Natural, Informative And Educative

Natural, Informative And Educative
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 75, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MARHABAN YA MUHARRAM. SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU ISLAM 1442 H" Mohon maaf lahir batin

Rabu, 22 Juni 2011

PETUNJUK PELATIHAN UNTUK ATLIT MUDA

Share

        Kesuksesan di arena pada umumnya adalah hasil dari perencanaan, kerja keras, dan komitmen, dan tidak kecuali dalam pelatihan atletik. Semua atlit yang sukses maupun individu terlatih dan melampaui aktivitas phisik tertentu pada umumnya sudah mengikuti suatu program pelatihan jangka panjang yang dirancang dengan baik di atas beberapa tahun. Dalam bidang olahraga, pelatihan adalah proses dari latihan progresif berulang atau pekerjaan guna meningkatkan potensi untuk pencapaian jumlah maksimum. Untuk atlit, program pelatihan jangka panjang ini yang kondisi jiwa raga kepada pokok-pokok kompetisi dan mendorong kearah di dalam pencapaian keunggulan.
Walaupun banyak pelatih dan instruktur yang berkompeten pada perancangan program pelatihan musiman, adalah penting untuk dilihat di luar pendekatan jangka pendek ini dan rencana untuk pengembangan atlit jangka panjang. Sesuai Pelatihan, Atletik harus dimulai pada masa kanak-kanak, sehingga atlit semakin dapat dan secara sistematis mengembangkan jiwa raga untuk mencapai keunggulan jangka panjang dibanding jangka pendek/singkat.
Terlalu sering, program olahraga anak-anak meniru program atlit elit yang mereka kenal, baik yang prestasi nasional maupun prestasi internasional, yang bagi mereka sudah menarik hati imajinasi dari atlit muda dan pelatih mereka. Program seperti itu adalah sering ditiru secara detil, tanpa mengevaluasi derajat tingkat itu apakah sesuai dengan minat dari atlit muda yang mereka layani. Para pengikut program seperti itu sering mengatakan jika program untuk Michael Jordan atau Pete Sampras, adalah  program untuk atlit aku juga! Pelatih yang biasanya mempergunakan program ini dengan bijak, sedikit mempunyai latar belakang  pengetahuan biologis tentang anak-anak dan dengan tidak adanya panduan konsep seperti prinsip-prinsip latihan. Anak-anak maupun orang dewasa, mereka mempunyai karakteristik fisiologis berbeda yang harus diperhitungkan. Bab ini membicarakan empat petunjuk pelatihan untuk atlit muda.
Mengembangkan Program Pelatihan Jangka panjang
Dalam waktu jangka panjang, beberapa pelatih mengusulkan melakukan latihan khusus olahraga dari usia dini adalah cara yang terbaik untuk mengembangkan suatu program pelatihan optimal. Beberapa ahli fisiologi olahraga mengambil konsep tua ini, yang mana beberapa pelatih pun masih menggunakannya pada hari ini, dan mengembangkannya ke dalam suatu prinsip pelatihan. Mereka mengusulkan bahwa untuk menghasilkan cara paling cepat adalah harus melakukan suatu program pelatihan berikut:
·        Penggunaan sistem energi yang dominan dalam olahraga itu dapat ditentukan. Sebagai contoh, seorang pelari cepat harus menyelesaikan lomba lari jarak pendek, dan  atlit lari jarak jauh harus melatih  sistem energi aerobic.
·        Ikuti keahlian ketrampilan motorik, maksudnya atlit itu harus memilih latihan yang meniru keterampilan dan melibatkan kelompok otot yang mereka gunakan untuk melaksanakan suatu kecakapan teknis.
Fakta bahwa riset laboratorium menunjukkan ketegasan pelatihan itu mengakibatkan adaptasi lebih cepat, mendorong ke arah kenaikan pencapaian lebih cepat, tidak berarti bahwa pelatih dan atlit harus mengikutinya dari awal sampai ahkhir kematangan phisik.
Ini adalah pendekatan yang sempit yang dilakukan untuk atlit muda, di mana satu-satunya lingkup pelatihan adalah menuju keberhasilan dengan hasil cepat, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di masa datang terhadap atlit muda itu. Di dalam usaha mereka untuk mencapai hasil yang cepat, pelatih memforsil atlit dengan pelatihan yang sangat intensive dan spesifik tanpa menggunakan waktu untuk membangun suatu dasar yang baik. Ini adalah seperti berusaha untuk membangun suatu bangunan yang bertingkat namun memiliki dasar pondasi yang lemah. Sungguh, konstruksi seperti itu adalah kesalahan yang akan mengakibatkan bangunan itu roboh. Demikian juga, memberi sedikit harapan kepada atlit untuk memusatkan pengembangan mereka di dalam satu olahraga sebelum mereka siap secara phisik dan secara psikologis adalah sering menimbulkan permasalahan.
·        Dapat mendorong kearah pengembangan secara sempit bagian otot dan fungsi organ  tubuh.
·        Dapat mengganggu keseimbangan biologis dan perkembangan phisik yang harmonis, prasyarat kematangan phisik atlet, dan pengembangan kesehatan seorang atlit.
·        Dalam jangka panjang, dapat mengakibatkan kelelahan otot berlebihan, overtraining, dan bahkan cedera.
·        Dapat berakibat dampak negatif pada kesehatan mental anak-anak, oleh karena tekanan yang tinggi,  jenis pelatihan ini menciptakan dan keikutsertaan  kompetisi banyak orang.
·        Dapat mengganggu perkembangan hubungan sosial anak, seperti kurang bergaul diluar  kegiatan olahraga, karena aktivitas  dan waktu  pelatihan  yang padat.
·       Dapat mempengaruhi motivasi anak-anak, sebab program penuh tekanan, membosankan, dan kekurangan waktu untuk bermain. Sering atlit muda  berhenti/ meninggalkan olahraga sebelum mengalami pematangan psikologis dan fisiologis.  sebagai konsekwensinya, atlet muda dan orang yang berbakat tidak pernah menemukan bakatnya  dan bagaimana bisa mengembangkannya.
Pengembangan Multilateral
Adalah penting untuk atlet  muda untuk mengembangkan berbagai ketrampilan pokok guna membantu mereka menjadi atlit baik sebelum mereka mulai pelatihan olahraga spesifik. Ini disebut pengembangan multilateral, dan ini adalah salah satu prinsip-prinsip latihan yang paling utama untuk anak-anak dan atlet muda.
Pengembangan Multilateral atau multiskill, di negara-negara eropa timur, di mana ada sekolah olahraga yang menawarkan suatu program latihan dasar. Anak-anak yang mengikuti sekolah dikembangkan ketrampilan dasarnya, seperti lari, melompat, melempar, menangkap, berguling, dan keseimbangan. Anak-anak  dikoordinir dengan baik dan memperoleh ketrampilan yang merupakan dasar  kesuksesan dalam olahraga individu dan olahraga beregu, seperti nomor lintasan dan nomor lapangan, bolabasket, dan sepakbola. Kebanyakan program juga mempunyai program berenang, seperti berenang membantu anak dalam mengembangkan kapasitas aerobic.
Jika kita mendorong anak-anak untuk mengembangkan berbagai ketrampilan, mereka mungkin mengalami sukses  dalam beberapa aktivitas olahraga, dan beberapa akan mempunyai keinginan untuk mengkhususkan dan mengembangkan bakat mereka lebih lanjut. Ketika anak-anak menunjukkan minat dan lebih lanjut  mengembangkan bakat mereka, kita harus menyediakan peluang dan bimbingan yang mereka perlukan.  Membuat program  pelatihan jangka panjang  menuju  atlit kelas dunia, dan kita harus mempersiapkan atlit muda itu untuk mengejar keunggulan dengan suatu rencana jangka panjang yang sistematis berdasar pada prinsip ilmiah.
Gambar 1.1 menggambarkan contoh bagi pengembangkan bakat atlet  dalam  beberapa tahun. Walaupun setiap zaman berganti dari olahraga ke olahraga, dan dari individu ke individu, menunjukkan pentingnya pengembangan model progresif. Dasar piramida yang memberikan analogi, kita harus mempertimbangkan  pondasi dasar bagi program pelatihan, terdiri dari pengembangan multilateral. Ketika pengembangan menjangkau suatu tingkatan yang bisa diterima, dan masuk tahap pengembangan yang kedua atlit mengkhususkan satu olahraga yang spesifik guna  pencapaian hasil yang tinggi.
Tujuan pengembangan multilateral adalah untuk meningkatkan adaptasi keseluruhan. Anak-Anak pada usia muda mengembangkan berbagai ketrampilan dan kemampuan motorik lebih mungkin untuk menyesuaikan tuntutan latihan, tanpa merasakan beban dihubungkan pada  spesialisasi. Sebagai contoh, atlit muda yang mengkhususkan lari jarak menengah mungkin lebih mampu mengembangkan kapasitas aerobic mereka dengan lari, tetapi mereka adalah juga lebih peka ke pembebanan berlebihan (overuse). Atlit yang mampu untuk berenang, bersepeda, dan lari dapat melatih sistem cardiorespiratory mereka dalam berbagai jalan dan dengan mantap mengurangi cedera.
Kita perlu mendorong atlit muda untuk mengembangkan kemampuan motorik dan ketrampilan yang mereka perlukan untuk sukses di dalam olahraga yang dipilih mereka dan olahraga lainnya. Sebagai contoh, program olahraga untuk anak-anak dan atlit muda akan meliputi latihan intensitas rendah untuk mengembangkan kapasitas aerobic, kapasitas anaerobic, daya tahan otot, kekuatan, kecepatan, power, ketangkasan, koordinasi, dan fleksibilitas.
Sebuah program pelatihan multilateral yang tertuju pada keseluruhan pengembangan atlet, bersama dengan memperoleh strategi olahraga dan ketrampilan spesifik, akan mendorong kearah pencapaian yang lebih sukses pada suatu langkah pengembangannya. Seperti tabel 1.1 menggambarkan, ada banyak manfaat bagi program multilateral. Jika kita tertarik mengembangkan pencapaian yang tinggi dalam kompetisi, kita harus siap untuk menunda spesialisasi dan mengorbankan hasil jangka pendek. Dua studi berikut menunjukkan:  dalam suatu studi selama 14 tahun yang dilakukan negara Jerman Timur ( Harre 1982), suatu kelompok besar anak-anak usia 9 -12 tahun dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama mengambil bagian suatu program pelatihan yang mendekati serupa kepada Amerika Utara. Ini memerlukan awal spesialisasi di dalam olahraga yang ditentukan, latihan ketegasan penggunaan dan metoda pelatihan dikhususkan untuk kebutuhan olahraga itu.  Kelompok yang kedua  mengikuti suatu program disamaratakan di mana anak-anak mengambil bagian ketrampilan spesifik dan pelatihan phisik, bersama dengan berbagai olaharaga lain, ketrampilan, dan keseluruhan pelatihan phisik. Hasilnya, seperti tabel 1.1 menggambarkan, membuktikan bahwa suatu pondasi yang kuat membawa ke arah atlet yang sukses.
Survei di Soviet ( Nagorni 1978) melaporkan penemuan yang serupa. Kesimpulan nya, studi ini dilaporkan sebagai berikut:
·        Mayoritas Atlit Soviet yang terbaik pasti mempunyai suatu pondasi dasar multilateral kuat.
·        Kebanyakan atlit memulai kegiatan berolahraga pada usia 7 atau 8 tahun. Sepanjang tahun aktivitas yang awal yang mereka lakukan dalam berbagai kegiatan olahraga, seperti sepakbola, cross country, berlari, meluncur, berenang, dan bersepeda. Dari umur 10 - 13 anak-anak juga melakukan olahraga beregu, olahraga senam, olahraga dayung, dan nomor lintasan dan lapangan.
·        Program yang khusus dimulai pada usia 15 - 17 tahun, tanpa melalaikan olahraga dan melakukan aktivitas pada usia lebih muda. Capaian terbaik telah dicapai setelah 5 - 8 tahun dalam olahraga spesialisasi.
·        Bagi Atlit yang mengkhususkan pada usia lebih muda telah mencapai prestasi terbaik mereka pada usia yang lebih muda. Capaian ini tidak pernah diulang kembali ketika mereka menjadi senior di atas 18 tahun. telah banyak juga berhenti dari olahraga sebelum mencapai tingkat senior. Hanya sedikit atlit  yang mengkhususkan sejak dini bisa meningkatkan pencapaian di usia senior.
·        Banyak Atlit Top Soviet yang telah memulai untuk berlatih dalam lingkungan terorganisir di usia yunior (14 sampai 18). Mereka tidak pernah juara yunior atau memegang record nasional. Di usia senior, bagaimanapun banyak pencapaian tingkat nasional dan internasional.
·        Kebanyakan atlit yang yang telah mempertimbangkan bahwa kesuksesan mereka adalah mungkin dimudahkan oleh pondasi dasar yang multilateral yang telah mereka bangun di masa kanak-kanak dan usia yunior.
·        Studi menyimpulkan bahwa spesialisasi mestinya tidak di mulai sebelum usia 15 atau 16 tahun.
Walaupun pelatihan multilateral adalah paling utama sepanjang perkembangan tahap awal, itu juga menjadi bagian dari kelanjutan cara pelatihan untuk atlit. Gambar 1.2 menggambarkan bahwa perbandingan antara pelatihan khusus dan pengembangan multilateral dan latihan spesialisasi merupakan perubahan terhadap proses latihan jangka panjang. Bagaimanapun, adalah penting bagi atlit untuk memelihara pondasi dasar yang multilateral yang mereka dirikan pada perkembangan awal mereka sepanjang seluruh karier atlet mereka. Mengambil kejadian kasus Jane, usia 12 tahun seorang petenis. Tiap minggu Jane terlibat latihan  tenis dalam 10 jam dan selain itu 4 - 5 jam latihan phisik dan pelatihan multilateral seperti fleksibilitas, kekuatan basis dasar (menggunakan bola medicine dan dambel), dan ketangkasan berlatih. Orangtua atau pelatih mungkin merasakan latihan tenis itu lebih akan membuat keterampilan bermain Jane lebih baik. Bagaimanapun, meningkatkan pelatihan tenisnya adalah mungkin hanya atas biaya pelatihan multilateral. Dalam jangka pendek Jane dapat meningkatkan ketrampilan tenisnya, hanyalah kurang di dalam latihan kemampuan phisik dasar seperti kekuatan, ketangkasan, dan fleksibilitas akan merintangi kemampuan bermainnya di dalam waktu lama. Ketika Jane berusia 18 tahun penurunan kualitas phisik yang akan menurunkan potensi bermain tenisnya dengan pergerakan yang lebih lambat, pukulan lebih lemah diatas lapangan, berkurangnya kelincahan dan ketangkasan.
Gambar 1.2 menyarankan suatu perbandingan jangka panjang antara pengembangan multilateral dan spesifik. Yang belakangan pengalaman mendewasakan Jane. Jika pada umur 12 tahun Jane melakukan 4 - 5 jam pelatihan multilateral, pada umur 16 dia mungkin melakukan 3.5 - 4 jam. Pada waktu yang sama latihan tenis spesifiknya dapat meningkatkan beban 14 - 16 jam setiap minggu.
Pengembangan yang Khusus
 Spesialisasi berlangsung setelah atlit mengembangkan suatu pondasi multilateral, dan ketika mereka mempunyai keinginan untuk mengkhususkan olahraga tertentu  atau mengiginkan  olahraga beregu. Spesialisasi adalah diperlukan untuk mencapai tujuan yang tinggi di olahraga, sebab  kualitas  phisik, teknik, taktik, dan adaptasi psikologis merupakan suatu proses kompleks. Dari pencapaian spesialisasi, atlit harus bersiap-siap menghadapi kenaikan berkelanjutan dalam volume pelatihan dan intensitas. Sekali ketika spesialisasi berlangsung, pelatihan meliputi latihan yang meningkatkan pengembangan untuk olahraga yang spesifik dan berlatih mengembangkan kemampuan motorik umum. Bagaimanapun, perbandingan antara kedua format pelatihan bervariasi dari olahraga ke olahraga. Sebagai contoh, mari kita lihat perbedaan antara pelari jarak jauh dan pelompat tinggi. Volume latihan untuk pelari  jarak jauh akan berisi kebanyakan latihan berlari atau aktivitas seperti bersepeda dan berenang, itu adalah peningkatkan daya tahan aerobic. Pelompat tinggi akan mempunyai suatu program terdiri dari kira-kira 40 persen yang spesifik latihan melompat tinggi, dan 60 persen berlatih seperti plyometrics dan mengukur pelatihan untuk megembangkan kemampuan motorik tertentu, sebagai contoh, kekuatan kaki dan daya kekuatan (power) melompat .
Tabel 1.2, pada usia umum  atlit  mulai mengembangkan ketrampilan dan mengkhususkan  cabang olahraga, dengan harapan secepatnya mencapai suatu prestasi tinggi. Adalah penting untuk memahami, bagaimanapun spesialisasi dalam masa yang panjang pengembangan atlit mencapai 60 - 80 persen dari waktu pelatihan total mereka menyelenggarakan latihan dari olahraga khusus. Mereka perlu  keseimbangan dari waktu pengembangan multilateral dan meningkakan kemampuan biomotorik spesifik.
Pertama kali  ketika atlit sudah memutuskan untuk mengkhususkan, mereka harus siap untuk menggunakan metoda pelatihan spesifik untuk adaptasi phisik dan  psikologis olahraga. Pelatihan menuntut peningkatan yang signifikan, pengujian tes, dan pelatih merencanakan jadwal kompetisi pada  kalender tahunan.
Spesialisasi berlangsung pada  tahap berbeda, tergantung pada olahraga. Di dalam olahraga itu memerlukan  seni perlakuan, pengembangan ketrampilan motorik kompleks, dan  kemampuan fleksibilitas tinggi, seperti olahraga senam, menyelam, dan cabang selancar, atlit mengkhususkan pada usia muda. Karena olahraga ini menggunakan dominasi kecepatan dan kekuatan seperti sepak bola, baseball, dan bola voli, atlit dapat mulai praktek teknik dasar olahraga pada usia muda. Spesialisasi,  berlangsung ketika atlit  mampu untuk secara efektif mengatasi kebutuhan intensitas latihan yang tinggi. Dalam kecepatan dan kekuatan olahraga, spesialisasi  berlangsung pada akhir  pertumbuhan anak remaja.  Untuk olahraga lain, seperti lari jarak jauh, lintas alam, ski, dan bersepeda, di mana sukses tergantung pada kemampuan  untuk mengatasi usaha daya tahan maksimal, atlit dapat mengkhususkan pada waktu yang sama mereka mengembangkan kecepatan  dan kekuatan, atau mereka akan kalah. Beberapa atlit daya tahan mampu untuk menuju kemenangan  yang mengagumkan yang diperoleh pada usia 30 tahun atau lebih.
Menambahkan Variasi Pelatihan
Sepanjang proses pengembangan atlit, atlit muda menjalani beribu-ribu jam pelatihan dan menyelesaikan latihan yang komplek dan latihan yang beribu kali untuk mengembangkan kemampuan mereka. Jika program pelatihan tidak diawasi dengan teliti, banyak atlit akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi tekanan phisik dan psikologis. Termasuk latihan yang berbeda dan pengembangan ketrampilan dalam  program pelatihan pada tiap proses pengembangan yang tidak hanya membantu atlit mengembangkan kemampuan baru, tetapi juga mencegah kerugian dan menghindari kebosanan dan kelelahan.
Kebanyakan cabang olahraga mengenalkan atlit kepada berbagai metoda pelatihan. Untuk mengejar keunggulan di dalam olahraga seperti permainan hoki, baseball, dan bolabasket, atlit harus menjadi berkualitas dengan banyak ketrampilan dan latihan, mereka mengembangkan keterampilan secara efektif melalui pelatihan yang beraneka ragam. Dalam olahraga lain, terutama olahraga individu seperti berenang dan bersepeda, lebih sedikit keragaman latihan.  Sebagai contoh, perenang yang jarang mengambil bagian olahraga lain dan sering juga melaksanakan latihan yang sama, unsur-unsur teknis, dan memperbanyak latihan 2 sampai 3 jam dalam sehari, 4 sampai 7 hari dalam seminggu, 45 sampai 50 minggu dalam satu tahun, selama 20 tahun. Jenis pelatihan yang sering dilakukan  dapat mendorong kearah kelelahan yang mengakibatkan cedera dan permasalahan psikologis, terutama sekali berbagai kesulitan yang berhubungan dengan emosional dengan sifat kegiatan monoton dan membosankan. 
Untuk memecahkan permasalahan ini, pelatih harus mampu membimbing berbagai latihan dalam tiap sesi latihan. Mempedomani aktifitas yang sama yang didapat dari aktifitas lain dari petunjuk latihan yang digunakan. Mereka juga dapat melakukan latihan pengembangan kemampuan motorik untuk olahraga yang spesifik, seperti kecepatan, power, dan daya tahan. Sebagai contoh, pelari jarak menengah yang mengalami kelelahan otot berlebihan (overuse) yang lebih komplet. Latihan cross country juga membantu mengembangkan daya tahan, tanpa mengalami ketegangan yang sama pada engsel kaki. Seorang pelatih yang kreatif dan memiliki pengetahuan mempunyai kelebihan dalam merancang program latihan, sebab pelatih dapat mendisain setiap variasi program latihan. Dalam kondisi sesi latihan yang normal akan dapat merangsang atlit yang muda tertarik dan dalam beberapa hal lebih termotivasi.
Pelatih dapat juga memberikan sesi pelatihan yang seperti dalam lingkungan berbeda atau dapat melakukan pemanasan dengan atlit dari cabang olahraga yang berbeda. Sebagai contoh, pemain sepak bola dapat melakukan pemanasan dengan atlit lari, yang mempunyai ketangkasan yang lebih dalam pemanasan, atau pemain bolabasket dapat pemanasan bersama pelari jarak menengah di atas lapangan rumput, di mana interval training dapat juga dilakukan (e.g., 6 x 60 detik atau 60 sampai 70 persen percepatan), dengan istirahat jog ringan 4 sampai 5 menit. Dengan cara yang sama, pemain baseball dapat pemanasan dengan atlit lari dan atlet lempar, menggunakan bola medicine. Ini juga mungkin untuk mendisain sepanjang sesi latihan yang mendorong atlit untuk melatih kemampuan motorik dengan bantuan olahraga lain. Sebagai contoh, jarak tempuh lari dapat mengembangkan daya tahan mereka melalui latihan cross country, bersepeda, atau berenang. Melakukan berbagai variasi latihan juga dapat mengembangkan otot-otot yang lain yang dipergunakan secara khusus dalam olahraga yang dipilih. Banyak latihan yang spesifik dapat mengakibatkan kelelahan otot berlebihan. Selain itu, dapat menyebabkan ketidak seimbangan antara otot yang agonistis(searah), otot yang secara rinci digunakan dalam olahraga yang berbeda (yang mempertentangkan bergeraknya otot yang agonistic). Ketika ada ketidak seimbangan antara kedua otot ini, tarikan  otot agonistic menjadi sangat kuat yang memungkinkan menyebabkan  cedera di urat daging dan jaringan otot  yang berlawanan. Oleh karena itu, berbagai latihan yang menggunakan banyak otot megakibatkan kerusakan pada jaringan otot. Dengan cara yang sama, variasi pergerakan mencakup praktek olahraga lain akan meningkatkan koordinasi dan ketangkasan.  Atlit yang  dikoordinir dengan baik  akan cepat belajar  ketrampilan yang sulit.
Pelatih yang kreatif menyertakan berbagai variasi ke dalam program latihannya yang akan bermanfaat bagi atlit yang bermotivasi tinggi sehingga lebih sedikit untuk mengalami overuse.
Pemahaman Karakteristik Individu
Setiap  atlit mempunyai  kepribadian yang unik, karakteristik phisik, perilaku sosial, dan kapasitas intelektual. Di bawah keadaan khusus, struktur  program pelatihan individu dapat bermakna dimana atlit secara obyektif dan subyektif diamati. Secara efektif menyusun program latihan untuk atlit, adalah penting untuk memahami   kekuatan individu dan batasannya. Kapasitas kerja atlit yang terbatas bervariasi dengan signifikan. Pelatih harus mempertimbangkan perbedaan individu, seperti langkah pengembangan, latar belakang pelatihan dan pengalaman, status kesehatan, pemulihan  latihan dan mengikuti kompetisi, serta jenis kelamin.
Penting bagi kita sebagai pelatih untuk memenuhi kebutuhan individu setiap atlit. Tidak lagi pantas atau bisa diterima, untuk menggolongkan anak-anak dan atlet muda  dengan keras berdasarkan usia, sebab usia anak-anak yang sama dapat berbeda  dalam hal pematangan anatomis mereka. Mempertimbangkan usia anatomis, usia biologis dan usia atlet adalah rumit.
Usia Anatomis
Usia anatomis mengacu pada beberapa tahap-tahap dari pertumbuhan anatomis yang dapat kita kenali dengan mengidentifikasi karakteristik tertentu. Walaupun sangat banyak perbedaan individu mengenai karakteristik, tabel 1.3 meringkas tahap-tahap perkembangan kaum muda dan anak-anak  tertentu.
Usia anatomis dengan jelas menunjukkan kompleksitas pertumbuhan dan perkembangan. Itu membantu menjelaskan mengapa beberapa anak-anak perkembangkan ketrampilan dan kemampuan motorik yang lebih cepat atau lebih lambat dibanding yang lakukan orang lain. Seorang anak menjadi lebih baik perkembanganya secara anatomis akan lebih cepat belajar ketrampilan dari seorang anak yang tertinggal perkembangan anatomisnya. Walaupun banyak anak-anak mengikuti pola pertumbuhan serupa, ada variasi. Sebagai contoh, iklim, letak geografis, lingkungan tempat tinggal (kota/pedesaan) sangat jelas mempengaruhi tingkat perkembangan kaum muda. Sebagai contoh, anak-anak di negara-negara dengan iklim panas  lebih cepat dewasa secara seksual, secara emosional, dan secara phisik. Sebagai hasilnya, prestasi atlet dapat meningkat lebih cepat pada umur 14 sampai 18 dibanding negara-negara dengan iklim lebih dingin. Dengan cara yang sama, anak-anak yang tinggal di ketinggian cenderung lebih baik kemampuan daya tahan dibanding anak-anak yang berada pada dataran rendah. Pelari dari Kenya, sebagai contoh, mendominasi lari jarak jauh. Tinggal di daerah ketinggian menggunakan oksigen lebih rendah dibanding dengan mereka yang ditinggal di daerah pantai.
Sebagai konsekwensi, secara genetika mereka mempunyai kemampuan lebih baik menggunakan oksigen secara efektif, dibanding atlit yang berasal dari dataran rendah. Dari perspektif pengembangan atlet, tahap yang ketiga (16 sampai 18 tahun) adalah yang paling baik. Selama tahap ini, atlit mungkin pada tingkat yang berbeda dari banyak orang. Dalam beberapa cabang olahraga mereka akan mengembangkan berbagai ketrampilan dan kemampuan motorik, dan menetapkan suatu pondasi dasar untuk perkembangan masa depan. Di dalam olahraga lain seperti olahraga senam, atlit akan memaksimalkan pencapaian mereka.
Sepanjang pelajaran dari tahun yang telah berlalu, banyak atlit yang sudah mengembangkan suatu pondasi dasar dan menginginkan untuk mengejar keunggulan dalam olahraga yang spesifik.
Usia Biologi
Usia biologis mengacu pada perkembangan organ fisiologis dan sistem jaringan tubuh, baik dalam latihan dan kompetisi, untuk menjangkau prestasi terbaik. Ketika pengelompokan pemilihan atlit, kamu harus mempertimbangkan usia biologis. Permulaan pengelompokan usia dalam sistem olahraga akan menghasilkan misjudg ments, kesalahan evaluasi, dan keputusan yang lemah. Dua atlet dengan usia anatomis yang sama, menurut anatomi dalam  tinggi, berat, dan perkembangan otot, akan dapat berbeda usia biologis dan penguasaan kemampuan berbeda untuk melaksanakan suatu tugas pelatihan. Seorang anak yang jangkung, dan kuat tidak dapat kamu pandang apakah dia lebih cepat. Sebaliknya, terutama di dalam olahraga beregu, seorang anak yang sedikit lebih kecil mungkin lebih tangkas pada posisi tertentu dalam regu/tim mu. Sedangkan usia anatomis adalah dapat dilihat, pengembangan usia biologis tidak. Efisiensi jantung, efektivitas pemanfaatan oksigen, tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Sebuah bentuk fisik dapat menggambarkan jantung yang efisien dan kuat, yang mana sedemikian penting di dalam olahraga daya tahan. Inilah alasan kenapa kamu harus menilai usia biologis secara obyektif melalui test sederhana, untuk menemukan perbedaan potensi latihan antara anak-anak.
Tanpa mempertimbangkan usia biologis, sangat sukar untuk menentukan apakah anak-anak terlalu muda untuk melaksanakan ketrampilan tertentu atau untuk menerima pelatihan spesifik. Ini juga sukar untuk menilai potensi dari atlit yang lebih tua, banyak orang mungkin mempertimbangkan untuk menjadi atlit senior untuk mencapai prestasi tinggi.
Kekeliruan, di dalam banyak program olahraga, pelatih masih menggunakan kronologi usia sebagai ukuran yang utama untuk pengelompokan. Sebagai contoh, banyak studi sudah menunjukkan bahwa anak-anak lahir pada bulan Desember adalah lebih sedikit mengalami sukses di dalam program olahraga dibanding mereka yang telah dilahirkan pada bulan Januari. Dalam banyak kesempatan, kapan divisi ditentukan oleh usia menurut kelompok usia, anak-anak yang lahir pada tahun yang sama adalah di dalam kategori yang sama. Sebagai hasilnya, anak-anak yang lahir di awal tahun mungkin akan mempunyai anatomis dan keuntungan biologis melebihi anak-anak yang lahir pada bulan Desember.
Adalah penting bagi kita untuk mempertimbangkan perbedaan individu di dalam usia biologis. Daftar berikut ini akan menggambarkan beberapa perbedaan luar biasa di dalam usia biologis dari juara olahraga internasional:
·        Murray wood, dari Australia, adalah peraih medali Perak olimpic untuk nomor rowing pada tahun 1956 pada usia 39 tahun
·        Tahun 1964 pada Olimpiade di Tokyo, M. Takemoto, dari Jepang, menerima medali perak di cabang senam pada usia 44 tahun.
·        Tahun 1976 pada Montreal Olympic Games, Nadia Comaneci, usia 14 tahun dari Romania, pemenang medali emas di dalam cabang senam artistik.
·        L. Ceapura, dari Romania, menerima medali perak di dalam cabang rowing pada tahun 1980 di Moscow Olympic Games pada usia 39 Tahun.
·        Tahun 1988, pada usia 15 tahun, Allison Higson, dari Canada, memecahkan rekor dunia  di dalam nomor 100 meter gaya bebas.
·        Tahun 1991, pada usia 12 tahun, A. Yeu, dari Negeri China, adalah seorang juara dunia di dalam cabang menyelam.
·        Gordie Howe, dari Canada, masih bermain hoki di Liga nasional Hoki pada usia 52 tahun (dari  tahun 1946-1971 dan  1979-1980).
Usia Atlet
Pelatih sering menentukan usia biologis dan usia anatomis secara subyektif karena kesukaran di dalam melaksanakan penilaian yang akurat. Sebagai hasilnya, juga sulit untuk menentukan kesiapan anak-anak dan kaum muda untuk mengambil bagian pada kompetisi level tinggi. Banyak organisasi olahraga nasional dan internasional melakukan riset ilmiah mengenai potensi biologis pada usia yang ditentukan. Walaupun terjadi kontroversi mengenai keputusan tersebut, banyak organisasi sudah menetapkan kebutuhan usia minimum untuk kompetisi. Di dalam tabel 1.4, aku menyajikan berbagai usia minimum untuk kompetisi internasional, seperti kejuaraan dunia atau Pertandingan Olimpiade.
Usia Atlet, pada usia minimum dan usia pada level kompetisi senior, mempunyai implikasi penting pada perancangan rencana latihan jangka panjang. Program pelatihan harus tersusun sehingga difokuskan untuk anak-anak dan kaum muda, pada tingkatan olahraga, adalah pada pengembangan keseluruhan dan bukan awal spesialisasi. Jika kita memusatkan pengembangan atlit dalam beberapa tahun, kita mungkin akan menghasilkan beberapa juara internasional.
Peningkatan Beban Latihan yang sewajarnya
Pemahaman metoda penggunakan peningkatan beban latihan adalah penting bagi program pelatihan. Sejumlah anak-anak dimasa muda akan meningkatkan kemampuan phisik mereka di dalam olahraga tertentu,  hasil yang langsung dalam jumlah dan mutu pekerjaan yang mereka capai dalam pelatihan mereka. Dari tahap awal pengembangan tingkatan pencapaian yang tinggi, atlit harus meningkatkan beban kerja di dalam pelatihan  secara berangsur-angsur, menurut kebutuhan individu mereka.
Atlit  yang berkembang secara berangsur-angsur akan mungkin  lebih mampu untuk melakukan menyelenggarakan  suatu periode jangka panjang. Selama adaptasi  beban pelatihan tertentu, atlit meningkatkan kapasitas mereka untuk mengatasi  menghadapi  latihan dan kompetisi.
Untuk meningkatkan pencapaian prestasi atlit muda tergantung pada metoda dan tingkat pembebanan  tekanan latihan, Jika mereka mempertahankan beban pada tingkatan yang sama dalam jangka panjang, peningkatan pencapaian hampir tidak kelihatan jika mereka meningkatkan beban itu terlalu banyak, beberapa manfaat segera mungkin kelihatan, tetapi mereka pada hakekatnya meningkatkan prestasi namun kemungkinan akan mengalami cedera. Oleh karena itu penting untuk atlit muda untuk pelan-pelan meningkatkan beban latihan itu. Walaupun hasil jangka pendek akan sukar untuk mencapainya, namun untuk tujuan potensi jangka panjang jauh lebih besar dan penting.
Pada tahap awal pengembangan sulit untuk memonitor beban latihan, sebab pencapaian latihan kekuatan, kecepatan, dan daya tahan untuk beberapa atlit muda mungkin hasil dari perkembangan dan pertumbuhan normal. Bagaimanapun, adalah penting untuk semakin meningkatkan beban latihan. Atlit usia 10 sampai 15 tahun yang mengambil bagian pada suatu regu baseball yang praktek dua kali dalam seminggu dan main sebuah game setiap akhir pekan semua musim tidak mungkin mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang musim sebagai hasil latihan. Mereka boleh meningkatkan hasil pengembangan dan pertumbuhan mereka, tetapi tanpa sebuah peningkatan di dalam keseluruhan volume latihan, akan jadi lebih sulit mengembangkan ketrampilan baseball dan kemampuan motorik spesifik. Kamu dapat meningkatan program pengembangan latihan untuk atlit muda pada tahap berikutnya.
Durasi Sesi Latihan
Lama pelatihan masing-masing sesi dapat meningkat dari awal sampai akhir, sebagai contoh, dari satu jam ke dua jam, seperti tabel 1.5.
Ketika durasi meningkat kepada 1 jam 30 menit, adalah penting untuk mempertahankan  minat anak-anak untuk menikmati variasi latihan, dan mempunyai interval istirahat lebih lama antara latihan ke latihan selanjutnya, sehingga anak-anak dapat dengan mudah mengatasi kelelahannya.
Catatan: Suatu sesi latihan yang dilakukan pada cuaca panas dan kondisi lembab perlu di persingkat durasinya  sebab anak-anak lebih cepat lelah.
Jumlah Latihan
Sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan beban latihan, atlit dapat juga memperbanyak latihan dan latihan yang mereka laksanakan tiap sesi pelatihan melebihi mingguan dan tahunan. Ditingkatkan jumlah pengulangan dari latihan teknik atau latihan untuk pengembangan phisik menuju peningkatan penampilan atlit. Aku harus mengatakan lagi bahwa, ketika banyaknya latihan dan peningkatan latihan, pelatih harus secara hati-hati memonitor waktu istirahat antar mereka. Istirahat lebih panjang akan memberi anak-anak banyak energi untuk melaksanakan semua pekerjaan yang direncanakan untuk sesi latihan berikutnya.
Frekwensi Sesi Pelatihan
Secara konstan dalam menghadapi tantangan atlit muda ke arah peningkatan pencapaian terbaik, kamu harus secara teratur meningkatkan frekwensi latihan, atau jumlah sesi pelatihan tiap minggu. Ini sangat penting sebab pengembangan ketrampilan sesi latihan dan bukan selama permainan dan kompetisi. Karena atlit muda untuk secara konstan menguasai ketrampilan olahraga dan pengembangan kemampuan motorik untuk kompetisi masa yang akan datang, mereka harus mempunyai lebih banyak sesi latihan dibanding permainan. Oleh karena itu, orang tua memerlukan pelatih dan instruktur, terutama di dalam olahraga beregu, mempunyai suatu perbandingan dua sampai empat sesi latihan untuk satu game. Pendekatan seperti itu akan melunasi keterlambatan pencapaian karier atlet, karena atlit akan memperoleh ketrampilan yang pokok di usia yang ideal.
Latihan Mingguan
Seorang Pelatih yang menambah sesi latihan mingguan dari persiapan sebelum kompetisi di mulai, akan mungkin melihat hasilnya. Ini benar untuk olahraga individu, seperti nomor lintasan dan nomor lapangan dan bidang renang, dibandingkan olahraga beregu. Sering anak-anak dalam sepakbola, baseball,  mengalami sedikit latihan mingguan sebelum permainan dimulai.
Situasi yang ideal  untuk praktek  banyaknya bulan dalam setahun,  ini akan mendorong kearah pengembangan kemampuan motorik dan ketrampilan yang lebih baik. Pelatih Atau orang tua dapat mengambil keuntungan dari persiapan yang panjang sebelum latihan atlit, disini tidak ada tekanan dalam permainan untuk bermain sepanjang akhir pekan.
Jika pelatih dan instruktur tidak bisa mengorganisir program pelatihan seperti itu, orang tua perlu melakukannya. Landasan, garasi, lapangan terbuka, atau halaman belakang adalah tempat yang besar untuk pelatihan ketrampilan sederhana, dan terutama kemampuan motorik. Untuk mengembangkan dasar kekuatan kamu tidak memerlukan fasilitas  yang mesti canggih.
Latihan Bulanan
Atlet muda hanya sedikit menggunakan waktu selama sebulan untuk latihan khusus dan dilakukan dimasa bulan kompetisi akan dapat menghasilkan atlit muda menjadi lebih berpengalaman, bagaimanapun mereka  terikat lebih banyak bulan untuk pelatihan olahraga spesifik jika mereka menginginkan hasil penampilan yang tinggi. Ketika atlit muda membuat komitmen untuk mengkhususkan olahraga tertentu, mereka mungkin menjalani pelatihan 10 bulan atau lebih dalam satu tahun.
Aku juga menyarankan untuk kemajuan di dalam area ini. Pada mulanya, meningkatkan lama waktu latihan dari dua kali seminggu selama 1 jam, untuk dua kali seminggu selama 1 jam  15  menit, kemudian untuk dua kali seminggu selama 1 jam 30 menit. Jika kamu mempertimbangkan bagian atas ini, kamu dapat meningkatkan frekwensi sesi latihan setiap  minggu dari  dua kali selama 1 jam 30 menit,  tiga kali selama 1 jam 30 menit.  Untuk langkah pengembangan potensi atlit, kamu dapat meningkatkan frekwensi empat atau lima sesi pelatihan setiap minggu dan untuk beberapa jenis olahraga bahkan jumlahnya lebih tinggi.
Ketika frekwensi sampai ambang batas untuk tahap pengembangan itu,  yaitu tiga kali selama 1 jam 30 menit, kamu sekarang dapat meningkatkan banyaknya latihan setiap sesi latihan. Ada dua metoda untuk dapat dipertimbangkan:
1.      Meningkatkan banyaknya latihan sebelum mengambil istirahat ( yaitu, dari 1 set menjadi 8 kali, satu set  menjadi 10, 12, atau bahkan 14  pase  latihan).
2.      Meningkatkan waktu istirahat (yaitu dari 1 menit sampai 1.5 menit dan kemudiannya 2 menit).
Langkah Yang memuat
Sangat penting untuk semakin meningkatkan beban latihan, sebab atlit dengan  beban tetap terutama pada usia muda, akan mungkin berhenti meningkat. Cara yang paling efektif untuk meningkatkan beban pelatihan adalah dengan memahami dan menggunakan metoda langkah-langkah ini. Dengan metoda ini, meningkatkan beban untuk dua atau tiga minggu; kemudian berkurang untuk satu minggu untuk memberikan regenerasi atau kesembuhan (recovery). Gambar 1.3 dan 1.4 menggambarkan dua pilihan. Aku menyarankan pilihan yang pertama untuk anak-anak muda, dan aku merekomendasikan model yang kedua  untuk atlit pada usia belasan tahun selanjutnya mereka dan atlit muda yang berolahraga cabang tertentu. Kedua model mengacu pada latihan mingguan ketika atlit tidak berada dalam masa  kompetisi.
Seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.3, yang semakin meningkatkan beban pelatihan. Dari kedua-dua langkah-langkah itu, masing-masing mewakili seminggu, beban yang meningkat merupakan tantangan bagi atlit muda untuk menyesuaikan jumlah pekerjaan yang lebih berat. Ketika mereka merasa sangat kelelahan, kurangi bebannya dalam 3 minggu  untuk memberikan kesembuhan (recovery) sebelum lebih lanjut meningkatkan beban latihan.
Seperti gambar 1.4 menunjukkan, kita harapkan atlit anak belasan tahun dan atlit muda untuk mengatasi suatu program yang lebih menantang. Selama tiga minggu pertama pelatihan, peningkatan beban dari minggu ke minggu, antarkan sampai beradaptasi ke tingkat beban yang lebih tinggi dan akhirnya mecapai beban superior. Kita berasumsi bahwa pada akhir langkah yang ketiga, tingkat kelelahan akan tinggi, maka kurangi sedikit beban itu untuk memberikan kesembuhan (recovery). Untuk melanjutkan peningkatan latihan itu setelah minggu yang ketiga akan mengakibatkan kelelahan lebih besar, yang dapat mendorong kearah tingkatan kelelahan yang kritis atau sampai overtraining. Jika kamu tidak menyertakan seminggu untuk regenerasi ke dalam rencana latihan ketika atlit sedang mengalami kelelahan, beberapa atlit dapat mengalami cedera dan mereka akan kehilangan minat untuk berlatih dan secepatnya akan mengundurkan diri.
Tabel 1.6 menawarkan mengenai unsur-unsur pelatihan yang dapat kamu gunakan untuk meningkatkan beban latihan dari langkah ke langkah, atau untuk mengurangi masa seminggu regenerasi dari empat minggu yang beredar. Tabel 1.6 tidak menuntaskan semua unsur-unsur pelatihan. Sebagai contoh, kamu harus meningkatkan yang lain, seperti jarak, kecepatan, atau banyaknya latihan dan pengulangan, di dalam pertunjukan yang sama.
Tolong catat bahwa pada tabel 1.6 banyaknya sesi pelatihan mencapai puncak 3 sampai 4. Jika kamu menggunakan ke tiga metoda langkah untuk anak-anak (digambar 1.3), kemudian kemajuan mungkin hanyalah dua untuk langkah yang pertama dan tiga untuk langkah yang kedua. Banyaknya jam pelatihan meningkat dengan cara yang sama. Mengenai sisanya interval, alat baku periode yang normal yang digunakan instruktur. Setelah langkah 3 (digambarkan 1.4) dan langkah 2 (digambarkan 1.3), menggunakan suatu periode istirahat yang sedikit lebih pendek sehingga tubuh atlit muda akan semakin ditantang.
Regenerasi mingguan adalah metoda langkah yang rumit. Pada langkah yang paling tinggi, atlit sangat kelelahan, dan untuk melanjutkan pelatihan di tingkatan yang sama adalah sebuah kekeliruan. Karena kesehatan atlit muda, berkurang dalam pelatihan selama minggu ini. Ini akan menyebabkan kelelahan dari tubuh, relax pikiran, dan mengisi keseluruhan energi. Sampai akhir minggu, atlit akan merasakan beristirahat dan dalam suasana hati yang baik untuk lebih lanjut menaikan tingkat beban latihan.
Ketika minggu regenerasi berakhir langkah-langkah metoda itu dapat diterapkan lagi tetapi pada pelatihan yang sedikit lebih tinggi tuntutannya. Pada  tahap sebelum season awal kamu dapat menggunakan 5 sampai 10 persen kenaikan dalam beban kerja. Ketika atlit melakukan penyesuaian pada beban kerja ini, terutama di dalam bagian kedua tahap  awal season, kenaikan beban dari tahap ke tahap dapat meningkat 10 sampai 20 persen.
Seperti yang telah sebutkan, langkah-langkah metoda ini adalah yang paling sah sebelum awal season. Ketika melatih atlit untuk kompetisi yang akan datang, itu tidaklah sah sepanjang musim kompetisi, terutama untuk olahraga beregu, ketika atlit bermain pada akhir minggu. Sepanjang musim, oleh karena itu, banyak sekali pelatihan tiap minggu adalah sangat bagus, dan kamu akan mengorganisir suatu periode regenerasi untuk menghilangkan kelelahan selama mengikuti suatu permainan. Atlit kebanyakan melaksanakan pelatihan sepanjang pertengahan minggu dan rencana pelatihan ringan untuk satu hari (atau maksimum untuk dua hari) sebelum permainan, sehingga mereka tidak akan mengalami kelelahan yang bisa merusak penampilan yang baik (tabel 1.7).
Pasti ada pilihan lain untuk mengorganisir program mingguan itu. Seorang pelatih boleh mengorganisir hanya dua sesi pelatihan seminggu, katakanlah Selasa dan Kamis, masing-masing dari intensitas yang mantap. Pelatihan atlit muda harus dipandang sebagai suatu dalil jangka panjang di mana jika kenaikan beban dan keseluruhan phisik, teknik, taktik, dan mental diterapkan secara berangsur-angsur sepanjang tahap pertumbuhan dan perkembangan.
Pondasi dasar pelatihan selama masa kanak-kanak sampai pengembangan multilateral, pelatihan olahraga spesifik, akan memberi atlit muda suatu pondasi lebih baik untuk mencapai penampilan tinggi. Variasi di dalam pelatihan, pengaturan perbedaan individu antar atlit, dan sewajarnya merencanakan peningkatan beban itu dari tahap ke tahap juga mengakibatkan program pelatihan lebih efektif.
Bab 2 mendiskusikan bagaimana cara menerapkan konsep di dalam bab ini kepada ke tiga langkah-langkah dari inisiasi pengembangan atlet muda, formasi atlet, dan spesialisasi. Karakteristik Phisik dan emosional dari tiap tahap yang sebagian besar mendikte suatu potensi pelatihan atlit muda dan oleh karena itu harus diperhitungkan ketika merancang suatu program pelatihan. 
(http://eriyantoni.blogspot.com)

Rabu, 15 Juni 2011

UJIAN NASIONAL HARUS DIBUAT SEPERTI SEPAK BOLA

Share

    Jakarta- Ujian Nasional di sekolah harus dibuat menyenangkan seperti bermain sepak bola. "Seperti main sepak bola, kapan dong finalnya," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Rabu, 15 Juni 2011.

     Menurut Arist, ujian nasional seharusnya ditunggu-tunggu siswa, bukan justru ditakuti seperti yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.

Arist menyatakan tak akan menolak ujian nasional, asalkan beberapa syarat dipenuhi. Pertama, ujian nasional boleh dilaksanakan tapi tidak menjadi penentu kelulusan. "Ujian nasional seharusnya hanya sebagai evaluasi belajar siswa, bukan penentu kelulusan," kata Arist.

Kedua, ujian nasional boleh dilaksanakan asalkan ada kurikulum wajib dan pilihan. "Karena kemampuan anak beragam, tidak semua anak pintar di matematika," kata Arist. "Anak harus diarahkan sesuai dengan minatnya."
Sumber: http://www.tempointeraktif.com

Senin, 13 Juni 2011

JUJUR ITU MAHAL (Kasus Ny. Siami dan SDN Gadel 2 Surabaya)

Share

Akhirnya Ny Siami benar-benar mengosongkan rumahnya, pergi mengungsi ke Solo setelah tidak tahan diusir warga sekitarnya. Begitulah nasib orang jujur yang oleh warga sekitar tindakan Ny Siami itu dianggap berlebihan. Pertanda masyarakat kita memang sedang sakit.
Tahu ‘kan pengantar tulisan yang saya ungkapkan di atas? Jadi ceritanya begini, ada peristiwa contekan massal yang melibatkan siswa-siswa SD Negeri Gadel 2 Surabaya. Seorang anak pintar, putra Ny Siami, dipaksa wali kelasnya memberikan contekan secara massal kepada teman-temannya pada saat Ujian Nasional SD baru-baru ini. Bahkan sebelum UN ada simulasi pencontekan massal segala. Tidak setuju dengan tindakan guru sekolah tersebut, Ny Siami melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan Surabaya. Akibat perbuatan guru wali kelas tersebut, Dinas Pendidikan kemudian memberi hukuman mutasi dan penurunan pangkat kepada oknum guru dan kepala sekolah (yang dianggap ikut bertanggung jawab). Eh, warga sekitar sekolah yang tidak lain orangtua murid-murid SDN Gadel 2 tidak terima dengan hukuman tersebut, mereka marah kepada Ny Siami dan keluarganya. Warga berunjuk rasa dan mengecam Ny Siami yang dianggap sok pahlawan, dan puncaknya warga mengusir keluarga Ny Siami keluar dari kampung (baca deh lebih lengkapnya pada berita ini, tapi kalau tidak bisa mengaksesnya saya kutipkan pada akhir tulisan).
Seperti yang saya tulis pada paragraf pertama, keluarga Ny Siami akhirnya benar-benar pergi dari rumahnya, entah sementara atau selamanya (ini beritanya). Siapa pula orang yang bisa tahan dengan tekanan warga yang terus menerus mengancam pengusiran. Ny Siami hanyalah seorang wanita biasa yang akhirnya bobol juga kekuatannya untuk bertahan.
Bagi warga sekitar, perilaku contek itu adalah hal yang lumrah dan tidak perlu dipermasalahkan. Seperti dikutip dari situs berita tadi, rata-rata mereka tetap menyalahkan keluarga Siami. Menurut warga, menyontek adalah hal biasa untuk anak kecil. Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar dilakukan siswa agar bisa lulus.
Sekali lagi saya ulang menuliskannya ya, menurut warga (yang mungkin potret dari masyarakat kita sesungguhnya) mencontek adalah hal yang biasa untuk anak kecil. Jika anggapan seperti itu sudah begitu tertanam sehingga anak didik tidak merasa bersalah melakukan perbuatan mencontek, jangan heran kalau perilaku mencontek itu akan berlanjut terus hingga tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Padahal mencontek adalah awal dari perbuatan korupsi dan manipulasi lainnya. Perilaku korupsi bermula dari anggapan bahwa mengambil sedikit tidak apa-apa, lama kelamaan menjadi banyak dan akhirnya menjadi penyakit yang sudah mendarah daging pada bangsa ini. “Teladan” dari perilaku elit politik dan pejabat yang sering melakukan korupsi semakin menambah keyakinan masyarakat bahwa perilaku mencontek dalam ujian itu hal yang lumrah saja.
Sedih sekali melihat potret suram dunia pendidikan di tanah air kita. Ini preseden buruk bagi whistleblower. Orang jujur dianggap salah, sedangkan berbuat curang dianggap biasa. Sungguh mahal harga kejujuran Ny Siami, ia sampai terusir dari rumahnya sendiri. Mau jujur malah buntung. Tapi percayalah, Tuhan tidak pernah tidur.

Diusir Warga karena Lapor Contek Massal
Ny Siami, Si Jujur yang Malah Ajur


Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!
Teriakan “Usir, usir…tak punya hati nurani” terus menggema di Balai RW 02 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung. Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari kampungnya.
Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di hadapan warga dan wali murid.
Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya sebagai sumber contekan.
Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al, anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah menceritakan ‘taktik kotor’ itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al, mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya memberikan contekan.
Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.
Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.
Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin. Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu (8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari Barat.
Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami berjanji menyampaikannya, Kamis.
Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.
Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.
Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh petugas.
Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun, situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia, sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.
Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga menyeletuk. “Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat menyontek pengawas membiarkannya,” ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan meriah warga lain.
Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.
”Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian,” sindir Daniel.
Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2, Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.
Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga pun kembali berteriak “usir… usir”. Namun warga mulai tenang karena Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga kembali riuh rendah.
Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.
Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. “Saya minta maaf kepada semua warga…” ucap Siami yang tak sanggup lagi meneruskan kalimatnya.
Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus berteriak “usir”. Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.
Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap, “Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan persoalan dengan baik-baik.”
Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil diamankan ke Mapolsek Tandes.
Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun, kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan yang luar biasa. “Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik,” kata Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya beberapa kali didemo warga.
Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel 2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.
Budaya sakit
Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al. “Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa dituruti,” katanya.
Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat. “Warga ternyata sakit,” katanya.
Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. “Saya kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah ajur, ini harus kita cegah,” papar Daniel.
Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.
Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.

Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.



Minggu, 05 Juni 2011

PUASA BULAN RAJAB

Share

      Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (Ada 4 bulan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram(mulya)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah Riwayatnya al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi saw, 'Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban.' Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Adapun hadis yang Anda sebut itu, kami juga tak menemukannya. Ada beberapa hadis lain yang menerangkan keutamaan bulan Rajab. Seperti berikut ini:
  • "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
  • Riwayat al-Thabrani dari Sa'id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
  • "Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
  • Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."
Hadis-hadis tersebut dha'if (kurang kuat) sebagaimana ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi.

Ibnu Hajar, dalam kitabnya "Tabyinun Ujb", menegaskan bahwa tidak ada hadis (baik sahih, hasan, maupun dha'if) yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab. Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang menghususkan bulan Rajab dengan puasa.

Ditulis oleh al-Syaukani, dlm Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur al-Sam'ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.

Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis yang umum (spt yang disebut pertamakali di atas) itu cukup menjadi hujah atau landasan. Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.
(Dari beragam sumber)

Sabtu, 14 Mei 2011

FUTSAL

Share

 Sejarah

Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game

Peraturan

Lapangan permainan

  1. Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
  2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
  3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
  4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
  5. Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
  6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
  7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
  8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

Bola

  1. Ukuran: 4
  2. Keliling: 62-64 cm
  3. Berat: 390-430 gram
  4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
  5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)

Jumlah pemain (per tim)

  1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
  2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
  3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
  4. Jumlah wasit: 2
  5. Jumlah hakim garis: 0
  6. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
  7. Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)

Perlengkapan pemain

  1. Kaos bernomor
  2. Celana pendek
  3. Kaos kaki
  4. Pelindung lutut
  5. Alas kaki bersolkan karet

Lama permainan

  1. Lama normal: 2x20 menit
  2. Lama istiharat: 10 menit
  3. Lama perpanjangan waktu: 2x10 menit (bila hasil masih imbang setelah 2x20 menit waktu normal)
  4. Ada adu penalti (maksimal 3 gol) jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
  5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
  6. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit

Kejuaraan futsal terkemuka

Piala Dunia Futsal FIFA

Piala Dunia Futsal AMF

Liga Futsal Indonesia

PERATURAN PERMAINAN
Kartu kuning. Secara individu, seorang pemain yang melakukan pelanggaran akan diberi peringatan. Salah satunya berbentuk pemberian kartu kuning. Itu diberikan jika:Pemain bersalah melakukan hal tidak sportif.

    * Mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.
    * Tetap melakukan pelanggaran meski telah diberi peringatan.
    * Mengulur-ngulur waktu dimulainya kembali pertandingan.
    * Melanggar jarak saat tendangan hukuman berlangsung.
    * Melanggar prosedur pergantian pemain.
    * Sengaja meninggalkan lapangan tanpa seizin wasit.

Kartu merah. Seorang pemain yang diberikan kartu merah, diharuskan untuk meninggalkan lapangan pertandingan dan tidak diperbolehkan bermain lagi.
Kartu merah diberikan jika:

    * Bersalah, bermain sangat kasar.
    * Bersalah, berkelakuan kasar.
    * Meludahi lawan atau orang lain.
    * Menghalangi gol yang dibuat tim lawan dengan menggunakan tangan.
    * Secara jelas menggagalkan secara ilegal kesempatan lawan untuk mencetak gol.
    * Menggunakan kata-kata yang bersifat menghina.
    * Menerima kartu kuning kedua.

Ketentuan khusus
Ada satu peraturan khusus yang sangat berbeda dengan sepak bola perihal kartu merah. Di futsal, tim yang pemainnya terkena kartu merah berhak memasukkan pemain pengganti dua menit setelah kartu merah diberikan, kecuali sebelum dua menit itu terjadi sebuah gol. Jika gol terjadi, maka wasit berpatokan pada ketentuan sebagai berikut:

    * Jika posisi lima melawan empat pemain, dan tim dengan pemain lebih banyak mencetak gol sebelum dua menit, maka tim dengan jumlah pemain lebih sedikit berhak memasukkan pemain.
    * Jika posisi empat lawan empat dan tercipta gol, pertandingan akan tetap dilanjutkan dengan jumlah itu.
    * Jika posisi lima lawan tiga atau empat lawan tiga, dan tim dengan pemain lebih banyak mencetak gol sebelum dua menit, tim dengan tiga pemain hanya berhak memasukkan satu pemain tambahan.
    * Jika posisi tiga lawan tiga dan tercipta gol, pertandingan akan tetap dilanjutkan dengan jumlah itu.
    * Jika tim yang lebih sedikit mencetak gol sebelum dua menit, pertandingan dilakukan tanpa menambah Jumlah pemain

TENDANGAN HUKUMAN
 TENDANGAN bebas tidak langsung. Tendangan ini diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan pelanggaran ringan. Tendangan diambil dari titik di mana pelanggaran terjadi. Jika terjadi di kotak penalti, maka tendangan diambil dari garis penalti terdekat. Gol dapat dicetak hanya jika bola sudah menyentuh pemain lain sebelum masuk gawang. Tim yang bertahan diperbolehkan membentuk dinding pertahanan dengan jarak minimal 5 meter dari bola.

Tendangan bebas langsung. Kondisi normal: Diberikan kepada tim lawan jika seorang pemain melakukan pelanggaran berat. Gol dapat langsung tercipta melalui tendangan ini. Tim yang bertahan diperbolehkan membentuk dinding pertahanan dengan jarak minimal 5 meter dari bola.
Akumulasi pelanggaran
Jika tim melakukan pelanggaran lebih dari lima kali setiap babaknya, maka tendangan bebas yang didapat tim lawan akan dikondisikan sebagai berikut:

* Tim yang bertahan tidak boleh membentuk dinding pertahanan. Mereka harus berada di belakang garis imajiner yang ditentukan wasit dan sejajar dengan garis gawang.
* Tendangan harus ditujukan langsung ke gawang, tidak boleh disodorkan ke pemain lain.
* Sebelum menyentuh penjaga gawang atau memantul dari tiang dan mistar gawang, pemain lain tidak boleh menyentuh bola.
* Tendangan tidak boleh diambil dengan jarak kurang dari 6 meter dari gawang. Jika itu terjadi di kotak penalti, maka tendangan diambil dari garis penalti terdekat.
* Jika pelanggaran keenam ini terjadi di daerah lawan atau di daerah sendiri antara titik penalti kedua dan garis tengah, maka tendangan bebas akan dilakukan dari titik penalti kedua.
* Jika pelanggaran keenam terjadi di daerah sendiri antara garis gawang dan titik penalti kedua di luar kotak penalti, maka tim yang mendapat tendangan bebas boleh memilih titik penalti kedua atau di tempat terjadinya pelanggaran.

Tendangan penalti
Diberikan kepada tim yang melakukan pelanggaran di dalam kotak penaltinya sendiri. Tendangan dilakukan dari titik penalti pertama. Gol dapat tercipta secara langsung dari tendangan ini. Selain penendang dan kiper lawan, pemain lainnya harus berada di luar kotak penalti.

Aturan khusus. Untuk tendangan penalti dan tendangan bebas langsung ketika lebih dari lima pelanggaran, berlaku ketentuan sebagai berikut:
* Ketika seorang pemain tim bertahan melakukan pelanggaran prosedur, maka tendangan akan diulang jika tidak tercipta gol dari tendangan itu. Tendangan tidak akan diulang jika tercipta gol.
* Ketika pemain sebuah tim yang melakukan tendangan membuat pelanggaran prosedur, maka tendangan akan diulang jika dari tendangan itu tercipta gol. Tendangan tidak akan diulang jika tidak tercipta gol.
Untuk tendangan bebas langsung dan tidak langsung, jika tim yang mendapat tendangan bebas melakukannya lebih dari 4 detik, maka wasit akan mengalihkan menjadi tendangan bebas tidak langsung bagi tim lawan.

(bersambung....)

Selasa, 03 Mei 2011

START JONGKOK & RINCIAN GERAKNYA

Share

Start Jongkok di bedakan menjadi 3,yaitu :
1. Start Pendek (short start )
    cara melakukan start pendek :
    a. Lutut kaki belakang diletakan di depan ujung kaki  depan
    b. Jarak ujung kaki depan dengan ujung kaki belakang kurang lebih 27 cm
    c. Jarak ujung kaki depan dengan tangan kurang lebih 40 cm
2. Start Menengah ( medium start )
  cara melakukan start pendek :    a. Lutut kaki belakang diletakan di depan ujung kaki  depan
    b. Jarak ujung kaki depan dengan ujung kaki belakang kurang lebih 30 cm
    c. Jarak ujung kaki depan dengan tangan kurang lebih 20 cm
3. Start Panjang ( long start )
cara melakukan start pendek :     a. Lutut kaki belakang diletakan di belakang tumit kaki  depan
    b. Jarak ujung kaki depan dengan ujung kaki belakang kurang lebih 42 cm
    c. Jarak ujung kaki depan dengan tangan kurang lebih 20 cm

ABA - ABA START
    1. Atlit/Pelari siap
    2. Bersedia
    3. Siaap
    4. Ya atau letusan pistol
RINCIAN GERAK LONG START
1. Aba - aba " Atlit siap"
    a. Pelari / atlit menempatkan diri satu langkah di belakang garis start sesuai dengan lintasan masing-masing
2. Aba - aba " BERSEDIA"
    a. Langkahkan salah satu kaki ke depan tepat di belakang garis start,bersamaan dengan mengangkat                 kedua tangan ke atas untuk menambah kosentrasi dengan mengambil nafas dalam - dalam
    b. Letakan lutut kaki belakang di belakang tumit kaki depan

Senin, 02 Mei 2011

Makna Hari Pendidikan Nasional

Share

       Tanggal 2 Mei tepatnya adalah hari Pendidikan Nasional. Hari dimana lahirnya pendidikan di Indonensia.Tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasonal bertepatan dengan hari lahirnya salah satutokoh pendidkan kita yaitu Ki Hajar Dewantara dengan nama asli: Raden Mas Soewardi. Mengulassedikit tentang perjuangan untuk memajukan pendidikan di bumi Indonesia, beliau sempat mendirikansalah satu taman siswa pada 3 Juli 1922 untuk sekolah kerakyatan di Yogyakarta. Kemudian beliau jugasempat menulis berbagai artikel yang intinya memprotes berbagai kebijakan para penjajah (Belanda)yang kadang membunuh serta menghambat tumbuh dan berkembangnya pendidikan di Indonesia.

Bertolak dari usaha, kerja keras serta pengorbanan dirinya melalui surat keputusan Presiden RI No. 305Tahun 1959, tanggal 28 November 1959 dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan Pergerakan Nasional.Bahkan yang lebih menggembirakan dirinya di anggap sebagai Bapak Pendidikan untuk seluruh orang Indonesia, penghormatan itu terbukti dengan ditetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional. Untuk mewujudkan dan membangun dunia pendidikan di Indonesia yang sedang diusahaknnya dalam penjajahan para penjajah Belanda beliau memakai semoboyan “Tut Wuri Handayani” semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya "Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa”. Semboyan ini masih dipakai dalam dunia pendidikan kita hingga era reformasi ini. Bahkan dengan semboyan itu telah sedikit mengubah warna pendidikan kita di Indonesia saat ini.

Hari ini Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2011 mempunyai arti penting dalam kancah pendidikan nasional Indonesia. Memasuki abad 21 ini, pendidikan mempunyai arah tujuan yang jelas, yaitu memartabatkan manusia Indonesia di kancah internasional. Begitu juga baru saja bagi siswa-siswa SMA / MA, SMK, SMP/MTs dan akan di susul siswa SD/MI melaksanakan ujian nasional serta UASBN.

Namun begitu, pendidikan di negeri ini belum beranjak melaju pesat menuju mutu yang memuaskan. Bila mau menengok ke belakang, ketika kemarin usai melaksanakan Ujian Nasional pada pelajaran matematika bagi siswa SMA/MA/SMK, raut wajah mereka banyak mengalami kekhawatiran akan hasil yang di capai dalam ujian tersebut. Harus seperti apakah yang bisa dilaksanakan oleh instuisi pendidikan kita? Apakah ini merupakan proses belajar yang salah ataukah kurang bergairahnya para siswa dalam mengikuti proses pendidikan setiap hari sehingga dikatakan gagal dalam pendidikan ?

Kembali lagi tentang hari Pendidikan Nasional, bahwa permasalahan lemahnya semangat para siswa harus disikapi secara serius oleh semua pihak baik para orang tua siswa, para teknisi pendidikan dan pemerintah. Ada baiknya duduk dalam satu meja untuk mencari solusi yang tepat dalam memajukan pendidikan nasional. Apabila di ajak secara langsung membahas tentang hal itu, lebih baik dan masingmasing mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjawab tantangan bangsa ini ke depan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan

" Selamat Hari Pendidikan”
Bertekad Untuk Memajukan Bangsa Indonesia Melalui Jalur Pendidikan "