Natural, Informative And Educative

Natural, Informative And Educative
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 75, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MARHABAN YA MUHARRAM. SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU ISLAM 1442 H" Mohon maaf lahir batin

Senin, 27 Desember 2010

HARIMAU MALAYA DATANG, GARUDA SIAP MENERKAM

Share


EPISOD malam tadi lebih terarah kepada cerita sang Garuda bagai patah sayap dan pulang dengan mimpi apabila Harimau Malaya mengganas ketika Stadium Nasional, Bukit Jalil menjadi saksi skuad pasukan Malaysia tampil apik  membungkam Timnas Garuda Indonesia 3-0 dalam final pertama Piala Suzuki AFF. Kemenangan penting itu meletakkan skuad bimbingan K Rajagobal di ambang sejarah untuk menjuarai piala AFF itu buat kali pertama biarpun perlu mengharungi 90 menit lagi dalam permainan bertandang di Gelora Bung Karno, Rabu 29 Desember 2010. Mohd Safee Sali sekali lagi meledak dengan dua gol pada menit ke-60 dan 72 sekaligus mengulangi sentuhan tajam ketika membantu Malaysia menundukkan Vietnam 2-0 dalam leg pertama semifinal yang lalu.

Apapun, malam tadi yang terjadi biarlah terjadi, karena semuanya sudah keburu terjadi. Yang pasti dan perlu di ingat, pasukan Garuda akan membuktikan kalo kami memang jago kandang! Garuda akan menerkam Harimau Malaya 4-0 dan menerbangkannya ke udara. Ayo Garuda, sergap dan terkam Harimau Malaya.  Sayapmu akan kembali utuh dan siap mengepak kembali siap menerkam mu!

Rabu, 22 Desember 2010

Keutamaan dan Kasih Sayang Ibu

Share

Hikam: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan "ah", dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra: 23).
Dari Abu Hurairah, dia berkata, telah dating kepada Rasulullah saw, seorang laki-laki lalu bertanya:, "Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih berhak untuk saya pergauli dengan baik?" Beliau menjawab, "Ibumu" dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu" dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu" dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ayahmu". (HR Muslim)
Dari isi Hadist terlihat betapa Allah melalui Rasulullah menilai besarnya pengorbanan orang tua kita terutama Ibu. Apa yang sudah ibu berikan kepada anaknya tidak dapat dibandingkan dengan apapun di dunia ini.
Orang tua, terutama ibu harus selalu kita hormati sepanjang hidup kita. Walaupun itu bukan orang tua kita sendiri. Kalau kita menghormati semua orang tua, berarti kita menghormati orang tua kita. Begitu juga bila kita memaki orang tua yang bukan orang tua kandung, maka berarti kita memaki orang tua kita sendiri.
Memuliakan orang tua kita bukan dengan memberinya harta yang berlimpah. Tetapi akhlak yang baik dari anak-anaknya sudah membuat orang tua kita damai dan senang. Harta tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan akhlak yang baik.
Kita sebagai anak harus memohon, berjuang sekuatnya kepada Allah bila orang tua kita belum mendapat hidayah dari Allah. Dan kita harus selalu menerima segala kekurangan orang tua kita dengan lapang dada. (imm
Disarikan;dari KUMPULAN TAUSYIAH Aa GYM

PUISI UNTUKMU IBU...
Hari ini aku sangat rindu pada ibu. entah kenapa.
di sela-sela berjalannya kuliah,  ku ambil handphone, mulai ku pencet tombol-tombolnya, dan kukirimkan pertanyaan pada ibu “ibu sedang apa??” , tak lama berselang lima menit, ada balasan, balasan dari ibu, “ibu sakit nak.”. ibu sakit, tiba-tiba aku rindu pada ibu, rindu pada ibu, aku ingin pulang walau sedetik melihat wajah ibu,
“aku rindu ibu” bisikku lirih dalam hati..
“puisi untuk ibu”
Mulanya ku masih pikirkan beribu kata yang tersendat
Dasarnya ku masih menunggu yang datang untuk menghibur
Terlalu banyak ucap yang tak bisa di jamah
Terlalu banyak hidup yang merasa tak adil
Dia lain dari wanita yang diciptakan sama oleh-Nya
Belum ku temukan dimana letak keindahannya
Ku tahu aku tumbuh dari siraman tangannya
Seorang wanita baya berkerudung putih yang menggandeng anak laki-laki
Dia bukan hujan yang bisa menghilangkan kemarau 1000 tahun
Dia bukan pelangi yang ada karena turunnya tetesan hujan
Belum ku temukan apa artinya bagiku
Ku tahu goresan pena emas tak bisa melukiskan tulusnya dengan kata
Ku tahu halusnya sulaman sutera tak bisa melukiskan ikhlasnya dengan ucap
Memang, tak ada kata yang mampu bersua dengannya
Wahai tuhanku
Darahku mengalir ketika dia tulis syair dengan air mata
Gelap hatiku ranum ketika dia sulam sutera dengan beningnya embun
Sanggupkah ku kehilangan permata yang engkau buat dari batu yang tak pernah ada
Sanggupkah ku kehilangan jiwa yang selalu melekat dalam mimpi kehidupan
Wahai tuhanku
Jangan buat matanya mengalirkan setetes air karena goresanku
Jangan buat doanya hilang dari ucapan yang dipanjatkan balutan malamnya
YA Allah Jagalah wanita itu untukku dan untuk orang-orang yang mengasihinya
“I love you mom” get well soon..
dari anakmu yang jauh di seberang..

KASIH IBU SEPANJANG MASA

Share

Saat bersilaturahmi ke rumah orang tua, ketika ngobrol2 santai, tiba2 ibu berkata, “Hen , hari ini ulang tahun kamu, kan ?”.   “Oh , ya bu, terima kasih diingatkan”. kata saya.
saya memang tak pernah merayakan ulang tahun, sehingga seringkali suka kelewat, sempat ingat juga sih sebelumnya, tapi tak begitu dihiraukan. 
tapi ternyata ibu, walau telah berumur, tetap selalu ingat dg tanggal tersebut Ya, seorang ibu, pasti akan selalu teringat akan kenangan, saat melahirkan anak2 nya,  
akhirnya saya pun meminta ibu bercerita kembali tentang kenangan nya tersebut ibu terdiam sejenak, kemudian mulailah ia bercerita mulai dari saat saat kehamilan, betapa repotnya bekerja dan bepergian ,  seperti bepergian dari kampung ibu yg terpencil di dusun kecil di pinggir hutan sampai ke kota bukittinggi yg berjarak sekitar 40 Km di mana ayah dan ibu tinggal dan bekerja.
ibu dan ayah, tinggal di rumah kecil di daerah kampuang cino, bukittinggi. Kota Bukittinggi, berada di pebukitan yg sejuk. Sebagian perkampungan berada di pebukitan,dimana gang antar rumah dihubungkan oleh jalan berjenjang. Tak jauh dari daerah tersebut, ada pasar yg berada di ketinggian berbeda atas bukit, pasar atas dan pasar bawah, dimana jalan penghubungnya dikenal dg jenjang 40, karena perlu naik 40 tangga, untuk sampai ke pasar atas.
Bayangkan betapa repot nya saat2 akan melahirkan, melewati tangga2 tersebut. Rumah bidan terdekat, adalah bidan Aksari Yasin, istri penyair minang AA Navis, yang terkenal dg buku “Robohnya Surau kami”. Disanalah ibu melahirkan dengan peralatan yang sederhana.  Ibu bercerita betapa beratnya perjuangan saat melahirkan, yg bagi sebagian wanita adalah juga pertaruhan nyawa, namun semua keperihan tersebut sirna, bahagia saat melihat anaknya lahir… 
Lancar beliau bercerita sampai kemudian suaranya, mulai melambat , beliau terdiam dengan wajah tertunduk, ia pun memandangku, dari raut wajahnya terpancar rasa haru, tampak dari kulit putih wajahnya yg berkeriput, mengalir air mata. Aku pun, terharu karenanya dan tak kuat menahan tangis 
tiba2 terngiang kembali, lagu saat TK dulu.. 
kasih ibu, kepada beta,  tak terkira, sepanjang masa
selalu memberi, tak harap kembali
bagaikan sang surya, menerangi dunia …
Marilah kita selalu mengingat ibu kita. Ibu yg melahirkan kita dg perjuangan dan kasih sayang nya. Berbuat baiklah pada mereka, bahagiakanlah mereka, walaupun tak kan bisa kita membalas jasa mereka
setidaknya sampaikanlah doa kebaikan utk beliau, doa anak yg soleh, akan tersampai sepanjang masa… 
By:Hendramessa

Selasa, 21 Desember 2010

Meninggal Saat Teriak 'Gol!' Gonzales

Share

Gol tunggal yang dicetak Christian 'El Loco' Gonzales dalam laga kedua semifinal melawan Filipina, Minggu 19 Desember 2010, tak hanya membuat Stadio Gelora Bung Karno, Senayan, bergemuruh.

Gol yang membawa Timnas Indonesia kian mantap melangkah ke final itu juga dirayakan jutaan masyarakat Indonesia yang menonton pertandingan itu lewat layar kaca.

Namun, siapa sangka, kemenangan Indonesia atas Filipina 1-0 diiringi duka di Makassar, Sulawesi Selatan. Lihat video: Penonton Bola Meninggal.
Pendukung setia Timnas, Herman Daeng Ngawi warga Jalan Teuku Umar No 26 Makassar, Sulawesi Selatan tiba-tiba berteriak kesakitan dan saat menonton siaran langsung pertandingan tersebut. Hanya dalam hitungan detik, nyawanya melayang

Menurut anaknya, Ilham, ayahnya meninggal saat berteriak kegirangan saat Gonzales mencetak gol. Ditambahkan dia, Herman  tak pernah absen menonton kiprah Timnas. 

Seperti diketahui, Gonzales memecah kebuntuan di menit ke 42 dengan mengandangkan gol spektakuler dari hasil rebound. Lewat kaki kirinya.

Dengan keunggulan agregat 2-0 melawan Filipina yang berakhir di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu malam, Timnas 'Merah Putih', akhirnya maju ke babak final Piala AFF Suzuki 2010 melawan Malaysia.
Sumber:VIVAnews 

Senin, 20 Desember 2010

Gol Spektakuler Gonzales

Share

Gol tunggal Cristian 'El Loco' Gonzales kembali menjadi penentu kemenangan Indonesia melawan Filipina. Gonzales memecah kebuntuan di menit ke 42 dengan memuntahkan gol spektakuler dari hasil rebound.

Dengan keunggulan agregat 2-0 melawan Filipina yang berakhir di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, semalam, timnas 'Merah Putih', akhirnya maju ke babak final Piala AFF Suzuki 2010 melawan Malaysia.

Serangan bertubi-tubi dari Firman Utina dan kawan-kawan membuat 85.000 penonton histeris dan tegang. Muhamamd Nasuha gagal mecetak gol di menit ke-11. Gonzales pun sama, pada menit 20 gagal menorehkan gol ke gawang Filipina padahal peluang mereka besar.

Satu menit kemudian, Gonzales dan Oktavianus 'Okto' Maniani juga tak mampu mencetak bola yang menggelinding persis di depan gawang Neil Etheridge. Peluang emas juga tercipta pada menit ke-33 yang dilakukan Gonzales.

Tapi akhirnya pada menit ke-42, Gonzales menciptakan gol kelas dunia di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Videonya dapat anda lihat di blog ini.
Sumber:Vivanews.com

Minggu, 12 Desember 2010

PORPROV, PEMBOROSAN ATAU PEMBERDAYAAN DAERAH?

Share

     HIRUK-PIKUK PORPROV di Daerah-daerah sungguh menarik untuk disimak. Betapa tidak? Ketidaksiapan infrastruktur di pihak tuan rumah, termasuk bagaimana para ‘penggede’ KONI menghadapinya, dapat menjadi petunjuk menarik, tentang bagaimana kita menata olahraga selama ini.
Petunjuk pertama, betapa selama ini pemerintah (baik propinsi maupun kota dan kabupaten) kurang memprioritaskan pembangunan olahraga dan pembangunan di bidang olahraga. Buktinya, hingga memasuki abad 21 ini banyak daerah yang tidak memiliki infrastruktur yang memadai sekedar untuk menyelenggarakan event olahraga setingkat Porprov (dulu PORDA).
        Kenyataan demikian sungguh memprihatinkan, karena hal itu membuktikan bahwa olahraga belum dipandang sebagai alat strategis untuk menumbuhkan modal sosial (social capital) dan elan vital masyarakat menuju masyarakat madani. Kita sungguh sudah jauh tertinggal oleh negara lain, yang sudah memperhitungkan nilai potensial olahraga dalam hampir berbagai aspek kehidupan.
      Sudah selayaknya pemerintah memperhitungkan nilai strategis olahraga bagi upaya rekonstruksi sosial dan lingkungan (eco-sport), sehingga keyakinan itu tercermin dari kesungguhan pemerintah mempersiapkan infrastruktur olahraga secara terencana dan berkelanjutan. Pembangunan olahraga sudah sepantasnya masuk ke dalam perencanaan menyeluruh pembangunan kota dan daerah secara terpadu.
Jika tidak, pembangunan infrastruktur olahraga hanya dilakukan sebagai reaksi sesaat karena ingin menjadi tuan rumah suatu event. Akibatnya, perencanaan lokasi dan disainnya sekedar asal jadi, yang berdampak pada kurang terpenuhinya prinsip sustainability dalam pembangunannya. Terlantarnya stadion eks-Porda adalah bukti pendekatan demikian.
      Petunjuk berikutnya menyatakan, betapa olahraga kita belum dimanfaatkan untuk menumbuhkan ilmu dan SDM unggul di dalam lingkup olahraga sendiri. Akibat pola pikir yang relatif tidak berkembang dari tahun ke tahun, ilmu dan praksis olahraga di perguruan tinggi (PT) pun tidak jauh dari upaya mencetak guru dan pelatih olahraga semata.
      Sebagai dampaknya, hingga sekarang kita tidak memiliki kepakaran dalam ilmu olahraga yang berkaitan dengan sarana dan prasarana olahraga, olahraga dan lingkungan hidup, manajemen olahraga, bisnis olahraga, teknologi olahraga, serta berbagai disiplin ilmu olahraga seperti sosiologi olahraga, filsafat olahraga, sport pedagogy, dan sport psychology.
      Menjadikan ilmu-ilmu tematis di atas sebagai kepakaran, tentu perlu didukung oleh lahirnya program studi atau konsentrasi baru di PT kita. Sayangnya PT kita pun lebih cenderung menunggu, dengan alasan belum dibutuhkan masyarakat. Seharusnya, justru PT mampu mendorong tumbuhnya kebutuhan masyarakat melalui visi yang mampu diteropong oleh para akademisinya.
     Kepakaran di bidang olahraga bisa tumbuh subur jika ditunjang oleh hadirnya laboratorium dari masing-masing bidang keilmuan. Di negara maju, laboratorium tersebut dipusatkan di setiap stadion yang ada, sehingga berguna baik bagi pengembangan batang tubuh keilmuan maupun bagi kepentingan pragmatis prestasi olahraga.
    Dua simpulan di atas merupakan benang merah utama dari kelemahan olahraga di Indonesia selama ini, di samping pernak-pernik kelemahan lainnya. Jika Jawa Barat ingin unggul dalam bidang olahraga, dua kelemahan di atas harus pertamatama diurai terlebih dahulu, dengan menata potensi yang dimiliki. Hal ini merupakan keniscayaan agar daerah tidak selalu direpotkan soal persiapan PORPROV, yang lebih merupakan pemborosan semata-mata daripada sebagai upaya pemberdayaan daerah.
     Mewujudkan hal itu tentu memerlukan sebuah strategi pencapaian. Pada era otonomi daerah dewasa ini, setiap kabupaten atau kota akan memandang penting prioritas pendidikan, khususnya dikaitkan dengan mempersiapkan SDM unggul bagi pembangunan daerahnya. Ke depan, niscaya daerah akan memandang perlu mendirikan perguruan tinggi negeri di masing-masing daerah, sebagai upaya mengakselerasi pembangunan di segala bidang.
     Pembangunan olahraga, terutama infrastrukturnya, dapat dikaitkan juga dengan upaya mempersiapkan SDM tersebut. Alangkah ideal jika pembangunan infrastruktur olahraga bisa dititipkan pada pembangunan infrastruktur pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Jika kelak setiap pemerintah kota/kabupaten memiliki universitas negerinya masing-masing, maka di lokasi itu pulalah berdiri fasilitas olahraga yang dapat digunakan untuk menyelenggarakan event setingkat PORPROV.
    Sisi positif dari format demikian ada dua. Pertama, universitas yang bersangkutan terangkat prestisenya karena didukung fasilitas olahraga yang memadai, kedua, universitas pun mampu memberikan sumbangan bermakna dalam perkembangan ilmu, SDM, dan prestasi olahraga bagi daerah.
    Dengan demikian, tidak akan ada lagi kasus di mana sebuah stadion atau fasilitas olahraga ‘merana’ akibat tidak ada yang memanfaatkannya. Yang terlebih penting, itulah sebenarnya makna pemberdayaan olahraga bagi daerah dan bagi masyarakatnya, sehingga terbuktikan bahwa olahraga memang bermakna bagi kemaslahatan masyarakat.
Penulis; AGUS MAHENDRA,

Minggu, 28 November 2010

MENGINTIP OLAHRAGA PENDIDIKAN NEGERI TIRAI BAMBU

Share

Banyak orang jadi heran dan terkagum-kagum menyaksikan keperkasaan negeri Tirai Bambu Tiongkok atau China pada iven olahraga Negara-negara Asia (ASIAN GAME). Tanpa ampun mereka hampir menyapu bersih medali pada setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Kedigdayaan para atlit dari negara panda ini begitu menarik untuk dipelajari apa yang menjadi rahasia di balik kesuksesan itu.
Sejak Olimpiade Beijing dicanangkan pada 8 Agustus, kalangan masyarakat mendesak agar tanggal itu dijadikan sebagai hari olahraga nasional (Haornas) bagi negeri Cina. Niat itu sebenarnya hanya ungkapan kebanggaan atas Olimpiade pertama di Cina. Pasalnya tanpa adanya Haornas, Cina sudah lebih matang dalam membangun olahraga. 
Sejak peraturan pemerintah Cina tentang kebugaran fisik diterapkan tahun 1995, program kebugaran fisik nasional langsung diterbitkan dan menjadi acuan untuk diterapkan terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat. Hasilnya, di tahun pertama, langsung tercatat 33,9 % warga yang berusia 7 hingga 70 tahun melakukan aktivitas olahraga secara reguler. Bahkan, 60,7% warga perkotaan aktif mendatangi klub kebugaran untuk berolahraga. 
Tak mengherankan, di akhir 2005, 37 % dari total penduduk Cina, yang mencapai sekitar 1,5 miliar, rajin melakukan olahraga rutin. Yang lebih menarik, meski anak-anak Cina masih harus menghadapi masalah obesitas, 95% pelajar negeri itu punya kebugaran sesuai dengan standar nasional. 
“Kuncinya program ini menekankan pentingnya olahraga dan kebugaran kepada anak-anak dan remaja yang ada di sekolah. Kami merangsang setiap anak melakukan satu aktivitas olahraga setiap hari, belajar tentang dua cara bagaimana menjaga kebugaran dan melakukan tes kesehatan mereka setiap tahun,” jelas Wu Shaozu, mantan menteri olahraga Cina yang dikutip dari South China Morning. 
Untuk mendukung program kebugaran, pemerintah Cina membangun banyak gedung olahraga dan stadion. Hasilnya, setelah 15 tahun program berjalan, kini terdapat sekurangnya 620 ribu gedung yang bisa dipakai siapa pun yang ingin berolahraga. Bahkan, fasilitas juga dibangun di sekolah, perumahan, apartemen, dan ruang-ruang publik. 
Pendidikan dan Kebugaran 
Jelas sekali, sektor pendidikan yang dibangun Cina sejak 1959 tak hanya menjadi sendi pembangunan ekonomi yang kuat, namun juga menciptakan masyarakat yang sehat. Bahkan, program nasional kebugaran fisik itu menargetkan pada 2010 sebanyak 40 % penduduk Cina, yang diperkirakan akan mencapai 1,7 miliar, aktif berolahraga. 
Hal itu bukan mimpi. Saat ini, setiap sekolah memiliki guru olahraga khusus serta fasilitas yang memadai. Murid yang tidak memenuhi standar kebugaran tidak bisa melanjutkan studi ke level yang lebih tinggi. Selain itu, pekan olahraga nasional juga digelar pada setiap musim semi dan gugur. Bahkan, pekan olahraga antar-SMA dan universitas tingkat nasional yang digelar setiap empat tahun jadi ajang seleksi untuk memilih para pelajar muda berbakat olahraga untuk dimasukkan ke sekolah khusus olahraga dan dididik menjadi atlet. 
Menyentuhnya olahraga sejak usia dini di sekolah yang dicanangkan sejak 15 tahun lalu membuat harapan hidup meningkat 3,25 tahun, dengan rata-rata usia warga Cina mencapai 71,8 tahun. 
Hal itu sungguh kontras dengan indeks kebugaran bangsa Indonesia. Data Sports Development Indeks 2006 menunjukkan kondisi kebugaran masyarakat kita: 1,08% masuk dalam kategori baik sekali; 4,07% baik; 13,55% sedang; 43,90% kurang; dan 37,40% kurang sekali. 
Survei lain menunjukkan anggota masyarakat yang melakukan olahraga untuk tujuan prestasi sebesar 7,8%, dengan kata lain 92,2% anggota masyarakat melakukan olahraga bukan untuk tujuan prestasi. 
Itulah Cina. Sebelum mereka merencanakan pencanangan Haornas, sejak lama mereka sudah menjalankan hari-hari penuh olahraga bagi rakyatnya.
(Sumber: Bolanews.com)

Sabtu, 27 November 2010

HILANGKAN HIDUP PENUH CEMAS

Share

         Begitu banyak orang yang merasa cemas dalam mengahadapi hidup ini. Tidak hanya di kota-kota besar seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan Padang dan di kota-kota besar lainnya. Di desa-desa terpencil, di pelosok perkampungan-perkampungan yang dikenal tenang pun tidak terlepas dari penyakit cemas ini.
Tidak hanya mereka yang sulit mencari rupiah, kepada yang sudah mapan pun cemas menghinggapi dengan sangat leluasanya. Cemas memang akan menjalar ke mana-mana. Juga kepada yang kaya-miskin, pintar-bodoh, atasan-bawahan, kelompok terhormat dan yang ter- singkir dalam kelompok sosial yang paling marginal, kelompok yang paling rendah dan terpinggirkan.
Pendeknya, cemas memang sewaktu-waktu datang dan menyerang siapa saja dan kapan saja. Ia tidak pilih kasih. Hampir sebagian besar manusia turut merasakannya. Sumber kecemasan sebenarnya tidaklah jauh. Ia ada di dalam diri manusia itu sendiri.
Sumber cemas ada di hati.Dalam nur'aninya. Rasulullah SAW. bersabda:" Ingatlah bahwa sesunguuhnya dalam diri manusia ada segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh itu. Dan bila segumpal darah itu rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Dan ketahuilah segum- pal darah itu adalah hati."
          Itulah sebabnya menyangkut masalah hati, sebenarnya bukanlah masalah yang sederhana. Masalah hati adalah masalah yang besar, masalah akbar.Sangatlah banyak orang yang lupa dengan kedir- iannya. Manusia sering dibuat lupa akan kemanusiaannya sendiri karena hatinya. Karena nuraninya.
Badannya berjalan, akan tetapi hatinya mampet dan berhenti. Fisiknya bergerak, tetapi hatinya tidak lagi berfungsi. Begitu banyaknya kerusakan yang terjadi di muka bumi, karena desakan rasio yang dinomorsaatukan. Persoalan-persoalan yang muncul tidaklah dikembalikan kepada control kehidupan yang sebe- narnya bersumber di hati.
Orang bisa saja mengamuk, tetapi bila bisikan hati didengarkan dengan seksama, akan jadi lain ceritanya. Bersitegang urat saraf, luapan keinginan untuk menyingkirkan lain, yang sudah sampai di ubun-ubun, suka-suka muncul dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Tapi bila himbauan-himbauan hati didengar dan diresapi, keputusan yang diambil tidak akan berakibat fatal. Akan ada jalan tengah yang justru malah menguntungkan kedua belah pihak.
      Hati, dasarnya memang menjadi penyejuk dan menyeimbang dari gejo lak rasionalitas (akal) yang sering gampang panas itu. Ini mestinya diefektifkan.
Bila hati manusia tidak normal maka pada saat itu fungsi kemanusiaan manusia telah terganggu. Manusia menjadi sangat mudah hilang kendali. Tingkah lakunya menjadi kasar dan keras. Ide dan keputu- san yang diambilnya bukan saja sangat mementingkan egonya, meno- morsatukan kepentingannya, tapi juga mengancam keamanan dan keselamatan orang lain.
"Dan Jnganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orngyang fasik."(QS.Al-Hasyr:19)
 
      CEMAS DAN HIDAYAH. Pada awal-awal tahun ajaran baru seperti sekarang ini, cemas biasanya menjangkit di kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka yang sangat ingin sekali diterima di sekolah atau perguruan tinggi yang diinginkan, tapi kemudian gugur, pikiran mendadak sontak menjadi kacau. Lebih-lebih untuk mereka yang sudah bebera- pa kali mencobanya dan selalu tidak berhasil. Seolah dunia ini menjadi gelap, tidak ada lagi jalan di depan untuk bisa dilewati. Semuanya buntu. Tidak ada alternatif lain yang bisa ditempuh untuk bisa hidup lebih baik selain melalui jalur itu.
      Semestinya disadari, bahwa hidup ini tidak sebatas pada bangku kuliah semata. Masih ribuan jalan lain yang bisa ditempuh untuk suksesnya menghadapi perjalanan hidup. Para pemuda muslim, khu- susnya, sudah selayaknya memegang aqidah yang kuat untuk membe- dakan dengan yang lain.
"Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (syaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?" (QS.Muhammad:14)
     Bila kita bisa mengambil hikmahnya, justru bimbingan Allah-lah yang akan kita peroleh. Saat-saat seperti itu justru sangat subur untuk terkabulnya doa. Kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, kebim- bangan dan rasa hati yang tidak menentu adalah jeritan ruhani yang sedang haus.Kondisi seperti ini akan sangat baik bila diha- dapkan pada Sang Khalik untuk meminta bimbinganNya. Laporkan segala ketidakberdayaan itu kepadaNya di kala ruku, sujud dan tegak berdiri. Kalau tidak waspada, masa krisis seperti itu akan dimanfaatkan syetan untuk mengusik keimanan. Ini adalah salah satu titik lemah pertahanan iman kita yang suka dimanfaatkan oleh syetan.
      Karenanya kontrol diri memegang peranan sangat penting sekali. Sering kita dengar tingkah laku mereka yang dilanda cemas ini mengambil jalan pintas. Untuk tingkatan yang sederhana mereka bisa bergadang semalam suntuk. Rasa cemas yang berlebihan bahkan mengantar mereka pada tindakan-tindakan maksiat, minum-munuman keras. Pil-pil keras seperti ectasy, koplo, dsb menjadi tempat pelarian. Bahkan tidak sedikit yang mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Sungguh sangat memperihatinkan.
        Padahal boleh jadi kegagalan itu adalah jalan yang terbaik untuk kita. Mungkin bila kita mulus dan sukses di jalur yang kita inginkan itu hanya akan mengantar kita untuk tambah banyak ber- buat maksiat. Yang kita bayangkan pada saat itu melulu keberhasi- lan. Sedikitpun kita tidak mengetahui malapeteka apa dibalik keberhasilan, kesuksesan, kelancaran jalan yang kita tempuh itu. Jadi sesungguhnya kegaagalan merupakan rem pengendali. Tanda bahwa kita masih disayang oleh Allah. Agar kita tidak terseret jauh ke dalam siksanya.
 
       GODAAN DAN LAPANG DADA. Ajakan menghilangkan rasa cemas dengan kembali ke hati nurani, juga mendapatkan godaan. Mereka yang masuk dalam kelompok penggoda ini menganggap Sang Penyeru adalah orang-orang yang sok suci. Atau terkadang himbauan itu dianggap sebagai orang yang selalu bermain perasaan saja. Padahal masalahnya bukan masalah perasaan atau bukan. Akan tetapi dimensi hati nurani selama ini hampir selalu tertinggal dari berbagai sektor kehidupan manusia. Keputusan yang keluar sebagai firasat dianggapnya sesuatu yang terlalu dibuat-buat saja. Padahal sesungguhnya dalam hati yang suci, di sana tersimpan cahaya Ilahi.
Rasulullah SAW bersabda, "Takutlah terhadap firasat orang beriman, karena sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah."
       Segelap apapun kabut yang ada di depan mata, bila kegundahan dikembalikan kepada Allah, akan berubah menjadi cahaya. Masalah yang begitu nampak mencekam di depan akan perlahan berkurang dari beban-beban yang menyempitkannya.
Kita tidak perlu mengutuk siapapun perihal apa ayang telah menimpa kita. Sebagaimana pesan yang disamaikan oleh Nabiullah SAW." Bahwasanya seorang hamba apabila mengutuk sesuatu, naiklah kutukan itu ke langit, lalu dikunci pintu langin-langit itu dibuatnya. Kemudian turunlah kutukan itu ke bumi, lalu dikunci pula pintu-pintu bumi itu baginya. Kemudian berkeliaran ia ke kanan dan ke kiti. Maka apabila tidak mendapat tempat batu, ia pergi kepada yang dilaknat, bila layak(artinya kalau benar ia berhak mendapat laknat) tetapi apabila tidak layak, maka kembali kepada orang yang mengutuk(kembali ke alamat si pengutuk)."(HR.Abu Dawud)
Alangkah indahnya bila kita mampu menghilangkan cemas dengan mengembalikan kepada kesucian hati. Hati yang suci dan bersih akan membuat kita mampu menjalani hidup ini dengan cara yang suci dan bersih pula.
Firman Allah, "Sesungguhnya beruntunglan orang yang mensucikan diri. Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang."(QS.Al- A'laa:14-15)
Sumber:Tausiyah A.A. Gym

Rabu, 24 November 2010

PGRI DAN NASIB GURU

Share

            Profesionalisasi guru dan kemajuan dunia pendidikan akan sangat tergantung pada apa yang dipikirkan dan dikerjakan oleh guru. Oleh karenanya adalah sia-sia membicarakan perbaikan dan pembaharuan pendidikan bila tidak membicarakan profesi guru. Profesi guru sangat tergantung pada lembaga pendidikan pembentuk tenaga keguruan, organisasi profesi, dan sistem kesejahteraan guru. Salah satu organisasi profesi yang bertanggung jawab dalam mengembangkan profesionalisme guru adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).Fokus kegiatan PGRI terletak pada pengembangan profesi guru dan peningkatan nasib sosial dan ekonomi para guru. PGRI merupakan organisasi profesional yang menjadi pelindung para guru dan mitra organisasi yang sejajar dalam memperjuangkan kepentingan guru. Berbicara tentang kepedulian terhadap nasib guru, PGRI telah dianggap sebagai wadah satu-satunya bagi guru Indonesia dalam mengembangkan profesi dan kesejahteraan guru. Apalagi dengan iuran yang dipungut dari anggota, PGRI dapat menjalankan roda organisasinya dan bahkan bisa membangun gedung mentereng di Jalan Tanah Abang, Jakarta. Karena itu sebagai organisasi guru, PGRI sangat berhutang budi pada guru.

Sabtu, 20 November 2010

MAKNA IDUL KURBAN BAGI KEHIDUPAN

Share

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yg banyak. Maka dirikanlah salat krn Tuhanmu dan sembelihlah hewan . Sesungguhnya orang-orang yg membenci kamu dialah yg terputus?
             Pemberian ni’mat oleh Allah kepada manusia tak terhingga. Anak isteri dan harta kekayaan adl sebagian ni’mat dari Allah. Kesehatan dan kesempatan juga ni’mat yg sangat penting. Manusia juga diberi ni’mat pangkat kedudukan jabatan dan kekuasaan. Segala yg dimiliki manusia adl ni’mat dari Allah baik berupa materi maupun non materi. Namun bersanmaan itu pula semua ni’mat tersebut sekaligus menjadi cobaan atau ujian fitnah atau bala? bagi manusia dalam kehidupannya. Allah berfirman ?Dan ketahuilah bahwasanya harta kekayaanmu dan anak-nakmu adl fitnah . Dan sesungguhnya Allah mempunyai pahala yg besar?.
            Meskipun Allah memberikan ni’mat-Nya yg tak terhingga kepada manusia tetapi dalam kenyataan Allah melebihkan apa yang diberikan kepada seseorang daripada yg lain. Sehingga ada yg kaya raya cukup kaya miskin bahkan ada yang menjadi seorang papa gelandangan berteduh di kolong langit. Demikian juga ada yg menjadi penguasa ada yg rakyat jelata. Ada pimpinan/ kepala dan ada bawahan / anak buah. Ini semua juga dalam rangka cobaan bagi siapa yang benar-benar mukmin dan siapa yg hanya mukmin di bibir saja.
Salah satu bukti bahwa seorang mukmin telah lulus cobaan dalam ni’mat harta kekayaan adl ia dgn ikhlas mengunakannya utk ibadah haji. Sehingga bagi orang demikian akan memperoleh haji yg mabrur. Sedang haji mabrur pahalanya hanyalah surga sebagaimana sabda Nabi SAW ?Orang yg dapat mencapai haji yg mabrur tiada pahala yg pantas baginya selain surga?. .
          Betapa gembira dan bahagianya orang kaya yg dapat mencapai haji mabrur demikian. Belum lagi jika ia sempat salat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi maka tiada terkira lagi pahalanya. Namun ini konteksnya adl orang yang kaya. Sedang orang yg tidak mampu / miskin tidak perlu berkecil hati. Bagi kita yg tidak mampu maka konteksnya terkandung dalam hadis Nabi SAW berikut “Hajinya orang yg tidak mampu adalah berpuasa pada hari Arafah .?
             Itulah maka sangat disayangkan bila di antara kita ada yg menyia-siakan kesempatan dari Allah yakni tidak mau berpuasa pada tanggal 9 Zul Hijjah yg disebut puasa Arafah itu.
Cobaan tentang harta kekayaan juga berkaitan dgn pelaksanaan ibadah udhiyah yakni menyembelih hewan yang terkenal dgn hewan qurban di hari raya. Karena pada hari ini Allah mensyariatkan utk ber-udhiyah {menyembelih hewan} maka hari raya ini disebut dgn hari raya Adha wa biha sumiya yaumal-adha. Demikian juga penjelasan Rasulullah SAW ?Hari raya fitrah adl pada hari manusia berbuka menyudahi puasa Ramadan. Sedangkan hari raya Adha adl pada hari manusia ber-udhiyah ? .
Maka salah satu bukti lagi bahwa seseorang lulus dari cobaan harta adl ia dgn ikhlas mau mengunakannya untuk ber-udhiyah baik itu berupa sapi kerbau maupun kambing. Ini tergantung pada kemampuan masing-masing. Seekor kambing boleh digunakan utk satu orang beserta keluarga seisi rumahnya. Sedang sapi / kerbau boleh utk tujuh orang beserta keluarga seisi rumah mereka masing-masing. Daging sembelihan ini termasuk syiar agama yakni utk dimakan menjamu tamu diberikan kepada yg meminta atau yg tidak meminta {orang mampu}. Daging ini juga boleh disimpan utk dimakan hingga hari tasyrik . Allah berfirman ?Makanlah sebagiannya dan utk memberi makan orang yg tidak meminta dan orang yg meminta?. {QS. Al-Hajj 36}.
Sementara Nabi bersabda ?Makanlah utk memberi makan dan simpanlah !?
Sementara itu cobaan besar terhadap sesuatu yg dimiliki manusia pernah dialami Abul Anbiya? Khalilurrahman Ibrahim AS. Beliau telah lulus ujian atau cobaan dari Allah. Hal ini didokumentasikan dalam Al-Qur?an ?Dan ketika Ibrahim diberi cabaan oleh Tuhannya dgn beberapa kalimat lalu Ibrahim lulus dalam cobaan itu. Allah berfirman ?Sesungguhnya Aku menjadikan kamu hai Ibrahim Imam semua manusia ..?. ?
               Kelulusan Ibrahim tidak hanya dalam melaksanakan perintah Allah tetapi juga dalam kebijaksanaannya menyampaikan perintah itu kepada anaknya yg sangat dicintainya. Beliau tidak langsung mengambilnya tiba-tiba dan tidak pula mencari kelengahan atau dgn taktik menculik teror dan intimidasi. Meskipun Ibrahim memiliki massa yg banyak tetapi beliau tidak menggunakan massa agar anaknya bertekuk lutut di hadapannya. Perintah Allah disampaikannya dgn transparan penuh argumentasi Ilahiah.
Sedangkan Ismail anak yg patuh dan mengerti kedudukan orang tuanya dan posisinya sebagai anak ia tidak membangkang dan tidak bimbang. Ismail memberikan jawaban yg memancarkan keimanan tawaddu? dan tawakkal kepada Allah bukan utk menonjolkan kepahlawanan atau kegagahan mencari popularitas. Ia tidak melakukan unjuk rasa yang konfrontatif tanpa mengindahkan akhlakul karimah atau dgn kekerasan utk memprotes kehendak bapaknya.
           Sungguh dua tokoh bapak dan anak ini merupakan uswah hasanah bagi umat manusia. Bahkan syariat Nabi Muhammad SAW merupakan syariat yg dulunya telah diwahyukan Allah kepada Ibrahim . Maka kita menyembelih hewan qurban di hari ?Idul Adha ini termasuk meneladani sunnah Ibrahim sebagaimana sabda Nabi SAW ?Sunnatu abikum Ibrahim.? .
?Idul Adha memiliki makna yg penting dalam kehidupan. Makna ini perlu kita renungkan dalam-dalam dan selalu kita kaji ulang agar kita lulus dari berbagai cobaan Allah. Makna ?Idul Adha tersebut
    Menyadari kembali bahwa makhluk yg namanya manusia ini adl kecil belaka betapapun berbagai kebesaran disandangnya. Inilah makna kita mengumandangkan takbir Allahu akbar !
    Menyadari kembali bahwa tiada yg boleh di-Tuhankan selain Allah. Menuhankan selain Allah bukanlah semata-mata menyembah berhala seperti di zaman jahiliah. Di zaman globalisasi ini orang dapat menuhankan tokoh lebih-lebih lagi si Tokoh itu sempat menjadi pucuk pimpinan partainya menjadi presiden/wakil presiden atau ketua lembaga perwakilan rakyat. Orang sekarang juga cenderung menuhankan politik dan ekonomi. Politik adalah segala-galanya dan ekonomi adl tujuan hidupnya yg sejati. Bahkan HAM menjadi acuan utama segala gerak kehidupan sementara HAT diabaikan. Inilah makna kita kumandangkan kalimah tauhid La ilaha illallah !
    Menyadari kembali bahwa pada hakikatnya yg memiliki puja dan puji itu hanyalah Allah. Maka alangkah celakanya orang yg gila puja dan puji sehingga kepalanya cepat membesar dadanya melebar dan hidungnya bengah bila dipuji orang lain. Namun segera naik pitam wajah merah dan jantung berdetak melambung bila ada orang yang mencela mengkritik dan mengoreksinya. Inilah makna kita kumandangkan tahmid Wa lillahil-hamd !
    Menyadari kembali bahwa manusia ini ibarat sedang melancong atau bepergian yg suatu saat rindu utk pulang ke tempat tinggal asal yakni tempat yg mula-mula dibangun rumah ibadah bagi manusia Ka?bah Baitullah. Inilah salah satu makna bagi yg istita?ah tidak menunda-nunda lagi berhaji ke Baitullah. Di sini pula manusia disadarkan kembali bahwa pada hakikatnya manusia itu satu keluarga dalam ikatan satu keimanan. Siaopa pun dia dari bangsa apapun adl saudara bila ia mukmin atau muslim. Tetapi bila seseorang itu kafir adl bukan saudara kita meskipun dia lahir dari rahim ibu yg sama. Maka orang yg pulang dari haji hendaknya menjadi uswah hasanah bagi warga sekitarnya tidak membesar-besarkan perbedaan yg dimiliki sesama muslim terutama dalam hal yg disebut furu?iyah.
    Menyadari kembali bahwa segala ni’mat yg diberikan Allah pada hakikatnaya adl sebagai cobaan atau ujian. Apabila ni’mat itu diminta kembali oleh yg memberi maka manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Hari ini jadi konglomerat esok bisa jadi melarat dgn hutang bertumpuk jadi karat. Sekarang berkuasa lusa bisa jadi hina tersia-sia oleh massa. Kemaren jadi kepala kantor dgn mobil Timor entah kapan mungkin bisa jadi bahan humor krn naik sepeda bocor. Sedang ni’mat yg berupa harta hendaknya kita ikhlas utk berinfaq di jalan Allah seperti utk ber-udhiyah .
    Percayalah dalam hal harta apabila kita ikhlas di jalan Allah niscaya Allah akan membalasnya dgn berlipat ganda. Tetapi jika kita justru kikir pelit tamak bahkan rakus tunggulah kekurangan kemiskinan dan kegelisahan hati selalu menghimpitnya. Akhirnya semoga ?Idul Adha dgn berbagai ibadah yg kita laksanakan sekarang ini dapat membangunkan kembali tidur kita . Kemudian kita berihtiar lagi sekuat tenaga utk memperbanyak amal saleh sebagai pelebur amal-amal buruk selama ini. Amin ! Oleh Drs. Syafi’i Salim Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia sumber file al_islam.chm