Natural, Informative And Educative

Natural, Informative And Educative
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 75, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MARHABAN YA MUHARRAM. SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU ISLAM 1442 H" Mohon maaf lahir batin

Senin, 31 Januari 2011

CROP CIRCLE

Share

Crop Circle merupakan fenomena alam penuh misteri yang sampai saat ini paling sering di jumpai. Sudah hampir 350 tahun semenjak kemunculannya pertamakali di Inggris pada tahun 1647, sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti bagaimana cara mereka terbentuk. Crop circle sendiri adalah lingkaran aneh yang sering terbentuk diatas ladang gandum (biasanya pada musim semi dan panas) , uniknya lingkaran-lingkaran yang bentuknya sangat sempurna dan memiliki tingkat kerapian dan ketelitian yang tinggi tersebut terbentuk dalam waktu sekejap saja. Lingkaran-lingkaran pada crop circle biasanya terbentuk dengan dimensi yang lebar dan besar. Crop Circle banyak muncul di daerah pertanian gandum Amerika, Inggris, Rusia, Australia, dan sebagian Asia.

Namun sebagian besar banyak ditemui di Inggris terutama di Kota Winchester. Yang menarik dari Crop Circle adalah macam-macam bentuk dari lingkarannya, bahkan penampakannya tidak hanya berupa lingkaran saja, namun sempat beberapa kali Crop Circle membentuk citra makluk hidup seperti kalajengking, bunga matahari, Lebah, dll.

Kemunculannya di Rusia beberapa tahun yang lalu sangatlah menakjubkan,dimana mereka bermunculan silih berganti. Masyarakat sekitar yang melihatnya sungguh tidak mengerti, bagaimana cara mereka bisa terbentuk secepat itu. dalam kurun semalam saja, sekitar 6-7 crop circle dengan ukuran yang besar telah terbentuk dihamparan ladang gandum mereka. Yang membuat mereka semakin berdecak kagum adalah macam-macam bentuk dari crop circle itu sendiri, ada yang membentuk citra bunga matahari yang luar biasa indahnya. Sampai saat ini, banyak spekulasi dan pandangan mengenai peroses terbentuknya Crop Circle. Ada yang beranggapan fenomena tersebut memang dibuat oleh manusia, tapi ada pula yang beranggapan murni dari proses gejala alam.

Lingkaran aneh nan misterius di ladang gandum adalah fokus yang selalu menarik perhatian dan penelitian dari kalangan ilmuwan, dan hingga kini belum ada kesimpulan atas sebab terjadinya fenomena tersebut, saat ini terdapat 5 versi utama.

1.Perbuatan manusia
Cukup banyak yang beranggapan, bahwa apa yang disebut lingkaran ladang gandum itu tidak lebih dari perbuatan iseng seseorang. Menurut ilmuwan Anderro dari Inggris yang telah menyelidiki sekaligus meneliti fenomena tersebut selama 17 tahun lamanya, bahwa ada sekitar 80% lingkaran ladang gandum itu merupakan buatan manusia. Seorang warga Inggris pernah menuturkan kepada media massa, bahwa dia dan beberapa temannya adalah pembuat lingkaran ladang gandum di London, Inggris. Sebelumnya mereka telah mempersiapkan gambar desain, ketika gandum di ladang hampir matang, dengan sebuah paku panjang dipantakkan di ladang gandum, dan paku itu dijadikan sebagai pusatnya, selanjutnya, melingkari permukaan tanah dengan tali, lalu muncullah sebuah lingkaran ladang gandum. Masalahnya, apakah mungkin dia dapat membuat lingkaran tersebut dalam satu malam tanpa alat bantu yang memadai? Lalu tujuan membuatnya untuk apa?

2.Medan magnet
Sebagian lingkaran aneh tersebut telah dikesampingkan kemungkinannya terjadi karena ulah manusia. Sebab struktur gambar mereka (lingkaran aneh) yang rumit, ukurannya yang besar, desain yang indah, sama sekali bukan hasil buatan manusia yang dapat dikerjakan dalam waktu semalam. Meskipun Anderro bersikeras mengatakan bahwa 80% lingkaran ladang gandum itu adalah buatan manusia, namun, dia juga yakin, bahwa 20% sisanya adalah pembentukan alami karena efek medan magnet bumi. Dalam medan magnet terdapat suatu daya gerak yang gaib, dapat menghasilkan suatu arus listrik, sehingga tanaman “berbaring datar” di atas permukaan tanah. Ahli terkait asal AS yakni Jeffery Walson telah meneliti 130 lebih lingkaran ladang gandum, dan didapati bahwa 90 % disekitar lingkaran aneh tersebut terdapat transformator yang berhubungan dengan kabel tegangan tinggi. Di bawah panjang garis keliling sepanjang 270 meter tersebut terdapat sebuah kolam, oleh karena di-airi, maka ion yang dikeluarkan tanah dari bagian dasar ladang gandum dapat menghasilkan elektrik negatif, sedangkan transformator yang dihubungkan dengan kabel tegangan tinggi menghasilkan elekrik positif. Setelah elektrik negatif dan positif bersentuhan dapat menghasilkan energi magnet listrik, selanjutnya merobohkan gandum lalu membentuk lingkaran aneh. Namun demikian mereka belum bisa memberikan seluruh jawaban dari pertanyaan bagaimana bentuk-bentuk aneh itu dapat terbentuk? Apakah mungkin energi dapat berbentuk bunga atau kelajengking?

3.Angin Tornado
Menurut fisikawan dari Universitas Michigan, AS yakni Dr.Delon Smith, bahwa perubahan musim panas tidak menentu, angin tornado adalah sebab utama yang menyebabkan lingkaran aneh itu. Melalui risetnya dia mendapati, bahwa sejumlah besar lingkaran aneh di ladang gandum yang muncul di sisi gunung atau daerah yang berjarak 60-70 km dari gunung, dimana tempat seperti ini adalah tempat yang mudah sekali membentuk angin tornado. Tapi apakah angin tornado dapat membuat lingkaran dengan ketelitian tertentu tersebut?

4. Buatan makhluk luar angkasa
Banyak yang meyakini, bahwa sebagian besar lingkaran aneh di ladang gandum terbentuk dalam waktu satu malam, besar kemungkinan adalah hasil karya makhluk luar angkasa. Sejak 1990, fotografer Alexander mengatakan, dia melihat cahaya yang ganjil di ladang gandum, cahaya itu terbang kesana-kemari di antara kedua lingkaran aneh. Keberadaan alien di perut bebek liar di San Franscisco AS barangkali memperkuat dugaan ini.

5.Heterodoxy (pandangan sumbang)
Sejumlah orang percaya, bahwa di balik lingkaran ladang gandum terdapat berbagai macam kekuatan gaib, sama seperti Segi Tiga Bermuda. Menurut dugaan ini, ada yang lantas menyebut lingkaran aneh itu sebagai “pemberitahuan bencana”, agar supaya menyebarkan pandangan sumbang yang meyimpang dari ajaran ortodoks. Mengapa lingakaran aneh tersebut kerap muncul disitu? Dan kini, lingkaran itu pernah muncul di ladang bunga matahari, Rusia, lantas kenapa bisa demikian? Mungkin kita hanya dapat menunggu ilmuwan untuk menyingkapnya lebih lanjut.

Sumber : Erabaru (Epochtime Indonesia) / www.dipta-jurnal.com

Selasa, 04 Januari 2011

MENGIKIS SIFAT OTORITER

Share

Salah satu yang berbahaya diantara penyakit hati yang kita miliki adalah sifat egois, sifat tidak mau kalah, sifat ingin menang sendiri, sifat ingin selalu merasa benar, atau sifat ingin selalu merasa bahwa memang dirinya tidak berpeluang untuk berbuat salah. Sifat seperti ini biasanya banyak menghinggapi orang-orang yang diamanahi kedudukan—seperti para pimpinan dalam skala apapun.
Sifat-sifat tadi ujung-ujungnya akan bermuara pada sikap otoriter, bahkan lebih jauh lagi menjadi seorang diktator (suatu sebutan yang diantaranya dinisbahkan pada pemimpin pemerintahan NAZI Jerman, Adolf Hitler atau pada pemerintahan fasis Italia zaman Benito Musolini, dan juga para pemimpin diktator dunia lainnya).
Pastilah pula kita tidak akan pernah nyaman mendengar kata-kata seperti itu dan kita juga tidak akan pernah suka melihat orang yang otoriter, yang segalanya sepertinya harus dalam genggamannya. Dan hasilnya kita tahu sendiri bahwa orang-orang yang memiliki cap otoriter, orang yang selalu ingin segalanya dalam kekuasaannya, semuanya tunduk dan patuh kepadanya, ujungnya adalah kejatuhan dan kehinaan.
Dari segi namanya saja sudah menimbulkan kesan tidak enak untuk didengar kuping. Simaklah kata, "otoriter", "egois", atau "menang sendiri" sepertinya kita menangkap kesan yang kurang sreg dengan kata-kata ini. Apalagi jika melihat langsung orang yang memiliki sifat seperti itu, akan lebih tidak suka lagi. Tapi sayang, sepertinya kita jarang menyisihkan waktu untuk bertanya secara jujur pada diri sendiri, apakah sifat-sifat itu ada pada diri kita atau tidak? Apakah kita ini orang otoriter atau bukan? Maaf-maaf saja kepada para orang tua, guru, manager, pimpinan, direktur, komandan, bos, pokoknya orang-orang yang diamanahi kekuasaan oleh ALLOH, biasanya memiliki kecenderungan sifat seperti ini.
Orang-orang yang otoriter biasanya memiliki versi tersendiri dalam menilai suatu kejadian, versi yang sesuka dia tentunya. Hal ini karena dia selalu memandang lebih dirinya sehingga selalu melihat sesuatu itu kurangnya dan jeleknya saja. Akibatnya sebaik apapun yang dilakukan orang lain selalu saja dari mulutnya meluncur omelan, gerutuan, dan koreksian. Tepatlah baginya pepatah, ‘nila setitik rusak susu sebelanga’. Artinya, karena kesalahan sedikit, jeleklah seluruh kelakuannya. Bagi orang otoriter, biasanya tidak ada pilihan lain selain 100% harus sesuai keinginannya.
Hasil kajian sebuah penelitian menyebutkan bahwa para korban NAPZA (Narkotika, Pshikotropika, dan Zat Aditif lainya) diantaranya adalah mereka yang tumbuh besar dari kalangan orang tua otoriter, keras, mau menang sendiri, tidak mau berkomunikasi, dan tidak ada dialog antar anggota keluarga sehingga si anak menjadi seorang yang bersikap apatis, acuh, bahkan akhirnya si anak melarikan rasa ketertekanannya ini ke NAPZA, naudzhubillah.
Ada pula anak yang selalu bentrok dengan ibunya, karena si ibu begitu menuntut agar dia nurut 100% tanpa reserve. Kondisi ini dibarengi pula dengan penilaian kepada anak yang selalu negatif, akibat yang diungkapkan si ibu selalu sisi-sisi yang salah dari diri si anak. Munculah ungkapan, "Sedikit-sedikit salah-sedikit-sedikit salah!", bahkan saking kesalnya si anak ini berkata, "Kalau saya ini salah terus, lalu kapan benarnya saya sebagai manusia ini? Kenapa semua yang saya lakukan selalu disalahkan?!". Padahal kalau si anak belum mengerti seharusnya orang tua yang lebih dulu mengerti, kalau si anak belum bisa paham seharusnya orang tua yang duluan paham. Tapi karena orang tuanya tidak mengerti dan kurang ilmu, akhirnya tanpa disadari si ibu telah menggiring dan menjerumuskan anaknya ke dunia NAPZA.
Ternyata beginilah, gaya mendidik yang otoriter, yang kaku, dan kurang komunikatif akan menghasilkan anak-anak dalam kondisi tertekan, tidak aman, hingga ujungnya ia lari dari kenyataan yang dihadapinya. Begitupun di kantor-kantor atau perusahaan-perusahaan yang memiliki pimpinan bertife otoriter, pastilah dia akan membuat karyawannya tertekan. Hal ini dapat diamati saat pimpinannya datang ke ruang kerja karyawannya, semua karyawan menjadi tegang, gugup, dan panik. Ini terjadi karena kalau pimpinan datang, maka yang dilihat hanya kesalahan-kesalahan karyawannya saja. Mengapa begini? Mengapa begitu? Ini salah! Itu Salah! Jarang memuji, jarang menghargai, jarang menyapa dengan baik, bahkan wajahnya menyeramkan dan angker karena sangat jarang senyum. Pada akhirnya karyawan disiplinnya menjadi disiplin takut atau disiplin semu, padahal sebenarnya karyawan merasa tertekan, sakit hati, dan bahkan benci ke si pimpinan yang otoriter ini.
Diantara ciri perusahaan dengan kondisi seperti ini adalah ditandai dengan perputaran keluar-masuk karyawan yang sangat tinggi. Semua karyawan dari yang level tertinggi sampai yang level terendah maunya keluar saja. Kalaupun ada yang bertahan, bukan karena senang bekerja di sana, kebanyakan yang bertahan memang karena butuh saja. Butuh uangnya, bukan butuh suasananya.
Oleh sebab itu, hati-hatilah bagi para pemimpin yang otoriter, dan bersiap-siaplah menjadi orang yang tidak disukai karena saking banyaknya orang yang merasa teraniaya. Orang otoriter itu marahnya saja biasanya dilakukan di sembarang tempat, asal dia ketemu dengan yang dimarahinya, marahnya akan meledak-ledak. Padahal kemarahan seperti itu justru akan mempermalukan si pemarah itu sendiri karena orang yang melihatnya akan mengeluarkan penilaian yang negatif kepada dia. Misal, "Kok marahnya gitu-gitu amat, padahal dia haji, padahal dia pejabat". Orang-orang yang marah biasanya omongannya juga jelek sekali, kata-katanya kasar dan menyeramkan. Jadi ketika si pemarah itu marah, yang dimarahi bukannya malah nurut atau bukannya malah simpati, yang terjadi justru orang itu akan mengeluarkan penilaiannya sendiri. Walaupun nampak seperti nunduk atau manggut-manggut, tapi hati tidak pernah bisa dibohongi, tidak pernah bisa dibeli dengan kemarahan. Yang ada justru orang itu akan menjadi sakit hati, dongkol dan merendahkan orang yang marah walaupun mungkin pada saat itu ia tidak berani mengekspresikannya.
Hati-hati nih bagi para pimpinan yang suka marah-marah, terutama orang-orang yang tidak biasa jadi bawahan, kadang-kadang ia agak otoriter. Dalam keluarga militer memang kecenderungan sifat otoriter muncul di keluarga itu akan jauh lebih kuat, karena memang jalur komando ala militer kadangkala diberlakukan oleh pimpinan di keluarga itu dengan konsep militer. Celakanya di kantor dididik dalam gaya hidup ala militer, sayangnya di rumah mendidik dengan gaya yang sama, mendidik dengan gaya ala militer, padahal kondisi kantor dan kondisi rumah berbeda.
Pernah ada sebuah keluarga dengan empat anak, ternyata tiga diantaranya mengalami depresi berat karena sang ayah terlalu kaku dalam memimpin rumah tangga yang pengelolaannya disamakan seperti di kantornya. Jangan heran bila ada orang yang sukses di kantor belum tentu sukses di rumah tangga. Ada yang "sukses" di kantor itu karena ia begitu tegasnya sebagai seorang komandan, tapi di rumahnya anak-anak itu beda, karena memang mereka bukanlah militer, mereka tidak dilatih kemiliteran dan terlebih lagi mereka tidak dikasih pangkat.
Perlu diwaspadai pula bahwa biasanya pemimpin yang otoriter akan membuahkan pula bibit–bibit anak didik yang otoriter. Seperti guru yang otoriter, akan menghasilkan anak-anak didik yang otoriter pula, bahkan nakal. Guru yang otoriter di kelas, diantara sifat-sifatnya adalah maunya menang sendiri, kata-katanya tajam, dan suka mempermalukan. Kelakuan ini sebenarnya akan jadi bumerang bagi guru itu sendiri, seperti tidak disukai pelajarannya, tidak disenangi perangainya, dan tentu saja ini suatu hal yang kontra produktif. Apalagi perilaku-perilaku seperti ini sangat bertentangan dengan sikap-sikap yang dituntunkan Rasulullah SAW yang ternyata memiliki pribadi yang sangat indah, santun, dan berakhlak mulia.
Bagi orang yang bagus perangainya, berwajah ceria, serta mulia akhlaknya maka ia laksana mawar yang kuncup di musim semi, dia akan beroleh banyak teman yang membawa kedamaian dan ketentraman, semua pintu terbuka baginya. Sementara orang pemberang, mudah marah, egois, dan otoriter harus menggedor pintu untuk bisa sekedar berbincang dengan seorang kawan. Karenanya, yang terbaik adalah keramahan akhlak dan keceriaan. Rasulullah SAW sendiri adalah seorang yang senantiasa berwajah cerah ceria penuh sungging senyuman, insya ALLOH. 
Manajemen Qolbunya: K.H. Abdullah Gymnastiar

Sabtu, 01 Januari 2011

MEMAKNAI TAHUN BARU

Share

        Perayaan tahun baru biasanya diperingati dengan pesta besar dengan serangkaian acara khusus yang dilakukan berbagai pihak. Acara spektakuler dengan pesta kembang api di berbagai pelosok negeri biasanya disiapkan secara khusus untuk menandai tenggelamnya tahun yg akan di tinggalkan dan datangnya tahun baru.
Pusat-pusat keramaian di kota, hotel-hotel, pantai, kawasan wisata, dan tempat hiburan biasanya dijadikan titik simpul masyarakat merayakan detik-detik pergantian tahun. Dana miliaran rupiah dihabiskan sekedar untuk menyambut malam tahun baru itu. Belum lagi korban yang berjatuhan dalam rangka peringatan tersebut.
Pertanyaan kecil dalam batin ini muncul. Mengapa kita selalu berpikir tentang tahun baru dan memperingati serta menyambutnya dengan acara super khusus?
Mengapa menjelang tahun baru dijadikan titik refleksi masa lalu, masa kini, dan masa depan? Padahal setiap hari selalu terjadi fase masa lalu setelah kita melewati sesuatu, masa kini setiap kita berpikir saat itu, masa depan ketika kita berpikir nanti.
         Menunda refleksi berarti sama saja menjadikan refleksi tak bermakna karena kita hanya bisa memahami masa lalu. Tak dapat mencegah penyimpangan sedini mungkin. Menunda refleksi hanya akan menghasilkan makna parsial yang tak memiliki ruh. Hal ini berbeda dengan refleksi setiap waktu yang akhirnya akan membentuk sebuah visi ke depan.
Maka jangan heran tahun baru hanyalah sekedar simbolisme semata. Simbolisme tahun baru hanya akan membawa kita kepada kehancuran karena kita tidak mampu memaknainya dengan benar. Apalagi waktu 1 tahun adalah waktu yang sangat panjang yang telah disediakan yang Maha Kuasa bagi kita untuk diisi dengan sebaik-baiknya.
Waktu itu laksana air yang mengalir ke hilir yang tak pernah lagi kembali ke hulu. Waktu juga laksana anak panah yang terlepas dari busurnya yang juga tak akan pernah kembali. Kadang ia membangkitkan gairah dan semangat. Kadang ia memperdaya kita.
Kadang kita tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya. Oleh karenanya kita harus menghargai setiap kesempatan yang ditawarkan sang waktu sebelum ditarik dari kita karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.
Tahun baru selalu identik dengan kata "pesta pora". Setiap pergantian tahun masyarakat di seluruh dunia selalu menantinya dengan perasaan berbeda. Tak terkecuali di Indonesia. Ada pesta meriah dengan sajian musik spesial, pesta pora di pantai-pantai sepanjang malam, makan-makan, minum-minum, dan bahkan hingga yang paling brutal yaitu pesta narkoba dan pesta seks.
Tak terekam sedikit pun dalam setiap kegiatan tahun baru yang digelar, refleksi masa lalu dengan menginventarisir segala bentuk perbuatan, tindakan, dan keputusan yang pernah diambil untuk dijadikan refleksi menuju tahun depan yang lebih baik lagi.
Yang ada hanya "pesta" dan menikmati malam pergantian tahun yang sesungguhnya tiap malam juga bisa kita nikmati. Detik-detik menuju tahun baru benar-benar hampa tanpa makna. Di sinilah dibutuhkan "refleksi" sesungguhnya dari memaknai tahun baru.
Sesungguhnya refleksi adalah belajar. Belajar adalah cara untuk mengerti, memahami, mendekati, menyadari, mencintai, dan menghasilkan masa depan yang lebih baik dan bermakna.
Refleksi juga merupakan ajang instrospeksi diri atas segala bentuk macam perbuatan, tindakan, dan keputusan kita, di mana kadang kala merugikan orang lain, menyakiti, dan menyengsarakan orang lain. Semua itu harus diubah menjadi lebih bermanfaat, berguna, dan bekeadilan.
Masa lalu adalah tempat untuk mengingat segala bentuk ucapan, tindakan, dan seluruh perbuatan kita. Masa kini adalah media untuk merancang, memprediksi, dan menyiapkan strategi terbaik menyikapi masa lalu menuju masa depan. Sedangkan masa depan adalah masa yang senantiasa diinginkan, dicapai, dan dijadikan cita-cita memetik hasil.
Kemampuan kita memetakan dengan benar dengan mengambil hikmah dari masa lalu, merenungi masa kini, dan merancang masa depan akan menjadi kunci keberhasilan kita menatap masa depan yang lebih cerah dan mencerahkan.
Memperingati tahun baru tidaklah salah? Tidak juga jelek? Tetapi, harus tetap bermakna. Jika tahun baru hanya dijadikan ajang pesta pora minus makna sedikit pun maka kerugian yang dalam adalah hasil yang dapat kita petik.
Namun, jika kita mampu dan benar-benar menjadikan tahun baru sebagai titik tolak hijrah menuju kebaikan, keadilan, kebijaksanaan, dan kesuksesan maka keuntungan besar akan menjadi hikmah terbesar memperingati tahun baru. Sekarang, terserah kita memilih jalan yang mana? Yang merugikan atau menguntungkan.
Selamat Tahun Baru!! Semoga di tahun 2011, lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini dan kesuksesan senantiasa menyertai kita. Amien

Senin, 27 Desember 2010

HARIMAU MALAYA DATANG, GARUDA SIAP MENERKAM

Share


EPISOD malam tadi lebih terarah kepada cerita sang Garuda bagai patah sayap dan pulang dengan mimpi apabila Harimau Malaya mengganas ketika Stadium Nasional, Bukit Jalil menjadi saksi skuad pasukan Malaysia tampil apik  membungkam Timnas Garuda Indonesia 3-0 dalam final pertama Piala Suzuki AFF. Kemenangan penting itu meletakkan skuad bimbingan K Rajagobal di ambang sejarah untuk menjuarai piala AFF itu buat kali pertama biarpun perlu mengharungi 90 menit lagi dalam permainan bertandang di Gelora Bung Karno, Rabu 29 Desember 2010. Mohd Safee Sali sekali lagi meledak dengan dua gol pada menit ke-60 dan 72 sekaligus mengulangi sentuhan tajam ketika membantu Malaysia menundukkan Vietnam 2-0 dalam leg pertama semifinal yang lalu.

Apapun, malam tadi yang terjadi biarlah terjadi, karena semuanya sudah keburu terjadi. Yang pasti dan perlu di ingat, pasukan Garuda akan membuktikan kalo kami memang jago kandang! Garuda akan menerkam Harimau Malaya 4-0 dan menerbangkannya ke udara. Ayo Garuda, sergap dan terkam Harimau Malaya.  Sayapmu akan kembali utuh dan siap mengepak kembali siap menerkam mu!

Rabu, 22 Desember 2010

Keutamaan dan Kasih Sayang Ibu

Share

Hikam: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan "ah", dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra: 23).
Dari Abu Hurairah, dia berkata, telah dating kepada Rasulullah saw, seorang laki-laki lalu bertanya:, "Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih berhak untuk saya pergauli dengan baik?" Beliau menjawab, "Ibumu" dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu" dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu" dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ayahmu". (HR Muslim)
Dari isi Hadist terlihat betapa Allah melalui Rasulullah menilai besarnya pengorbanan orang tua kita terutama Ibu. Apa yang sudah ibu berikan kepada anaknya tidak dapat dibandingkan dengan apapun di dunia ini.
Orang tua, terutama ibu harus selalu kita hormati sepanjang hidup kita. Walaupun itu bukan orang tua kita sendiri. Kalau kita menghormati semua orang tua, berarti kita menghormati orang tua kita. Begitu juga bila kita memaki orang tua yang bukan orang tua kandung, maka berarti kita memaki orang tua kita sendiri.
Memuliakan orang tua kita bukan dengan memberinya harta yang berlimpah. Tetapi akhlak yang baik dari anak-anaknya sudah membuat orang tua kita damai dan senang. Harta tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan akhlak yang baik.
Kita sebagai anak harus memohon, berjuang sekuatnya kepada Allah bila orang tua kita belum mendapat hidayah dari Allah. Dan kita harus selalu menerima segala kekurangan orang tua kita dengan lapang dada. (imm
Disarikan;dari KUMPULAN TAUSYIAH Aa GYM

PUISI UNTUKMU IBU...
Hari ini aku sangat rindu pada ibu. entah kenapa.
di sela-sela berjalannya kuliah,  ku ambil handphone, mulai ku pencet tombol-tombolnya, dan kukirimkan pertanyaan pada ibu “ibu sedang apa??” , tak lama berselang lima menit, ada balasan, balasan dari ibu, “ibu sakit nak.”. ibu sakit, tiba-tiba aku rindu pada ibu, rindu pada ibu, aku ingin pulang walau sedetik melihat wajah ibu,
“aku rindu ibu” bisikku lirih dalam hati..
“puisi untuk ibu”
Mulanya ku masih pikirkan beribu kata yang tersendat
Dasarnya ku masih menunggu yang datang untuk menghibur
Terlalu banyak ucap yang tak bisa di jamah
Terlalu banyak hidup yang merasa tak adil
Dia lain dari wanita yang diciptakan sama oleh-Nya
Belum ku temukan dimana letak keindahannya
Ku tahu aku tumbuh dari siraman tangannya
Seorang wanita baya berkerudung putih yang menggandeng anak laki-laki
Dia bukan hujan yang bisa menghilangkan kemarau 1000 tahun
Dia bukan pelangi yang ada karena turunnya tetesan hujan
Belum ku temukan apa artinya bagiku
Ku tahu goresan pena emas tak bisa melukiskan tulusnya dengan kata
Ku tahu halusnya sulaman sutera tak bisa melukiskan ikhlasnya dengan ucap
Memang, tak ada kata yang mampu bersua dengannya
Wahai tuhanku
Darahku mengalir ketika dia tulis syair dengan air mata
Gelap hatiku ranum ketika dia sulam sutera dengan beningnya embun
Sanggupkah ku kehilangan permata yang engkau buat dari batu yang tak pernah ada
Sanggupkah ku kehilangan jiwa yang selalu melekat dalam mimpi kehidupan
Wahai tuhanku
Jangan buat matanya mengalirkan setetes air karena goresanku
Jangan buat doanya hilang dari ucapan yang dipanjatkan balutan malamnya
YA Allah Jagalah wanita itu untukku dan untuk orang-orang yang mengasihinya
“I love you mom” get well soon..
dari anakmu yang jauh di seberang..

KASIH IBU SEPANJANG MASA

Share

Saat bersilaturahmi ke rumah orang tua, ketika ngobrol2 santai, tiba2 ibu berkata, “Hen , hari ini ulang tahun kamu, kan ?”.   “Oh , ya bu, terima kasih diingatkan”. kata saya.
saya memang tak pernah merayakan ulang tahun, sehingga seringkali suka kelewat, sempat ingat juga sih sebelumnya, tapi tak begitu dihiraukan. 
tapi ternyata ibu, walau telah berumur, tetap selalu ingat dg tanggal tersebut Ya, seorang ibu, pasti akan selalu teringat akan kenangan, saat melahirkan anak2 nya,  
akhirnya saya pun meminta ibu bercerita kembali tentang kenangan nya tersebut ibu terdiam sejenak, kemudian mulailah ia bercerita mulai dari saat saat kehamilan, betapa repotnya bekerja dan bepergian ,  seperti bepergian dari kampung ibu yg terpencil di dusun kecil di pinggir hutan sampai ke kota bukittinggi yg berjarak sekitar 40 Km di mana ayah dan ibu tinggal dan bekerja.
ibu dan ayah, tinggal di rumah kecil di daerah kampuang cino, bukittinggi. Kota Bukittinggi, berada di pebukitan yg sejuk. Sebagian perkampungan berada di pebukitan,dimana gang antar rumah dihubungkan oleh jalan berjenjang. Tak jauh dari daerah tersebut, ada pasar yg berada di ketinggian berbeda atas bukit, pasar atas dan pasar bawah, dimana jalan penghubungnya dikenal dg jenjang 40, karena perlu naik 40 tangga, untuk sampai ke pasar atas.
Bayangkan betapa repot nya saat2 akan melahirkan, melewati tangga2 tersebut. Rumah bidan terdekat, adalah bidan Aksari Yasin, istri penyair minang AA Navis, yang terkenal dg buku “Robohnya Surau kami”. Disanalah ibu melahirkan dengan peralatan yang sederhana.  Ibu bercerita betapa beratnya perjuangan saat melahirkan, yg bagi sebagian wanita adalah juga pertaruhan nyawa, namun semua keperihan tersebut sirna, bahagia saat melihat anaknya lahir… 
Lancar beliau bercerita sampai kemudian suaranya, mulai melambat , beliau terdiam dengan wajah tertunduk, ia pun memandangku, dari raut wajahnya terpancar rasa haru, tampak dari kulit putih wajahnya yg berkeriput, mengalir air mata. Aku pun, terharu karenanya dan tak kuat menahan tangis 
tiba2 terngiang kembali, lagu saat TK dulu.. 
kasih ibu, kepada beta,  tak terkira, sepanjang masa
selalu memberi, tak harap kembali
bagaikan sang surya, menerangi dunia …
Marilah kita selalu mengingat ibu kita. Ibu yg melahirkan kita dg perjuangan dan kasih sayang nya. Berbuat baiklah pada mereka, bahagiakanlah mereka, walaupun tak kan bisa kita membalas jasa mereka
setidaknya sampaikanlah doa kebaikan utk beliau, doa anak yg soleh, akan tersampai sepanjang masa… 
By:Hendramessa

Selasa, 21 Desember 2010

Meninggal Saat Teriak 'Gol!' Gonzales

Share

Gol tunggal yang dicetak Christian 'El Loco' Gonzales dalam laga kedua semifinal melawan Filipina, Minggu 19 Desember 2010, tak hanya membuat Stadio Gelora Bung Karno, Senayan, bergemuruh.

Gol yang membawa Timnas Indonesia kian mantap melangkah ke final itu juga dirayakan jutaan masyarakat Indonesia yang menonton pertandingan itu lewat layar kaca.

Namun, siapa sangka, kemenangan Indonesia atas Filipina 1-0 diiringi duka di Makassar, Sulawesi Selatan. Lihat video: Penonton Bola Meninggal.
Pendukung setia Timnas, Herman Daeng Ngawi warga Jalan Teuku Umar No 26 Makassar, Sulawesi Selatan tiba-tiba berteriak kesakitan dan saat menonton siaran langsung pertandingan tersebut. Hanya dalam hitungan detik, nyawanya melayang

Menurut anaknya, Ilham, ayahnya meninggal saat berteriak kegirangan saat Gonzales mencetak gol. Ditambahkan dia, Herman  tak pernah absen menonton kiprah Timnas. 

Seperti diketahui, Gonzales memecah kebuntuan di menit ke 42 dengan mengandangkan gol spektakuler dari hasil rebound. Lewat kaki kirinya.

Dengan keunggulan agregat 2-0 melawan Filipina yang berakhir di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu malam, Timnas 'Merah Putih', akhirnya maju ke babak final Piala AFF Suzuki 2010 melawan Malaysia.
Sumber:VIVAnews 

Senin, 20 Desember 2010

Gol Spektakuler Gonzales

Share

Gol tunggal Cristian 'El Loco' Gonzales kembali menjadi penentu kemenangan Indonesia melawan Filipina. Gonzales memecah kebuntuan di menit ke 42 dengan memuntahkan gol spektakuler dari hasil rebound.

Dengan keunggulan agregat 2-0 melawan Filipina yang berakhir di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, semalam, timnas 'Merah Putih', akhirnya maju ke babak final Piala AFF Suzuki 2010 melawan Malaysia.

Serangan bertubi-tubi dari Firman Utina dan kawan-kawan membuat 85.000 penonton histeris dan tegang. Muhamamd Nasuha gagal mecetak gol di menit ke-11. Gonzales pun sama, pada menit 20 gagal menorehkan gol ke gawang Filipina padahal peluang mereka besar.

Satu menit kemudian, Gonzales dan Oktavianus 'Okto' Maniani juga tak mampu mencetak bola yang menggelinding persis di depan gawang Neil Etheridge. Peluang emas juga tercipta pada menit ke-33 yang dilakukan Gonzales.

Tapi akhirnya pada menit ke-42, Gonzales menciptakan gol kelas dunia di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Videonya dapat anda lihat di blog ini.
Sumber:Vivanews.com

Minggu, 12 Desember 2010

PORPROV, PEMBOROSAN ATAU PEMBERDAYAAN DAERAH?

Share

     HIRUK-PIKUK PORPROV di Daerah-daerah sungguh menarik untuk disimak. Betapa tidak? Ketidaksiapan infrastruktur di pihak tuan rumah, termasuk bagaimana para ‘penggede’ KONI menghadapinya, dapat menjadi petunjuk menarik, tentang bagaimana kita menata olahraga selama ini.
Petunjuk pertama, betapa selama ini pemerintah (baik propinsi maupun kota dan kabupaten) kurang memprioritaskan pembangunan olahraga dan pembangunan di bidang olahraga. Buktinya, hingga memasuki abad 21 ini banyak daerah yang tidak memiliki infrastruktur yang memadai sekedar untuk menyelenggarakan event olahraga setingkat Porprov (dulu PORDA).
        Kenyataan demikian sungguh memprihatinkan, karena hal itu membuktikan bahwa olahraga belum dipandang sebagai alat strategis untuk menumbuhkan modal sosial (social capital) dan elan vital masyarakat menuju masyarakat madani. Kita sungguh sudah jauh tertinggal oleh negara lain, yang sudah memperhitungkan nilai potensial olahraga dalam hampir berbagai aspek kehidupan.
      Sudah selayaknya pemerintah memperhitungkan nilai strategis olahraga bagi upaya rekonstruksi sosial dan lingkungan (eco-sport), sehingga keyakinan itu tercermin dari kesungguhan pemerintah mempersiapkan infrastruktur olahraga secara terencana dan berkelanjutan. Pembangunan olahraga sudah sepantasnya masuk ke dalam perencanaan menyeluruh pembangunan kota dan daerah secara terpadu.
Jika tidak, pembangunan infrastruktur olahraga hanya dilakukan sebagai reaksi sesaat karena ingin menjadi tuan rumah suatu event. Akibatnya, perencanaan lokasi dan disainnya sekedar asal jadi, yang berdampak pada kurang terpenuhinya prinsip sustainability dalam pembangunannya. Terlantarnya stadion eks-Porda adalah bukti pendekatan demikian.
      Petunjuk berikutnya menyatakan, betapa olahraga kita belum dimanfaatkan untuk menumbuhkan ilmu dan SDM unggul di dalam lingkup olahraga sendiri. Akibat pola pikir yang relatif tidak berkembang dari tahun ke tahun, ilmu dan praksis olahraga di perguruan tinggi (PT) pun tidak jauh dari upaya mencetak guru dan pelatih olahraga semata.
      Sebagai dampaknya, hingga sekarang kita tidak memiliki kepakaran dalam ilmu olahraga yang berkaitan dengan sarana dan prasarana olahraga, olahraga dan lingkungan hidup, manajemen olahraga, bisnis olahraga, teknologi olahraga, serta berbagai disiplin ilmu olahraga seperti sosiologi olahraga, filsafat olahraga, sport pedagogy, dan sport psychology.
      Menjadikan ilmu-ilmu tematis di atas sebagai kepakaran, tentu perlu didukung oleh lahirnya program studi atau konsentrasi baru di PT kita. Sayangnya PT kita pun lebih cenderung menunggu, dengan alasan belum dibutuhkan masyarakat. Seharusnya, justru PT mampu mendorong tumbuhnya kebutuhan masyarakat melalui visi yang mampu diteropong oleh para akademisinya.
     Kepakaran di bidang olahraga bisa tumbuh subur jika ditunjang oleh hadirnya laboratorium dari masing-masing bidang keilmuan. Di negara maju, laboratorium tersebut dipusatkan di setiap stadion yang ada, sehingga berguna baik bagi pengembangan batang tubuh keilmuan maupun bagi kepentingan pragmatis prestasi olahraga.
    Dua simpulan di atas merupakan benang merah utama dari kelemahan olahraga di Indonesia selama ini, di samping pernak-pernik kelemahan lainnya. Jika Jawa Barat ingin unggul dalam bidang olahraga, dua kelemahan di atas harus pertamatama diurai terlebih dahulu, dengan menata potensi yang dimiliki. Hal ini merupakan keniscayaan agar daerah tidak selalu direpotkan soal persiapan PORPROV, yang lebih merupakan pemborosan semata-mata daripada sebagai upaya pemberdayaan daerah.
     Mewujudkan hal itu tentu memerlukan sebuah strategi pencapaian. Pada era otonomi daerah dewasa ini, setiap kabupaten atau kota akan memandang penting prioritas pendidikan, khususnya dikaitkan dengan mempersiapkan SDM unggul bagi pembangunan daerahnya. Ke depan, niscaya daerah akan memandang perlu mendirikan perguruan tinggi negeri di masing-masing daerah, sebagai upaya mengakselerasi pembangunan di segala bidang.
     Pembangunan olahraga, terutama infrastrukturnya, dapat dikaitkan juga dengan upaya mempersiapkan SDM tersebut. Alangkah ideal jika pembangunan infrastruktur olahraga bisa dititipkan pada pembangunan infrastruktur pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Jika kelak setiap pemerintah kota/kabupaten memiliki universitas negerinya masing-masing, maka di lokasi itu pulalah berdiri fasilitas olahraga yang dapat digunakan untuk menyelenggarakan event setingkat PORPROV.
    Sisi positif dari format demikian ada dua. Pertama, universitas yang bersangkutan terangkat prestisenya karena didukung fasilitas olahraga yang memadai, kedua, universitas pun mampu memberikan sumbangan bermakna dalam perkembangan ilmu, SDM, dan prestasi olahraga bagi daerah.
    Dengan demikian, tidak akan ada lagi kasus di mana sebuah stadion atau fasilitas olahraga ‘merana’ akibat tidak ada yang memanfaatkannya. Yang terlebih penting, itulah sebenarnya makna pemberdayaan olahraga bagi daerah dan bagi masyarakatnya, sehingga terbuktikan bahwa olahraga memang bermakna bagi kemaslahatan masyarakat.
Penulis; AGUS MAHENDRA,

Minggu, 28 November 2010

MENGINTIP OLAHRAGA PENDIDIKAN NEGERI TIRAI BAMBU

Share

Banyak orang jadi heran dan terkagum-kagum menyaksikan keperkasaan negeri Tirai Bambu Tiongkok atau China pada iven olahraga Negara-negara Asia (ASIAN GAME). Tanpa ampun mereka hampir menyapu bersih medali pada setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Kedigdayaan para atlit dari negara panda ini begitu menarik untuk dipelajari apa yang menjadi rahasia di balik kesuksesan itu.
Sejak Olimpiade Beijing dicanangkan pada 8 Agustus, kalangan masyarakat mendesak agar tanggal itu dijadikan sebagai hari olahraga nasional (Haornas) bagi negeri Cina. Niat itu sebenarnya hanya ungkapan kebanggaan atas Olimpiade pertama di Cina. Pasalnya tanpa adanya Haornas, Cina sudah lebih matang dalam membangun olahraga. 
Sejak peraturan pemerintah Cina tentang kebugaran fisik diterapkan tahun 1995, program kebugaran fisik nasional langsung diterbitkan dan menjadi acuan untuk diterapkan terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat. Hasilnya, di tahun pertama, langsung tercatat 33,9 % warga yang berusia 7 hingga 70 tahun melakukan aktivitas olahraga secara reguler. Bahkan, 60,7% warga perkotaan aktif mendatangi klub kebugaran untuk berolahraga. 
Tak mengherankan, di akhir 2005, 37 % dari total penduduk Cina, yang mencapai sekitar 1,5 miliar, rajin melakukan olahraga rutin. Yang lebih menarik, meski anak-anak Cina masih harus menghadapi masalah obesitas, 95% pelajar negeri itu punya kebugaran sesuai dengan standar nasional. 
“Kuncinya program ini menekankan pentingnya olahraga dan kebugaran kepada anak-anak dan remaja yang ada di sekolah. Kami merangsang setiap anak melakukan satu aktivitas olahraga setiap hari, belajar tentang dua cara bagaimana menjaga kebugaran dan melakukan tes kesehatan mereka setiap tahun,” jelas Wu Shaozu, mantan menteri olahraga Cina yang dikutip dari South China Morning. 
Untuk mendukung program kebugaran, pemerintah Cina membangun banyak gedung olahraga dan stadion. Hasilnya, setelah 15 tahun program berjalan, kini terdapat sekurangnya 620 ribu gedung yang bisa dipakai siapa pun yang ingin berolahraga. Bahkan, fasilitas juga dibangun di sekolah, perumahan, apartemen, dan ruang-ruang publik. 
Pendidikan dan Kebugaran 
Jelas sekali, sektor pendidikan yang dibangun Cina sejak 1959 tak hanya menjadi sendi pembangunan ekonomi yang kuat, namun juga menciptakan masyarakat yang sehat. Bahkan, program nasional kebugaran fisik itu menargetkan pada 2010 sebanyak 40 % penduduk Cina, yang diperkirakan akan mencapai 1,7 miliar, aktif berolahraga. 
Hal itu bukan mimpi. Saat ini, setiap sekolah memiliki guru olahraga khusus serta fasilitas yang memadai. Murid yang tidak memenuhi standar kebugaran tidak bisa melanjutkan studi ke level yang lebih tinggi. Selain itu, pekan olahraga nasional juga digelar pada setiap musim semi dan gugur. Bahkan, pekan olahraga antar-SMA dan universitas tingkat nasional yang digelar setiap empat tahun jadi ajang seleksi untuk memilih para pelajar muda berbakat olahraga untuk dimasukkan ke sekolah khusus olahraga dan dididik menjadi atlet. 
Menyentuhnya olahraga sejak usia dini di sekolah yang dicanangkan sejak 15 tahun lalu membuat harapan hidup meningkat 3,25 tahun, dengan rata-rata usia warga Cina mencapai 71,8 tahun. 
Hal itu sungguh kontras dengan indeks kebugaran bangsa Indonesia. Data Sports Development Indeks 2006 menunjukkan kondisi kebugaran masyarakat kita: 1,08% masuk dalam kategori baik sekali; 4,07% baik; 13,55% sedang; 43,90% kurang; dan 37,40% kurang sekali. 
Survei lain menunjukkan anggota masyarakat yang melakukan olahraga untuk tujuan prestasi sebesar 7,8%, dengan kata lain 92,2% anggota masyarakat melakukan olahraga bukan untuk tujuan prestasi. 
Itulah Cina. Sebelum mereka merencanakan pencanangan Haornas, sejak lama mereka sudah menjalankan hari-hari penuh olahraga bagi rakyatnya.
(Sumber: Bolanews.com)