Natural, Informative And Educative

Natural, Informative And Educative
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 75, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MARHABAN YA MUHARRAM. SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU ISLAM 1442 H" Mohon maaf lahir batin

Jumat, 17 Agustus 2012

MERDEKA. MAU?

Share

Siapa yang memerdekakan negeri ini?
Bung Karno-kah? Bung Hatta? Atau bung yang lainnya ?

Atau para pejuang yang bertempur hidup mati melawan penjajah?
Atau siapa?

Siapa membuat merdeka negeri yang konon katanya tongkat bisa jadi tanaman?

Pertanyaannya jadi bukan siapa, tapi benarkah kita merdeka?
Manusia sudah diberikan kemerdekaan oleh Alloh SWT semenjak diturunkannya para Nabi dan Rosul. Manusia terbebas dari belenggu penjajahan iblis dan setan yang menyesatkan manusia menyuruh mereka menghamba kepada patung yang apalah itu namanya.

Kita sudah diberikan kemerdekaan di bawah naungan Islam, peduli apakah manusia itu  muslim atau yang bukan. DI bawah naungan Islam, masyarakat suatu negeri betul-betul  merasakan indahnya merdeka.
Jadi sekarang, coba lihat ketika teks proklamasi dibacakan kita mengklaim telah merdeka.

Tapi belum satu dasawarsa berlalu, ketika sistem demokrasi terpimpin sampai era para  begundal pemuja Karl Marx yang bernama PKI diberi kekuasaan kita kembali terjajah.
Lalu berakhirnya kekuasaan Orla, lahirlah Orba. Optimisme untuk perbaikan nasib mencuat.
32 tahun, orba berkuasa kemerdekaan hanya direalisasikan berdasarkan pembangunan fisik yang kopong, kita kembali terjajah.

Era orba berakhir dengan penuh kontroversi, lalu muncul era reformasi yang masih diklaim  eksis sampai sekarang. Harapan perbaikan kembali lahir. Tapi yang terjadi?
Masih Terjajah! Ketika Freeport, Natuna, Cepu dan blok-blok sumberdaya alam lainnya  diberikan wewenang kepada orang asing yang dan orang-orang yang tidak amanah. Rendahnya  kemampuan hidup masyarakat, krisis moral di kalangan masyarakat diperparah dengan fitnah  isu-isu ideologis. Korupsi merajalela, rakyat kecil makin nelangsa…

Kita masih terjajah!
Bukan Amerika yang mengambil alih sistem ekonomi kita, bukan Cina yang menguasai pasar kita, bukan pula Israel yang diam-diam menjalin hubungan gelap  dengan pengusaha kelas kakap negeri ini. Bukan hanya salah mereka..

Kita Punya Pilihan… Seperti Alloh SWT memberikan pilihan hidup kepada Hambanya, umat Islam sebagai mayoritas punya kekuatan untuk menentukan pilihan, ya. Kita punya pilihan  meninggalkan kekacauan ini dan hijrah kepada Islam secara kaffah. Seperti zaman dahulu, zaman dimana tidak perlu ada Undang-Undang pembagian zona maksiat dan zona alim  seperti sekarang terjadi.

Yeah..Pilihan itu ada di tangan kita, di tangan lo di tangan gue. Di tangan kita semua!
Jika kita betul-betul mau merdeka seutuhnya, sudah saatnya merealisasikan perbuatan dan  tindakan menuju kehidupan Islam yang membuat semuanya lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar,namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.