Natural, Informative And Educative

Natural, Informative And Educative
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 75, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MARHABAN YA MUHARRAM. SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU ISLAM 1442 H" Mohon maaf lahir batin

Sabtu, 12 Februari 2011

Heboh Valentine diantara Remaja Muslim

Share

Coba tebaak! Tanggal 14 Februari entar hari apa, ayo…? Hari itu hari yang spesial banget (buat yang ngerasa tentunya) en yang pasti buat ngadepinnya pun kudu nyiapin banyak hal.
It’s valentine’s day, U know??! Kamu-kamu tahu donk kaya’ gimana valentine itu. Katanya sih, hari itu hari dimana rasa kasih sayang kamu bisa tercurahkan pol-polan ke semua orang, nenek, kakek, mama, papa, abang, adek en ke someone spesial (spesial pake telor or pake keju). So, serasa istimewaaaa...banget.
Makanya, nggak heran tuh, kalo persiapannya pun otre punya. Warna pink dijadiin warna pilihan. Why…pink?? Nggak jelas kenapa, tapi yang jelas di hari valentine semua hal harus ada nuansa nge..pinknya, dari fashion, topi, bed cover, sarung bantal sampai sarung tangan, sapu tangan, sampai sapu ijuk (sukai-suka donk!), en kirim-kirim SMS ucapan yang memang udah diplotin paling wahid di antara sekian banyak planning.
Acara-acara special  pun udah diagendain. Kalo biasanya candle light dinner jadi acara gacoan, sekarang berhubung lagi millenium mania, diganti jadi obor light dinner biar lebih seru (sekalian ngirit, kali). Trus nggak lupa nyiapin parutan eh kejutan, seikat mawar merah atau seikat rambutan manis, bikin puisi yang panjangnya seroll tissue atau yang bisa dibaca Cuma dalam lima detik (habis, cuman judulnya doang).
Ya, begitulah. But, cerdas dikit friends. Sebenarnya ada nggak sih yang lebih mahal dari Hit, aiiih…sebenarnya ada nggak sih valentine dalam islam?? Kalo menurut kamu?? Daripada bengong, kamu kebet terus coretan ini, otre.

Hati - Hati...!!

Valentine, apaan sih. Nah, biasanya tuh dibarat sono, pemuda-pemudi kalo udah seventeen maunya mandiri keluar dari rumah, lepas dari penjagaan ortu. Kumpul bareng temen-temen seperjuangan, kerja or nuntut ilmu abis-abisan, biar sukses...!
Hidup jadi individualistis. Akibatnya hubungan dengan keluarga jadi agak longgar! maka, dibikinlah momen 14 Februari sebagai ajang kumpul bareng keluarga dan temen-temen sohib.
Tapi, karena valentine’s day itu imporan, kamu-kamu yang muslim, kudu melek en hati-hati. Why...?

Valentine’s day bukan produk islam.
Kata valentine berasal dari nama seorang pendeta nasrani yaitu Saint Valentine yang dihukum mati tanggal 14 februari. Ceritanya St. Valentine yang hidup di Roma  saat kaisar  Caludius  II   berkuasa (268-270) ditangkap dan dipenjara karena dituduh ngebantu orang-orang yang memusuhi pihak kristen. St. Valentine kabarnya juga berhasil nyembuhin putri penjaga penjara yang buta. Tapi malangnya ia dipenggal dibukit Palatine didekat altar Juno.
                            Terlepas dari kisah                             
                             St. Valentine bener
                             atau sedikit bener,
                               yang pasti namanya
                                jadi peringatan
                               hari kasih sayang,
                           yang dirayain  oleh
         orang-orang Romawi. Awalnya, orang Romawi ngerayain suatu perayaan yang namanya lupercallia.
Sebenarnya ane nggak mau ente pade ikutan acara valentinan. Mubazir dah, mending tuh duit ente kasih ke ane buat numbuhi yang jatuh tanggal rambut di jidat ane...!...
Acara ini adalah ajang kumpul-kumpul orang Romawi saat itu. Cowok en cewek bisa milih pasangannya masing-masing dengan menulis namanya di sehelai kertas, trusss dimasukin ke sebuah jambangan untuk diundi. Habis itu pasangan-pasangan yang udah kebentuk saling tuker kado sebagai pernyataan cinta kasih, lalu mereka berpesta sampe ayam-ayam bangun berkukuruyuk. Setelah kristen masuk, para pemuka gereja memberi pengertian kepada para pemuja berhala ini. Tahun 496M, Paus Gelassius mengganti peringatan Lupercallia jadi St. Valentine’s day dan ditetapkan tanggal 14 februari.
So, jelas donk. Ternyata islam nggak pernah kenal yang namanya valentine, en buat kamu, sobat muslim yang imut, mesti cerdas lalu nentuin sikap. Coba deh kamu cermati hadits Rasulullah yang satu ini:
“Setiap bangsa punya hari raya sendiri-sendiri. Dan inilah (idul fitri, hari raya kita)” (HR. Bukhari dari Aisyah R.A) “Bahwasannya, Allah SWT telah mengganti dua hari raya yang lebih baik daripada kedua hari raya itu (Nairus dan Maharjan) yaitu hari raya idul fitri dan hari raya idul adha” (HR. Tarmidzi, Abu Daud, Nasa’I, Ibnu Majah).
“Siapa saja yang menyerupai suatu  kaum (dalam pola hidup mereka) maka ia (telah) tergolong ke dalam golongan mereka” (HR. Abu Daud & Ibnu Umar).
Masih mo nyoba or nyerempet-nyerempet?! Aduh, Amit-amit, jangan deh. Ingat loh...
“...dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu (keterangan-keterangan) sesungguhnya kamu kalau demikian termasuk golongan orang-orang yang zalim” (QS. Al-Baqarah:143).

 Valentine ajang interaksi yang tidak islami

                               Saat valentine tiba,
                                pasti maunya
                                  segalanya serba
                                   romantis, en
                                  acara kayak
                              gituan pastinya
                             cuman bisa bagi yang punya gawean or pasangan. Kalaupun ada yang laen, biasanya juga sibuk sama pasangannya sendiri-sendiri. Iya, kan...
Nah lo. Padahal yang gituan nggak diperbolehkan dalam islam. Sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah berkhalwat (berdua-duaan di tempat yang sepi) dengan wanita kecuali bersama (wanita tersebut)muhrim. Maka sesungguhnya yang ketiga adalah setan.” (HR. Muslim)
Belum lagi kamu pake prinsip manajemen saat nuansa romantisnya tiba, ...sedikit bicara banyak bekerja..?.., dari acara cium tangan, pegangan tangan, sampe rangkulan. Waa, padahal itu tuh termasuk hal yang deketin zina dan Allah paling nggak suka yang gituan. Ampun dah!.? (Q.S Al Isra :32)

Valentine sarana konsumtif
                  dan hedonisme

Sudah tau, kan
gimana semaraknya
detik-detik menjelang
valentine datang. Buat
 pihak yang felling
bisnisnya tinggi, momen valentine artinya segepok duit bakalan diraup. Dari berbagai aksesoris en pernik-pernik khas valentine lainnya. Nggak ketinggalan juga acara-acara khas valentine digelar.
Ternyata, selama ini semuanya itu dapat respon yang lumayan membludak, artinya kamu-kamu para pemuda-pemudi islam nggak mikir-mikir lagi en nggak ngerasa rugi untuk ngeluarin duit buat ngadepin itu semua.
Buat kita-kita yang muslim, hal gituan nggak seharusnya terjadi. Sebenarnya kan masih banyak hal laen yang perlu diperhatiin untuk dikasih  jatah daripada kamu belanjain uang buat hepi-hepi di valentine’s day. Lagian valentine sendiri kan, nggak boleh. Kalo kamu ngeluarin duit ngerayain valentine or dalam rangka valentine berarti kamu ngebelanjain sesuatu yang bukan di jalan Allah...oh..Serraaam!
Sekarang kamu-kamu sudah tau kan gimana berbisanya valentine itu sebenarnya. Makanya kudu hati-hati en jangan sampe kuper akan hal-hal begituan. Entar kepeleset lagi. Bagi yang udah terlanjur, belum terlambat, kok. Allah maha pengampun abizz. But kalo yang udah tau, tapi masih punya niatan untuk ikutan dengan ngeluarin seribu alasan (walau kesannya maksa) mendingan kamu-kamu renungin sabda Rasulullah ini:
“Tidak akan terjadi kiamat sebelum ummatku menerima (mengambil) apa-apa yang dilakukan bangsa-bangsa terdahulu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai ketika mereka masuk ke lubang biawak kalian pun mengikutinya”. Para sahabat bertanya “ya rasulullah, apakah yang engkau maksud di sini adalah bangsa-bangsa Persia dan Romawi? Rasulullah menjawab, “siapa lagi kalau bukan mereka!” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar,namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.