     Pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2012 adalah berbasiskan prodi LPTK penyelenggara, sehingga peserta yang mengikuti PLPG pada suatu rayon LPTK tidak hanya berasal dari daerah tempat LPTK berada, akan tetapi juga dari daerah/propinsi lain yang prodinya tidak ada pada LPTK di daerah/propinsi tersebut.
Daftar Nama Calon Peserta Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Rayon 106 Universitas Negeri Padang Kuota Tahun 2012 dapat dilihat pada tautan di bawah ini:
1. Sumatera Barat
2. Sumatera Utara
3. Sumatera Selatan
4. Nanggroe Aceh Darussalam
5. Riau
6. Kepulauan Riau
7. Jambi
8. Bengkulu
9. Bangka Belitung
PLPG direncanakan mulai minggu kedua Mei 2012, diharapkan kepada calon peserta selalu melihat informasi jadwal PLPG di situs ini.
Bagi peserta yang salah bidang studi sertifikasi, silahkan menghubungi kantor dinas pendidikan setempat untuk diproses lebih lanjut.
TTD.
PSG Rayon 106 UNP

Sumber: http://sertifikasi-guru.unp.ac.id/