Natural, Informative And Educative

Natural, Informative And Educative
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 75, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MARHABAN YA MUHARRAM. SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU ISLAM 1442 H" Mohon maaf lahir batin

Selasa, 26 Juni 2012

Guru Bersertifikasi Bakal Diuji Ulang (Juli 2012)

Share

    Mungkin kabar ini kurang mengenakkan juga buat para guru yang sudah tersertifikasi yang otomatis mendapat tunjangan profesi , Test ulang akan dilakukan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk mengetahui peningkatan kualitas seorang guru profesional . sebanyak 1.020.000 guru itu akan dites ulang sebagai konsekuensi dari peningkatan kualitas mengajarnya setelah mendapat pendapatan tambahan dari tunjangan profesi.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Tes ulang yang akan digelar ini berbeda dengan uji  kompetensi awal  (UKA). Dalam uji kompetensi guru berjuang untuk mendapatkan kursi pelatihan dan mendapat sertifikasi. Sedangkan di tes ulangan ini Kemdikbud hanya akan mengevaluasi penguasan materi ajar dan pedagogisnya.Dan PGRI pun mendukung test ulang ini… Kelihatannya memang seperti menghamburkan uang, walau tujuannya baik ini juga bisa mempengaruhi  kinerja guru .

Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Ujian diadakan secara online dengan soal akan dibuat secara acak melalui komputer namun hasil ujiannya dapat diketahui langsung setelah ujian berakhir. bagi daerah yang fasilitasnya belum memenuhi masih memakai sistem offline.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Ingat beberapa waktu (2 bulan yang lalu) ketika Ujian  Kompetensi Awal  (UKA) dilakukan untuk para guru sebelum masuk PLPG ? Hasil mereka dibawah standart tapi tetap lulus juga…. apalagi yang sudah mendapat sertifikasi (kalau 2-4 tahun lalu kan mereka sudah memiliki usia diatas 45 tahun) disuruh ujian bisa meriang dan nggak bisa tidur…. Kualitas guru mau ditingkatkan, tapi cara nya harus dicari yang terbaik.

Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Kalau kita lihat temen-temen guru yang telah bersertifikasi enak ya…sering dapat tunjangan yang mungkin besarnya memang lebih bagi kantong seorang guru. Nah itulah yang membuat banyak orang menjadi iri..  hehehe, maka menanggapi keluahan, usulan dan apa sajalah dari banyak orang tersebut, Pemerintah akan mengadakan Uji Kompetensi Ulang untuk Guru yang Bersertifikasi.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Maka bagi anda yang telah bersertifikasi serta telah menikmati tunjangannya bersiap-siaplah agar tunjangan yang telah dinikmati ini nantinya terhenti karena anda tidak Lulus Uji Ulang Kompetensi Guru Bersertifikasi tersebut. Anda dapat melihat-lihat lagi arrtikel tentang Uji Kompetnsi Awal UKA Serta Sertifikasi Guru disini. Khabarya Jadwal Uji Kompetensi Ulang ini akan dilaksanakan Juli mendatang, siapkah anda?
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Anda dapat melihat kutipan berita tentang uji ulang kompetensi guru bersertifikasi berikut ini:
Sebanyak 1.020 ribu guru bersertifikasi akan di tes ulang guna meningkatkan kualitas dan kompetensi mengajar.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Hal tersebut dikemukakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud, Syawal Gultom di Jakarta, Rabu (30/5). Menurut Syawal tes ulang dilakukan sebagai konsekuensi dari peningkatan kualitas mengajar setelah mendapat pendapatan tambahan dari tunjangan profesi dari pemerintah.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
“Melalui tes ulang ini kami akan mendapatkan pemetaan kompetensi para guru kita, apakah kualitas mereka akan meningkat atau tidak.Bagi yang tidak lulus tes kami akan adakan pembinaan,” ungkap Syawal Gultom.
Namun ia buru buru menegaskan bahwa tes ulang yang akan digelar tahun ini berbeda dengan uji kompetensi awal (UKA). Pada UKA, guru mengikuti tes uji berjuang mendapatkan kursi pelatihan dan sertifikasi. Sedangkan pada tes ulangan untuk mengevaluasi materi ajar dan pedagogisnya.

Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Adapun bentuk ujian tes ulang akan dilakukan secara online dan offline. Sistem ujian online ,soal dibuat secara acak melalui komputerdan hasil ujiannya dapat diketahui langsung setelah ujian berakhir.
Sedangkan bagi daerah yang belum memiliki fasilitas komputer atau internet ujian akan dilakukann secara tertulis.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Menyinggung belum cairnya dana sertifikasi guru di daerah pada triwulan kedua tahun ini, Syawal menegaskan pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya pada direktorat terkait. Dan direktorat tersebut melalui bendahara negara telah mentransfer dana sertifikasi ke dinas pendidikan daerah masing masing.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
“Jadi masalahnya sekarang ada pada sistem pencairan pada dinas pendidikan daerah setempat, saya dapat kabar mereka yang telat karena masih melakukan verifikasi ulang ,”ujarnya.
Pelaksanaan  Uji Ulang Kompetensi  Guru Sertifikasi , Jadwal Uji Ulang  Kompetensi Guru 2012            
Syawal berharap agar seluruh dinas pendidikan daerah segera mencairkan dalam waktu dekat agar para guru dapat menggunakana dana tersebut untuk kepentingan kesejahteraan mereka.
Sumber:
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/

Senin, 04 Juni 2012

INSPIRASI: SEPENGGAL KISAH DARI LAPANGAN TENNIS

Share

        Meski awalnya hanya ikut-ikutan, namun cinta Hari ’Powel’ Kustono pada  tenis lapangan begitu besar. Hidup dan matinya dipersembahkan untuk olahraga yang menggunakan raket dan bola karet ini.

Di komunitas pecinta olahraga tenis Kota Malang, nama Hari Kustono mungkin tak begitu akrab. Namun jika Anda menyebut nama Powel, mereka pasti langsung mengangukkan kepala sebagai tanda sangat familiar dengan nama itu. Ya, Powel merupakan penggila tenis. Di usia yang sudah melewati setengah abad, cintanya pada tenis tak luntur sedikit pun.

Powel mengenal tenis saat masih duduk di bangku SD. Saat itu, kakaknya yang bernama Rubai yang lebih dulu berkecimpung dengan olahraga tampel bola itu. Melihat kakaknya sangat menikmati permainan tenis, ia pun ketularan. Namun jangan bayangkan Powel langsung bergabung menjadi atlet. Ia mengawali langkahnya di dunia tenis mulai dari pengumpul bola.

”Saya berasal dari keluarga kurang mampu. Kebetulan rumah saya ada di daerah Bareng yang dekat dengan lapangan tenis, sehingga keluarga saya akrab dengan olahraga ini. Saya sendiri awalnya hanya menjadi caddy (pengumpul bola). Mau langsung main tentu tidak bisa. Harga raket mahal sekali sehingga saya tidak mampu membelinya,” beber Powel pada Familia Malang Post.

Ide Powel menjadi caddy di lapangan tenis Gajayana ternyata sangat cemerlang. Saat latihan tenis sedang break, ia bisa meminjam raket pemain untuk digunakan latihan. Tetapi oleh pemilik raket tersebut, Powel tidak diizinkan menggunakan secara maksimal agar tidak rusak. Paling-paling hanya boleh melakukan service.

Karena tidak bisa berlatih maksimal, sesekali Powel menggunakan tamplek yang terbuat dari kayu agar bisa menampol bola dengan kekuatan penuh. Cara ini cukup mengobati nafsu Powel bermain tenis.
Upah menjadi caddy sebesar Rp 10/jam dengan tekun dikumpulkan oleh Powel. Dengan tabungan itu pulalah, Powel akhirnya bisa membeli raket sendiri. Saat duduk di bangku kelas 5 SD, Powel mampu menunjukkan prestasinya dengan menjadi juara pertama kompetisi antar anak-anak.
”Sejak saat itu saya terus menekuni tenis. Ketika SMA, saya sempat diajak bermain tenis di Bali dan disekolahkan di sana. Namun setelah lulus SMA, saya kembali lagi ke Malang. Ke lapangan tenis Gajayana tempat saya mengenal tenis kali pertama,” ungkap Powel.
Karena sudah tidak memiliki tanggungan belajar di sekolah, intensitas Powel di lapangan tenis pun jadi semakin tinggi. Hampir setiap hari ia selalu berada di lapangan tenis. Pagi, siang, dan sore, selalu dihabiskannya di lapangan tenis yang hanya berjarak beberapa meter dari kediamannya itu.

Saat itu, Powel cukup sering menemani bapak-bapak pejabat bermain tenis. Entah sebagai caddy atau sebagai lawan main. Karena sering berinteraksi dengan pejabat, suatu kali Powel pun disuruh untuk mendaftar menjadi PNS. Hanya sekali mendaftarkan diri, ternyata Powel langsung diterima.
“Kali pertama bekerja sebagai PNS, saya sudah ditempatkan di lapangan tenis Gajayana. Orang-orang pemerintahan sepertinya sudah sangat hapal dengan kesukaan saya, jadi mereka menempatkan saya di bagian ini,” katanya.

Setelah menjadi PNS yang ditempatkan di lapangan tenis, intensitas Powel di lapangan pun semakin tinggi. Ia datang ke lapangan tidak hanya untuk bermain, tetapi juga melakukan segala aktivitas. Bahkan selama 10 tahun pertama menjadi pengawas lapangan tenis Gajayana, ia selalu tidur malam di lapangan.
”Kebetulan saya diserahi tugas menjaga 24 jam. Dari pada kepikiran di rumah, ya sudah, saya tidur malam sekalian di lapangan,” aku Powel. (nda/sir/han)

Tak Paksakan Anak Ikuti Jejak
Kecintaan Powel terhadap olahraga tenis ternyata menular kepada anak-anaknya. Tidak hanya satu atau dua anak saja yang ketularan hobi sang ayah, tetapi semua anak yang berjumlah tujuh orang.
Powel mengaku, ia memang sengaja menulari ketujuh anaknya dengan olahraga kesukaannya ini. Saat mereka kecil, Powel sudah mengajak mereka ke lapangan tenis. Entah sekadar jalan-jalan, duduk manis di bench atau ikut mengumpulkan bola ketika sang ayah bertanding.
“Saya memang menggilai tenis, tetapi bukan berarti saya memaksa anak-anak untuk seperti saya. Saya hanya mengajak mereka ke lapangan. Dengan sendirinya mereka menyukai olahraga ini,” beber pria berkumis ini.

Sebagai ayah, Powel enggan memaksakan kehendaknya kepada anak-anak. Ia pernah mendapatkan pengalaman yang kurang mengenakkan saat memaksakan kehendak kepada salah satu anaknya, yakni pada anak ketiga yang bernama Sellina. Saat Sellina SMA, ia ingin masuk kelas bahasa. Namun Powel menginginkan sang anak masuk kelas IPA.

Karena bukan jurusan pilihannya, Sellina pun jadi ogah-ogahan sekolah. Gara-gara itu juga, Powel pun dipanggil oleh kepala sekolah. Saat dipertemukan dengan sang anak, barulah Powel menyadari bahwa segala sesuatu yang dipaksakan memang tidak menguntungkan bagi si anak itu sendiri.

Karena tidak pernah memaksakan kehendaknya, anak-anak Powel pun jadi mencintai tenis dengan sepenuh hati seperti dirinya. Dan karena bermain dari hati, anak-anak Powel banyak yang mampu berprestasi. Sebut saja Yanuar Widi yang pernah menyumbangkan emas untuk Kota Malang di ajang Porprov II/2009 lalu.
”Selain Yanuar, adik-adiknya juga beberapa kali ikut kejuaraan. Seperti Wido Oksar dan Ollan Fajar. Mereka menjadi penerus kakaknya di ajang junior,” terangnya.

Selain mengikuti jejak sebagai pemain, anak-anak Powel juga mengikuti langkahnya menjadi pelatih untuk pemain pemula. Dengan menjadi pelatih, mereka bisa mendapatkan penghasilan sendiri dan membiayai sekolah dengan keringat sendiri.
”Sejak awal saya memang sudah mengajari anak-anak untuk hidup mandiri. Saya bekali mereka dengan ilmu tenis, mereka akan berupaya untuk mencari penghasilan dari ilmu yang sudah didapat. Dan syukurlah, usaha yang mereka lakukan sudah membawa hasil,” paparnya.


Acungi Jempol untuk Istri

Tak hanya bisa sekolah dan mendapat pekerjaan karena tenis, Powel juga mendapatkan istri berkat olahraga yang ditekuninya sejak tahun 1970-an ini. Begitulah yang diakui oleh pria kelahiran Malang, 14 Maret 1960 itu.
”Orang yang menekuni olahraga tenis memiliki imej yang keren, terutama di depan lawan jenis.
Mungkin gara-gara melihat saya main tenis, istri saya jadi kepincut. Makanya mau sama saya,” ujarnya sembari terkekeh.

Terlepas benar atau tidak perkiraan Powel, namun ia mengaku istrinya, Wiwid Sudarti merupakan sosok perempuan hebat. Walaupun hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi Powel mengaku istrinya jauh lebih kuat dari dirinya yang setiap hari mencari nafkah. Apalagi, sang istri merawat dan membesarkan tujuh anak dengan tangannya sendiri.
“Saya akui, istri saya ini orang hebat dan kuat. Dengan anak sebanyak ini, ia tak pernah terlihat lelah menjalani perannya. Apalagi saat anak-anak masih kecil. Setiap malam dia selalu bangun untuk membuatkan susu. Tapi paginya dia bangun paling awal untuk menyiapkan segala sesuatu tanpa terlihat lelah,” beber Powel.

Istri Powel juga tidak keberatan jika Powel membagi hatinya untuk tenis dan menghabiskan lebih banyak waktu di lapangan tenis dari pada di rumah. Tak hanya itu saja pengorbanan yang dilakukan oleh istri Powel. Ia juga rela pengeluaran keluarga banyak dianggarkan untuk tenis.
”Saat membawa anak-anak mengikuti kejuaraan, banyak biaya yang harus dikeluarkan. Istri saya  tidak protes karena apa yang saya lakukan ini demi kebaikan anak-anak juga,” terang pria yang sempat ditugaskan di bagian satpol PP saat lapangan tenis Gajayana direnovasi. (nda/han)


Fokus Melatih Anak-anak
Hari-hari Powel di lapangan tenis saat ini lebih banyak disibukkan untuk melatih. Siswa didiknya bukan atlet-atlet yang mengejar prestasi melainkan adalah atlet pemula yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Powel mengaku, dirinya memang sengaja fokus untuk melatih anak SD karena kemampuannya belum sampai ke taraf pelatih atlet profesional.
”Saya sadar diri, meski sudah terjun di olahraga tenis sejak tahun 1970-an, tetapi ilmu saya masih terlalu dangkal. Saya lebih enjoy mengajar anak-anak yang ingin belajar tenis dari dasar daripada melatih atlet yang dipersiapkan untuk kejuaraan profesional,” ungkapnya jujur.

Meski demikian bukan berarti Powel tak pernah melatih atlet untuk kejuaraan. Di tahun 2011 ia pernah mendapat amanah untuk melatih tim tenis Kota Malang yang akan berlaga di Porprov III. Saat itu ia gagal mempertahankan medali emas untuk Kota Malang dan hanya bisa mempersembahkan medali perunggu.
”Saat itu saya akui memang gagal. Belajar dari pengalaman ini, saya lebih baik melatih anak-anak yang ingin belajar tenis dari dasar. Kalau untuk mempersiapkan diri menjelang kejuaraan, saya sarankan untuk mencari pelatih lain,” sambung suami Wiwid Sudarti ini.

Powel sendiri menjadi pelatih tenis sejak tahun 1995. Ia memutuskan untuk menjadi pelatih karena himpitan ekonomi. Jika hanya bergantung pada gaji pegawai golongan rendah, tentu saja penghasilannya tidak cukup. Apalagi anaknya sangat banyak.

Kali pertama menjadi pelatih, ia melatih di Kostrad Div II. Selain itu, Powel juga banyak diminta oleh sekolah untuk melatih kegiatan ekstrakurikuler olahraga tenis. Meski banyak order melatih namun saat itu Powel belum mengantongi lisensi kepelatihan. Powel baru mengantongi lisensi kepelatihan level 1 di tahun 2009. 

Selain sibuk melatih di sana-sini, Powel juga mendirikan klub tenis sendiri yang dinamai Yanuar Tennis Club. Di klub yang hanya melatih anak-anak kecil ini Powel dibantu oleh anak-anaknya seperti Yanuar dan Oksar.
Bersama teman-teman pelatih tenis lainnya yang ada di lapangan tenis Gajayana, Powel juga mendirikan Perkumpulan Pelatih Tenis Stadion Gajayana. Ia dipercaya menjadi sekretaris di perkumpulan tersebut.
Copy Paste dari: http://www.malang-post.com

Senin, 28 Mei 2012

Haruskah Guru berbahasa Inggris di Kelas? OLEH: NANANG BAGUS SUBEKTI

Share

           Sebagai seorang guru, saya berpikir pada diri saya sendiri ‘apakah perlu saya menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas’? Kira-kira 5 tahun yang lalu, saya diundang beberapa sekolah untuk melatih para guru untuk berbicara bahasa Inggris. Alasannya pun sangat sederhana, yaitu sekolah ingin menjadi sekolah RSBI atau menjadi model sebuah sekolah yang pengantar pembelajarannya dengan bahasa Inggris. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman dan pandangan saya tentang perlu tidaknya sekolah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pembelajaran.

Tidak cukup lama para guru mengikuti program pelatihan kemampuan berbahasa Inggris, kira-kira 2-3 bulan saja. Semua guru bidang studi terlibat dalam pelatihan tersebut, dari latihan berbicara bahasa Inggris sederhana sampai latihan mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris. Menurut saya, waktu pelatihan selama 2-3 bulan meskipun intensive tidaklah cukup untuk membuat para guru yang tidak berlatar belakang guru bahasa Inggris tersebut bisa dengan cepat menguasai bahasa Inggris. Logika ini saya ambil dari hasil pengamatan saya terhadap beberapa guru bahasa Inggris yang ternyata tidak percaya diri (PD) untuk menggunakan bahasa Inggris di depan kelas apalagi para guru yang notabene bukan berlatar belakang bahasa Inggris. Bahkan mahasiswa-mahasiswa Indonesia di luar negeri yang berlatar belakang bahasa Inggris pun masih berjuang keras ketika harus memberikan presentasi dalam bahasa Inggris.

Penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan KBM telah menjadi trend di beberapa sekolah termasuk perguruan tinggi. Sebagai orang tua siswa tentu saya bangga dengan kebijakan tersebut. Namun sebagai orang tua yang peduli dengan kualitas pemahaman anak terhadap materi yang dipelajari dan diajarkan saya menjadi kawatir anak-anak justru tidak memahami dengan baik materi yang diajarkan, karena berjuang keras untuk belajar bahasa Inggrisnya.Dari analogi saya tersebut bisa disimpulkan jika pembelajaran dengan bahasa pengantar bahasa Inggris akan menggeser hakekat tujuan pembelajaran utama, misalnya anak-anak dan guru tidak lagi fokus dengan isi atau kepadatan materi yang diajarkan namun akan fokus dengan penggunaan bahasa Inggrisnya. Walhasil, pembelajaran sebuah mata pelajaran apapun dimungkinkan akan bergeser menjadi belajar bahasa Inggris.

Perlu kiranya kita mengambil sikap jika saat ini yang kita perlukan adalah berpikir pada kualitas pembelajaran bukan lagi pada kualitas tampilan seperti apakah gurunya berbahasa Inggris?, apakah sekolah mewajibkan gurunya berbahasa Inggris?, apakah gurunya mengabsen kehadiran siswa?, apakah gurunya menggunakan media pembelajaran yang tersedia? dan apakah gurunya berpakaian rapi? Menurut saya, contoh-contoh yang saya sebutkan tersebut sudah seharusnya menjadi perangkat wajib yang harus dikerjakan guru. Sudah saatnya sekolah dan guru berpikir lebih maju dari sekedar urusan berkas dan formalitas dengan membawa kegiatan KBM menjadi lebih bermakna.

Salah satu teori belajar yang mengatakan jika suatu pembelajaran dikatakan berhasil jika siswa mampu mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut dan mengaplikasikannya dalam konteks yang baru adalah SOLO Taxonomy. Menurut  SOLO Taxonomy  yang dikenalkan oleh John Biggs (http://www.johnbiggs.com.au/solo_taxonomy.html) kemampuan siswa tidak cukup hanya menyebutkan poin-poin yang dipelajari, namun siswa harus mampu menghubungkan poin-poin tersebut dan mengembangkan poin-poin tersebut sampai pada tataran kemampun untuk menambahkan poin baru atau mengaplikasikannya pada konteks yang berbeda. Menurut John Biggs ada 4 tahapan untuk mengukur keberhasilan belajar: (1) Uni-Structural; (2) Multistructural; (3) Relational; dan (4) Extended abstract. Jadi sudah saatnya sekolah dan guru tidak lagi berkutetan dengan formalitas atau aspek penampilan luar, tetapi sudah saatnya untuk melihat bagaimana anak-anak memproses informasi atau materi yang diajarkan di kelas. Perlu kiranya untuk bertanya, apakah siswa-siswa benar-benar belajar ketika duduk manis di dalam kelas? Apakah pikiran-pikiran siswa benar-benar terfokus pada materi yang diajarkan? Apakah guru benar-benar membuat siswa berpikir?

Saya memiliki pemahaman jika KBM yang ramai dengan siswa senang belum tentu menjadi indikator utama guru berhasil dalam melakukan KBM. Apalah artinya murid senang, kelas riuh gembira tetapi muridnya tidak memahami materi yang dipelajari? Apalah artinya KBM kelihatan  trendy dan modern dengan menggunakan bahasa Inggris tetapi siswa tidak memahami materi yang dipelajari? Apalah artinya siswa duduk manis di dalam kelas tetapi isi kepalanya tidak fokus memikirkan isi materi pelajaran? Akhirnya KBM selesai dan bel berbunyi, siswa tidak mendapatkan sesuati bermakna dari materi atau isi pelajaran, kecuali hati senang. Analogi saya adalah kita senang karena perut kenyang, tetapi yang kita makan bukanlah makanan bergizi kecuali hanya nasi putih dan garam saja yang jauh dari empat sehat lima sempurna.

Nah, lepas dari kebijakan pemerintah tentang penggunaan bahasa seperti yang tercantum dalam Permen No 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah  maupun trend yang terjadi di masyarakat, menurut saya sangat perlu sekolah dan guru untuk memikirkan baik-baik ketika akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran sehingga tujuan utama belajar tidak mengalami pergeseran.

Akhir kata, penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar dalam KBM bukanlah sebuah indikator mutlak untuk menyebut sekolah atau kelas tersebut berkualitas baik. Apalah artinya menggunakan bahasa Inggris terus-menerus tetapi siswanya memiliki kemampuan pemahaman materi yang dangkal bukan yang mendalam (deep understanding). Namun penggunaan bahasa Inggris di dalam kelas, sangat cocok untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Justru akan serasa aneh jika mata pelajaran bahasa Inggris, gurunya tidak bisa berbahasa Inggris.


Silahkan membaca tulisan saya tentang kualitas dan guru dan hasil pembelajarannya http://subekti.com/2012/03/21/benarkan-guru-hebat-melahirkan-siswa-heb

Lady Gaga, Lady Gagal & Lady Gagak

Share

Istilah Lady Gagal muncul di tengah hiruk pikuk protes dan penolakan penyanyi Lady Gaga. Maksudnya, Lady Gaga batal konser.

Penyanyi yang bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu rencananya bakal konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, pada 3 Juni 2012. Awal Maret 2012, pihak penyelenggara membuka penjualan tiket. Sekitar 50 ribu tiket ludes, dibeli oleh para penggemarnya yang disebut little monster.

Bersamaan dengan penjualan tiket, suara protes terhadap Lady Gaga muncul. Beberapa organisasi masyarakat (ormas) menolak kedatangan penyanyai asal Amerika tersebut.

Lady Gaga dianggap pemuja setan dan vulgar. Dari cara berpakaiannya, penyanyi berjulukan Mother Monster itu kerap membawa simbol setan seperti memakai benda di kepala mirip tanduk.

Penggunaan 'tanduk' tersebut mengarah kepada salah satu simbol setan yakni Baphomet. Sosok Baphomet digambarkan sebagai setengah manusia, setengah kambing sosok atau kepala kambing.

Tidak hanya itu, beberapa lirik lagunya dianggap menghina Tuhan. Salah satu yang dikecam adalah lirik lagu berjudul Judas. Derasnya penolakan menjadi pertimbangan untuk pihak manajemen Lady Gaga. Pada Minggu 27 Mei 2012, pihak penyelenggara Big Daddy Entertainment mengumumkan konser yang bertajuk Born This Way Ball batal.

Pembatalan konser tersebut diminta langsung oleh manajemen Lady Gaga. Alasannya sangat beragam, salah satunya adalah terkait keamanan. Manajemen Lady Gaga tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan untuk Lady Gaga dan penonton, jika konser tersebut dipaksa untuk dilanjutkan. Lady Gagal.

Setelah pengumuman resmi kebatalan konser, muncul lagi istilah baru Lady Gagak. Istilah ini muncul di internal Front Pembela Islam (FPI), salah satu ormas yang menentang keras Lady Gaga.

Para anggota FPI menerima pesan singkat yang bercerita soal Lady Gagak pada Senin (28/5/2012). Isinya mengolok-olok Lady Gaga yang gagal konser. Berikut isi pesan tersebut:

Lady Ga Ga bertanya kepada manajernya: "Apa syarat saya tampil di Indonesia?" Manajernya menjawab: "Kamu mesti pakai kebaya dan kerudung serta pegang rebana nyanyi qosidahan"

Lady Ga Ga bertanya lagi: "Kalau saya tdk mau ?! Managernya menjawab : "Kamu mau ditangkap dan diikat lalu digunduli, semua rambut dan bulumu mau dicukur habis, lalu disiram OLI, shg kamu jadi Lady GAGAK sungguhan !!"

Lady Ga Ga pun membatalkan konsernya di Indonesia sambil berseru : "iih....sereeeeem..!!!"


Cukup, cukup sudah soal Lady Gaga yang gagal konser karena takut menjadi 'Lady Gagak'. Perhatian masyarakat terlalu tersedot ke penyanyi kontroversial tersebut.

Banyak persoalan lain yang juga penting untuk disorot seperti dangdut koplo di daerah-daerah yang tampil seronok. Penampilan penyanyinya tidak kalah seksi dan liriknya tidak kalah kontroversial.

Copypaste from: http://nasional.inilah.com

Senin, 16 April 2012

Daftar Nama Calon Peserta Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 106 Universitas Negeri Padang Kuota Tahun 2012

Share

     Pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2012 adalah berbasiskan prodi LPTK penyelenggara, sehingga peserta yang mengikuti PLPG pada suatu rayon LPTK tidak hanya berasal dari daerah tempat LPTK berada, akan tetapi juga dari daerah/propinsi lain yang prodinya tidak ada pada LPTK di daerah/propinsi tersebut.
Daftar Nama Calon Peserta Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Rayon 106 Universitas Negeri Padang Kuota Tahun 2012 dapat dilihat pada tautan di bawah ini:
1. Sumatera Barat
2. Sumatera Utara
3. Sumatera Selatan
4. Nanggroe Aceh Darussalam
5. Riau
6. Kepulauan Riau
7. Jambi
8. Bengkulu
9. Bangka Belitung
PLPG direncanakan mulai minggu kedua Mei 2012, diharapkan kepada calon peserta selalu melihat informasi jadwal PLPG di situs ini.
Bagi peserta yang salah bidang studi sertifikasi, silahkan menghubungi kantor dinas pendidikan setempat untuk diproses lebih lanjut.
TTD.
PSG Rayon 106 UNP

Sumber: http://sertifikasi-guru.unp.ac.id/

Minggu, 15 April 2012

MAMAN ANAK PENGGALI PASIR DAN CITA-CITA YANG DISIMPAN

Share

         “Pulang sekolah nanti, setelah sholat dan makan kamu langsung menyusul ibu  di sungai. Ada pesanan pasir batu kerekel dua truck besok. Jangan lupa membawa sekop dan palunya,” pesan ibuku saat aku berpamitan berangkat sekolah.
            “Iya, Bu,” jawabku singkat.
            Pesan seperti itu selalu aku terima saat aku berpamitan berangkat ke sekolah. Aku lalu menyusuri jalanan tanah berdebu tanpa di aspal di desaku. Ya, karena memang sampai hari ini pembangunan seperti di kota-kota tidak pernah sampai ke desaku. Kulihat dari kejauhan bapakku dan beberapa orang sudah melakukan pekerjaannya sebagai pengeruk pasir. “Heh...,”aku mengambil napas panjang.  Ada perasaan tidak enak melihat begitu berat pekerjaan yang harus dilakukan bapak. Ia harus menyelam, mengais-ngais, mengangkat pasir ke atas sampan dan mengangkut pasir ke pinggir sungai lalu meneruskannya ke atas truck untuk mendapat uang beberapa puluh ribu. Kadang-kadang dia mencari batu kali untuk tambahan penghasilan. Begitupun pekerjaan ibuku, jika sedang ada pesanan dalam jumlah banyak seperti saat ini, ibu memecah batu kali yang besarnya segenggam menjadi batu kerekel istilah di kampung kami. Entah mengapa pasir, batu kali dan batu kerekel tiada habis-habisnya walau setiap hari orang-orang di kampung kami mengambilnya. Mungkin begitulah Tuhan memberi rezeki pada hambaNya.

            Siang harinya sepulang sekolah, aku cepat-cepat pulang, sholat dan makan, lalu bersiap-siap menyusul ibu di tepi sungai. Setiba disana, aku melihat kakak dan ibuku duduk di bawah atap yang terbuat dari daun ilalang. Mereka tampak lelah dan kepanasan. Memang, udara terasa sangat panas siang itu. Di sungai, aku melihat beberapa orang mencari pasir dan batu kali.  Tidak  memandang laki-laki atau perempuan dalam pekerjaan itu. Mereka menggambil pasir dan batu sungai lalu membawanya ke tepian sungai dan menatanya menjadi tumpukan yang rapi sekali. Sedikit demi sedikit pencari pasir menumpahkan hasil cariannya di tepian sungai hingga menjadi gundukan besar.
            Tumpukan batu menyambut kedatanganku.
“Maman cepat, bantu kakakmu. Besok pasirnya akan diambil oleh pemesannya,” kata ibu begitu aku duduk.
            Kakak diam saja tanpa bicara. Kakakku lebih tua lima tahun dariku.O ya, aku perkenalkan nama kakakku adalah Masdi. Setelah lulus SMP, dia tidak melanjutkan sekolah. Sehari-hari dia hanya mengeruk pasir dari dasar sungai dan mencari batu lalu memecahnya dengan palu.  Sebenarnya ibu dan bapak menyuruhnya sekolah, tetapi dia tidak mau. Katanya, sekolah itu sulit,  dan lebih enak mencari uang. Selain itu, kakak tahu benar keadaan orangtua yang pastinya sangat berat membayar biaya pendidikan yang mahal.
            Aku pun segera mengambil batu. Kali ini aku tidak turun ke sungai untuk menyelam mencari pasir karena bapak melarang aku dan bapak menyuruh aku membantu ibu saja memecahkan batu menjadi kerekel karena nanti sore orang yang memesannya akan segera mengambilnya. Satu demi satu aku pecahkan batu sehingga menjadi kerekel. Aku memukul dengan cepat sekali agar pekerjaan ini cepat selesai.
            “Aaaawwww,” pekikku terkejut.
Tanpa sengaja,  palu menghantam jari-jariku dengan keras.
            Kakak dan ibu terkejut.
            “Ada apa Maman?” tanya ibuku.
            “Tangan saya terkena palu, Bu,” jawabku menahan rasa sakit.
            “Baru saja mulai, kamu sudah kerkena palu. Aku dan ibu sudah mulai sejak pagi tadi tapi  tidak ada masalah,” ucap kakakku.
            “Ya, Kak,  maunya cepat-cepat biar cepat selesai, eh malah terpukul.”
            “Makanya kalau bekerja jangan setengah hati,” kata kakakku lagi.
            “Ya, ya. Aku sungguh-sungguh.” Aku tidak tega melihat wajah ibu dan kakak yang begitu letih bekerja seharian, bagaimanapun aku harus membantunya.
            “Hati-hati,” pesan ibu.
Aku mengangguk, lalu kembali melanjutkan pekerjaanku. Walaupun jariku terasa sakit karena memar, tapi aku paksakan juga memecah batu. Sore harinya, barulah kami pulang walau belum selesai memecah batu semuanya. Ibu memperkirakan jumlah kerekelnya sudah hampir satu truck.
Setiba di rumah, hari sudah gelap. Aku melihat wajah bapakku tampak tua dan letih. Bapak telah berusaha keras dengan susah payah menghidupi kami sekeluarga. Bapak dan ibu membanting tulang agar kami dapat bertahan walau hidup sederhana. Bahkan bapak telah memberiku kesempatan untuk menuntut ilmu di bangku sekolah.
***
            “Tanganmu kenapa, Man?” tanya Juki saat melihat tanganku yang berwarna hitam kebiruan.
            “Kemarin tanganku terkena palu saat aku memecah batu,” jawabku.
“Kukuku juga pernah terkena palu, bahkan lepas. Ini bekasnya masih ada,” kata Juki sambil menunjukkan jarinya yang tiada berkuku. “Tapi kejadian itu justru memberiku ilham,” ucap Juki.
“Ilham apa?” tanya Pendi heran.
“Suatu saat nanti, aku ingin memiliki mesin pemecah batu. Seperti parut kelapa, beras dan ketela itu, tetapi yang diparut  batu. Jadi, aku dan orangtuaku tidak perlu lagi memukul batu melainkan tinggal memasukkannya ke dalam alat itu dan keluarnya sudah menjadi kerekel.”
“Bisa jadi yang keluar tepung batu,” sela Pendi.
“Ha...ha...ha...,” kami tertawa serentak.
“Idemu hebat, Juki. Orang-orang sini tidak lagi harus kepanasan dan duduk seharian sambil memecah batu,”  ucapku.
“Terus apa pekerjaan orang-orang nanti kalau sudah ada mesin pemecah batumu?” tanya Pendi.
“Ya, mereka bisa tetap menjadi pencari batu tetapi tidak perlu lagi memecahnya tinggal menggundang saya dan memberi saya upah,” jawab Juki.
“Bisa jadi penghasilan orang-orang menurun karena harus membayar kamu,” protes Pendi.
“Tidak mahal kok. Harganya harus lebih murah dari pada memberi ongkos orang yang  memecah batu seharian dan lebih cepat lagi,” bela Juki.
“Kalau aku, aku ingin menciptakan mesin yang bisa menggali, mengeruk dan menyedot pasir sehingga bapak dan orang-orang sini tidak perlu  melakukan pekerjaan itu. Mereka tinggal menjualnya saja dan mendapatkan uang yang banyak karena dalam sehari mesin itu bisa menghasilkan pasir yang banyak.  Mereka tidak perlu menyelam  dan berendam lagi setiap hari sehingga kulit mereka tidak hitam lagi,” tuturku.
“Idemu juga hebat, Man. Jadi kamu ingin menjadi penjual pasir seperti bapakmu? Apa kalian tidak bercita-cita menjadi guru, dokter, penulis, pegawai negeri atau apapun yang lebih baik dari orangtua kita?” sela Pendi.
“Ya tentu saja. Kalau orang tua kita mempunyai banyak uang kan bisa menyekolahkan kita sampai kuliah. Kalau terus-terusan pekerjaannya mengeruk pasir dan menjadi pemecah batu, bagaimana kita bisa sekolah yang tinggi?” bela Juki.
“Tapi kapan cita-citamu itu terwujud?” tanya Pendi lagi.
“Ya, nanti dulu, masih lama. Sekarang aku masih mau sekolah dulu yang sungguh-sungguh. Aku mau belajar yang rajin agar nanti bisa merancang alat yang canggih sehingga desa kita menjadi penghasil pasir dan kerekel yang besar,” tutur Juki.
“Wah, masih lama dong, ha...ha...ha...,” kami pun tertawa mendengarnya.
“Kalau kamu, apa cita-citamu, Pendi?” tanyaku pada Pendi.
“Aku ingin menjadi guru seperti Pak Umar. Pak Umar cara mengajarnya enak sekali, aku betul-betul mengaguminya. Dia selalu memberi kita semangat sehingga aku tidak takut bercita-cita,” tutur Pendi penuh penghayatan.

 Siang itu kami melangkah pulang dengan gembira. Rasa lelah sepulang sekolah kini telah sirna. Dalam hati kami masing-masing kini terbesit satu tekad yang kuat. Kami ingin belajar dengan sungguh-sungguh. Kami ingin sekolah yang tinggi, walau orang tua kami adalah tukang pencari pasir dan batu sungai dan pemecah batu kali untuk dijadikan kerekel, tetapi kami tidak boleh berhenti bercita-cita. Kami harus bisa mewujudkan cita-cita kami. Kami tidak boleh menyerah pada keadaan. Kami yakin jika ada niat yang kuat pasti ada jalan. Kami tidak boleh berhenti berusaha memperbaiki kehidupan. Kami harus terus bekerja membantu orang tua dan belajar yang tekun. Kami tidak serapuh batu sungai yang mudah dipecah. Tekad kami sekuat baja dan batu karang di lautan.
$$$$

Rabu, 11 April 2012

HASIL RISET: Soft Drink Pengaruhi Jantung Anak

Share

Anak-anak yang terbiasa mengonsumsi minuman ringan berkarbonasi atau soft drink memiliki risiko tinggi mengembangkan penyakit kardiovaskuler di kemudian hari, berdasar penelitian medis Westmead Millennium Institute.

Dalam penelitian tersebut, gejala awal penyakit kardiovaskuler terdeteksi dari penyempitan pembuluh darah di area mata anak-anak. Penelitian dilakukan dengan mengamati hubungan antara karbohidrat, termasuk gula, dan kesehatan retina anak.

Hampir 2.000 anak usia 12 tahun terlibat dalam penelitian ini. Mereka menjalani pengambilan gambar retina di Pusat Penelitian Mata di Universitas Sidney. Hasilnya, penyempitan pembuluh darah retina terlihat pada anak-anak dengan asupan lebih dari 274 gram karbohidrat dan gula sehari.

Penelusuran lebih lanjut mengungkap sumber utama karbohidrat dan gula itu adalah minuman ringan berkarbonasi atau soft drink. Dan, kondisi penyempitan retina terparah terlihat pada anak yang mengonsumsi setidaknya segelas soft drink setiap hari. Jadi Peringatan
Pemimpin penelitian, Bamini Gopinath, mengatakan, kesehatan pembuluh darah retina memberi indikasi akurat terkait kesehatan pembuluh darah seluruh tubuh. "Kami memang perlu melakukan penelitian lebih lanjut, tetapi sudah menjadi peringatan bagi orangtua dan anak untuk mengurangi asupan karbohidrat dan gula," katanya, yang dikutip Sydney Morning Herald.

Mengurangi asupan mengandung karbohidrat dan gula tinggi seperti soft drink memainkan peran penting dalam mengurangi risiko penyakit jantung, sekaligus menekan angka kematian dini dalam jangka panjang.

Ahli gizi Rosemary Stanton menambahkan, penelitian tersebut menambah bukti bahwa konsumsi minuman ringan buruk bagi kesehatan secara keseluruhan. "Tidak ada keuntungan dari minuman ringan," kata Stanton menyoal hasil penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition bulan ini. (ren)
(Sumber: www.vivanews.com)

Selasa, 20 Maret 2012

BANJIR PENGUNJUNG, SITUS INFO HASIL UKA SERTIFIKASI GURU DOWN..

Share

 Untuk Bapak dan Ibu Guru yang telah mengikuti test uji kompetensi Awal sertifikasi guru 2012 yang telah dimelaksanakan pada tanggal 25 Februari 2012 kemarin, sekarang pengumumannya bisa anda lihat di website sergur (dot) kemdiknas (dot) go (dot) id.

Sebenarnya pengumuman sertifikasi guru 2012 Uji Kompetensi tahap Awal UKA akan diumumkan pada tanggal 18 maret kemarin tetapi ditunda, tidak jelas apa yang menyebabkan penundaan pengumuman sertifikasi guru 2012 itu. Tapi sekarang walaupun pengumumannya bisa di akses, kemungkinan anda akan kesulitan membuka website resminya. (Saya sendiri antara yakin dan tidak yakin bisa mengaksesnya pada hari senen pagi kemaren. Ketidak yakinan saya disebabkan pengumuman resminya adalah hari kamis tanggal 22 Maret 2012 besok).

Menurut pantauan saya setelah membuka situs www (dot) sergur (dot) kemdiknas (dot) go (dot) id  sangat sulit sekali dibuka bahkan untuk melihat pengumuman sertifikasi guru 2012 tahap awal atau UKA sendiri, kadang kadang situsnya gak mau menampilkan data.

Kemungkinan pengumuman sertifikasi guru lewat situs sergur (dot) kemdiknas (dot) go (dot) id ini overload untuk jumlah pengunjungnya sehingga mengakibatkan server dari situs yang digunakan untuk melakukan pengumuman ini menjadi down, semoga masalah ini cepat teratasi, akan tetapi apabila kita terus me refresh halaman tersebut dengan menekan F5 kadang kita bisa masuk ke situs pengumuman sertifikasi guru ini, akan tetapi loadingnya sangat lambat sekali, hal ini bisa di mengerti karena saking banyaknya orang yang mengakses halaman ini, sehingga menjadikan lambatnya pengumuman tersebut muncul.

Hal yang perlu di siapkan adalah kriteria untuk menampilkan daftar peserta sertifikasi guru 2012 per kab/kota. Pencarian untuk mencari peserta melalui nomor peserta.

Nah, bagi anda yang memang ingin segera mengetahui pengumuman sertifikasi guru 2012 tahap uji kompetensi awal UKA anda harus bersabar, saya sarankan untuk anda buka pada tengah malam (sekalian bangun untuk shalat Tahajjud) karena mungkin sudah tidak overload lagi untuk website sergur (dot) kemdiknas (dot) go (dot) id.

Semoga nama Bapak dan Ibu guru sekalian ada dalam pengumuman sertifikasi guru ini, dimana ini masih dalam tahap UKA.

Senin, 19 Maret 2012

INILAH LANGKAH Mensearch Pengumuman Hasil UKA Sertifikasi Guru 2012

Share

 Pengumuman hasil Uji Kompetensi Awal atau UKA sertifikasi guru 2012 sudah bisa diketahui. Selamat bagi yang lulus dan semoga informasi hasil UKA ini bermanfaat. Dan buat yang belum lolos, jangan bersedih hati ya !

                          Berikut sedikit pernyataan dari website resmi nya
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan
Nomor 12344/J/KP/2012 tanggal 16 Maret 2012
tentang Penetapan Kelulusan Peserta Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2012, dengan ini diumumkan peserta yang dinyatakan lulus UKA dan berhak mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) tahun 2012 sebanyak 248.733 orang.

Untuk melihat nama nama peserta yang lulus UKA, langsung saja pergi kesini
 atau search di google http://www.sergur.kemdiknas.go.id

Untuk langkah-langkah pencariannya. Pertama silahkan anda masuk ke web http://sergur.kemdiknas.go.id/index.php?pg=home. Ini saya sarankan berhubung web resmi ini lagi dalam proses rekapitulasi data dan error (kemungkinan besar tanggal 22 Maret akan normal kembali saat pengumuman resmi) karena banyaknya trafik kunjungan ke web kemdiknas ini.

Setelah anda berhasil maka akan tampil tampilan seperti berikut ini di layar komputer anda:


Klik "Hasil UKA", maka akan muncul tampilan sbb:

Selanjutnya masukan nama Provinsi, kabupaten kota dan jenjang pendidikan. Contoh yang saya coba adalah Provinsi Sumatera Barat, Jenjang SMP, dan Kota Bukittinggi lalu Klik "Tampilkan":



Inilah contoh Hasil UKA Guru untuk jenjang Pendidikan SMP untuk kota Bukittinggi:

Contoh Hasil UKA SD Kota Bukittinggi:


Contoh Hasil UKA SMK Kota Bukittinggi:


Contoh Hasil UKA SMP Kota Sawahlunto:


SELAMAT MENCOBA,  SEMOGA KAWAN-KAWAN GURU LULUS UKA DAN SUKSES!!

SELAMAT! SUMBAR PERINGKAT 10 BESAR UKA NASIONAL

Share


   Dunia Pendidikan Sumatera Barat  kembali dapat nilai plus alias predikat membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil akhir Uji Kompetensi Awal (UKA) Guru tahun 2012, yang diumumkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kemarin (16/3), Sumbar masuk sepuluh besar provinsi yang mendapat nilai rata-rata tertinggi. Nilai rata-rata hasil UKA guru Sumbar adalah 42,7.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyebutkan, propinsi yang memiliki nilai rata-rata UKA tertinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan nilai rata-rata 50,1.

Setelah DIY, propinsi yang masuk 10 besar adalah propinsi DKI Jakarta (49,2), Bali (48,9), Jawa Timur (47,1), Jawa Tengah (45,2), Jawa Barat (44,0), Kepulauan Riau (43,8), Sumatera Barat (42,7), Papua (41,1) dan Banten (41,1).

Sedangkan untuk nilai tertinggi nasional adalah 97,0 dan nilai terendah adalah 1,0. Sehingga, rata-rata nasional nilai UKA 2012 ini adalah 42,25 dengan standar deviasi 12,72.

 ‘’Dengan berat hati, saya harus menyebutkan bahwa 5 provinsi yang memperoleh nilai rata-rata terendah, antara lain Maluku (34,5), Maluku Utara (34,8), Kalimantan Barat (35,40), Kalimantan Tengah (35,5), dan Jambi (35,7),’’ ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat memaparkan pemaparan hasil UKA 2012 di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3) sore.

Nuh mengaku kecewa dengan hasil UKA guru tahun 2012 ini yang cukup rendah. Yakni rata-rata nasional hanya mencapai angka 42,25. ‘’Jika dikatakan kecewa ya mau bagaimana lagi. Kenyataannya memang seperti ini. Tapi setidaknya, saya bisa mengatakan bahwa UKA ini cukup jujur. Inilah kondisi guru-guru kita. Kita harus hadapi,’’ ungkap Nuh.

Menurut dia, di dalam pelaksanaan UKA 2012 ini, ada sebanyak 285.884 orang guru yang mendaftar. Akan tetapi, yang mengikuti ujian hanya 281.016 orang guru. Sedangkan sisanya 4.868 orang guru tidak mengikuti ujian. ‘’Mungkin yang tidak mengikuti ujian ini karena alasan sakit atau lainnya,’’ imbuhnya.

Jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya, mantan Rektor ITS ini menerangkan ada sekitar 211.858 orang guru lulusan S1, 34.614 orang guru lulusan D2, 19.039 orang guru lulusan SMA, dan sisa lainnya lulusan SMP, SMA, D1, D3, S2 dan S3. ‘’Dari ratusan ribu guru yang mengikuti uji kompetensi, yang lulusan S3 hanya 9 orang. Tapi mungkin saja jurusan S3 yang diambil bukan jurusan pendidikan,’’ imbuhnya.

Dengan adanya hasil tersebut, Nuh menyimpulkan bahwa distribusi nilai UKA 2012 perlu dirancang secara khusus untuk pendidikan dan latihan guru dalam rangka sertifikasi serta perencanaan yang matang. ‘’Yakni, mulai dari metodelogi dan materi agar kompetensi guru setelah mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) memperoleh hasil yang signifikan,’’ tukasnya. 

Nuh mengatakan, pemerintah akan lebih memfokuskan pada guru-guru baru dan akan menjadi prioritas pemerintah ke depannya. ‘’Rencana pemerintah ke depannya memang ingin memasukkan lulusan yang baik. Yang sudah terlanjur disertifikasi biar saja. Tapi pastinya ke depan akan tertutup (diisi, red) dengan guru-guru yang lulusannya baik. Sehingga, akan jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya,’’ ujarnya.

Namun begitu, Nuh juga mengakui cukup lega karena pemerintah akhirnya memiliki data untuk pemetaan kondisi guru di Indonesia. Data ini, lanjut Nuh, juga sebagai data pendukung data lainnya. Yakni, data pemetaan Ujian Nasional (UN) dan data kondisi fisik sekolah.

‘’Nanti semuanya akan disatukan semua. Sehingga pemerintah dapat memiliki data utuh mulai dari hasil UN dan nilai akademik siswa, tingkat kompetensi gurunya, dan kondisi fisik,’’ jelasnya. 

Walaupun Sumatera Barat termasuk dalam 10 besar, jangan terlalu bangga dulu, adakah nama kita di antara yang lulus itu.. Semoga Allah memberkati dan meluluskan semua guru-guru di Sumbar.


Berikut ini adalah statistik UKA 2012:
Berbahagialah yang telah memperoleh nilai tertinggi UKA Sergur 2012 yakni sebagai berikut:

- Desi Dwi Jayanti dari TK Islam Nurul Iman, Kabupaten Bogor dengan nilai 90,
- Nurfatah dari SD 8 Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Sumsel dengan nilai 80,
- Melany Wiwanty Parulian Mukuan dari SMP Advent Amurang Kabupateng Minahasa Selatan,    Sulawesi Utara dengan nilai 87,5,
- Gatot Priadi dari SMAN 1 Karas Kabupaten Magetan Jawa Timur dengan nilai 90.
 
Yang mendapatkan nilai tertinggi tersebut tentunya akan otomatis Lulus UKA 2012 dan berhak mengikuti PLPG Selamat!!

Sedangkan nilai rata-rata UKA secara Nasional adalah 42,25. Kabupaten Kota yang mendapatkan nilai rata-rata tertinggi melebihi rata-rata nasional adalah sebagai berikut:
- Kota Blitar sebesar 56,41,
- Kota Sukabumi sebesar 55, 88,
- Kabupaten Gresik 55,41,
- Kota Malang 53,71,
- Kabupaten Jembrana, sebesar 53,63,
- Kota Magelang 53,62,
- Kota Surakarta sebesar 52,49,
- Kota Pasuruan 52,30,
- Kota Denpasar sebesar 52,23, dan
- Kabupaten Banyumas sebesar 52,23.

Sedangkan untuk Propinsi dengan nilai rata-rata tertinggi adalah sebagai berikut:
- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (50,1)
- DKI Jakarta (49,2),
- Bali (48,9),
- Jawa Timur (47,1),
- Jawa Tengah (45,2),
- Jawa Barat (44,0),
- Kepulauan Riau (43,8),
- Sumatera Barat (42,7),
- Papua (41,1) dan
- Banten (41,1).

Untuk provinsi yang memperoleh nilai rata-rata terendah, adalah
- Maluku (34,5),
- Maluku Utara (34,8),
- Kalimantan Barat (35,40),
- Kalimantan Tengah (35,5), dan
- Jambi (35,7),